Langsung ke konten utama

Menikah Umur 23 (part 2)

Ku kira semuanya akan biasa.. tenang... tapi....

Sama ustadzah disuruh sholat istikhoroh, sama Ibu disuruh minta aja ke Allah yang terbaik.
Ya, pastilah. InsyaAllah. Tapi ku tak mau lagi dibilang orang yang kejam. Kata seorang teman aku dibilang kejam. Suka menolak orang yang datang, sombong , angkuh. Itu ditujukan padaku. "Apa iya???" pikirku. Ku tahu siapa diriku. Tak ada yang mesti disombongkan. Apa yang kumiliki tak ada apa-apanya. Selain pas-pasan, pendidikan sedang dan sikap yang biasa, tak ada istimewanya.

Jadi, apa yang mesti kusombongkan? teman... Maaf, aku sedikit tersinggung dibilang seperti itu, karena kutahu diri, tak ada apa-apanya. Namun, kurasa aku berhak untuk menentukan jalan hidupku dengan meminta pada Rabbku, yang terbaik.

AKu dibilang kejam hanya karena sering menolak orang kata temanku. Menolak siapa? Apa yang dia tahu? Memang beberapa kali aku curhat dengannya tentang permasalahanku. Tapi itu tidak semua. Tak mungkinlah aku bisa seterbuka itu, meski waktu itu aku betul-betul butuh teman yang bisa mendengarkan isi hatiku. Tak mungkin curhat dengan Ibu atau kakakku, yang permasalahannya itu ada hubungan dengan mereka berdua. Jadi kenapa? Apa betul aku sekejam itu? hmm.... jadi kepikiran.
Kenapa? Apa aku juga pernah nolak dia??? haha...
lupakan, teman.

Calon pertama yang disodorkan Ibu tak disenangi adik kecil. Waktu itu hampir aku bilang, "Terserah Ibu, gimana baiknya". Tapi, pas melihat adik, aku langsung bertanya.

"Gimana han, ehan suka apa enggak??", tanyaku.

Sambil mencibirkan mulutnya dan menggeleng-geleng. Hanya gelengan. Tapi kubisa membaca apa pikirannya, sama denganku. Hatiku sulit menerima.

Anak kecil cukup polos. Tak mungkin salah menilai dan bisa dibohongi hati nuraninya. Langsung di depan Ibu ku jawab,

"Bu, adik saja tidak suka. Gimana aku??"

Kalo kata kakak, "wajahnya terlalu tampan, tampang metropolis... ntar siap-siap cemburu" ceunah...

Wakaka...kita ketawa. Sudahlah... lewattt...

Calon yang kedua, tak sanggup kucerita. Tamatan sekolah kekerasan di Indonesia yang sering masuk TV, kawasan jatinangor. Aku sudah merasa langsung merinding. Apalagi setelah mendengar umurnya sangat jauh dariku.. Jangan-jangan punya kelainan dengan wanita pikirku...pikirku. Naudzubillah... Semoga Allah memberi yang terbaik....

Dan ternyata benar, sampai saat ini Allah menjauhkanku darinya. Ya Allah beri yang terbaik....

Calon-calon berikutnya tak berbeda banyak. Ada yang tidak jadi karena adik wanitanya belum nikah, ada yang tiba-tiba berangkat ke Sorong. Pikirku langsung tertawa mengingat2 kejadian itu. Kalo emang gak mau, jangan cuman beraninya ngajak pacaran aja. Ngeliat2 n maunya ngejalanin pacaran dulu. Tak maulah, emangnya barang yang bisa dipake sembarangan...
Bikin kesal aja...:(

Ku tahu itu hanya alasan2 yang diberi. Mungkin memang merasa tidak cocok dengan ku, atau karena kegalakan ku?? Akhirnya memilih untuk memberi alasan seperti itu?? Aneh...hehe.. Good bye, Ok..

Beberapa minggu ini, mulai tenang. Apalagi setelah aku berbincang dengan Ibu. Ibu terlihat kembali sehat, seperti sedia kala. Ya Allah, beri kesehatan seperti ini kepada Ibu dan Ayah... amiin...

Di tengah2 ketenangan hati, ada perasaan was-was sebenarnya di diri.

Ya.... Dalam beberapa hari ini. Apalagi seorang teman merasakan was-was dihatinya.
Awalnya kuhilangkan ketidaknyamanan ini. Tapi, kadang hati mencuat untuk menyatakan ke-was-wasannya.
Aku bingung, ada apa ini??????

Temanku khawatir dengan keadaan orang sekitarnya, aku kira aku sehat, baik2 aja. Cuman sedikit demam flu, bagiku itu bukan masalah yang membuat was2 diriku. Toh, kalo sudah waktunya, ajal juga pasti akan datang. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan menurutku...

Aku juga sedikit bingung dengan sikap Ibu akhir-akhir ini. Sepertinya ku mencium sesuatu yang akan terjadi. Senyum Ibu, senyum yang sulit untuk kuartikan. Perkataan Ibu, sesuatu yang susah untuk ku pegang secara kuat. Karena Ibulah orang yang paling sering berubah pikiran menurutku. Kata Ibu "Mengikuti kata hati..."

"Oh... gtu ya bu??" Ya dehhh...
Jawabanku suatu ketika, disaat Ibu melakukan sesuatu yang bertentangan dengan ucapannya.
Kutahu, Ibu tahu yang terbaik untuk anaknya. Jadi kurasa tak masalah jika ku tak mengerti Ibu, jalan pikirannya. Kuserahkan semua pada Ibu... untuk Ibu...

Karena, kuyakin Ibu tidak akan memberi yang tidak baik untuk anaknya.

"Baik Bu, akan ku coba, untuk menyukai orang yang kau pilihkan untukku nanti. Meski hati ini sulit menerima. Ku tahu, Kaulah yang memilihkan untuk ku nanti. " jerit hatiku...

"Bagiku tak masalah, akan kuusahakan. Akan ku coba Bu... Karena, mau bagaimana pun. Aku akan tetap seperti ini. Aku akan tetap sulit untuk menyukai seseorang, tapi jika kucoba, ku mungkin bisa. Lagian aku gampang melupakan dan sangat mudah untuk menghilangkan rasa suka pada seseorang. "

Tak masalah bagiku. Karena kupercaya, pilihanmu adalah pilihan yang terbaik dari Allah...

Was-was hatiku terjawab sudah disaat Ibu bilang sedang menjodohkanku dengan seseorang lagi. Di saat Ibu menanyakan statusku dengan seorang teman.
Ya... sore tadi temanku itu datang. Dia datang ke rumahku. Hatiku senang, hanya senang. Tidak ada yang mendebarkan dalam diriku. biasa...
Ibu dan ayah seperti mengintrogasiku dengan ramah. Padahal sebelumnya sudah pernah kuceritakan. Tapi mungkin ingin kembali memastikan, karena teryata sudah dari awal minggu ini Ibu menyembunyikannya dari ku.
Ternyata benar firasat hatiku.
Ibu kembali seperti itu... menjodohkanku... putri ke-2 nya...
Maafkan aku Bu...
Meski membuat hatiku kadang meragu...
Ketika hati mulai gelisah. Ibu bergerak melakukan sesuatu...

Beberapa hari ini Ibu berkali-kali keluar bersama Ayah.
Langsung menghindar ketika ada telepon. Tak seperti biasanya...

Dan puncaknya, ketika kemarin minta dibuatkan kue 2 buah. Awalnya bilang untuk kakak. Tapi, kenyataannya Ibu minta disimpankan kue yang satu karena itu untuk Ibu. Tak masalah, ku buatkan kue 3 buah. Memenuhi janjiku untuk temanku. Walaupun ku tak tahu rasa kue itu??? hhuahaaa....

Waktu itu aku mulai merasakan hal yang lain. Disaat semua merencanakan sesuatu...
Kuhanya serahkan hidup dan matiku hanya untuk Mu Rabb.. Allahu ...
La haula wala quwata illa billah...

Kau lah yang Maha Tahu....
Ku kan terima segala takdir hidupku....
Ku hanya bisa berdoa dan beribadah padaMu....

Doa kan ya.. agar aku bisa melewati ini semua,
semuanya...
Semuanya pasti akan berlalu
Dan diberi yang terbaik dari Rabb-ku
Amiin ...Ya Allah...
Selagi belum ijab kabul, kutak pernah tahu siapa jodohku..^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Dokter di Hermina Bekasi

Nah,  kali ini sempet2in mo nulis pengalaman semalam ke hermina.  Meski udah lama banget pengen tulisin satu2 dokter yg pernah ditemui di hermina.  So far,  hampir sebagian besar saya cocok sm dokter2 yang ada di RS ini.  Meskipun Hermina sekarang udah gak kayak RS dulu yang rasanya lebih nyaman dr segi fasilitas.  Karena sejak berubah jd RS umum,  pelayanannya sepertinya sedikit menurun. Namun,  saya gak bahas soal itu.  Tapi bahas soal dokter aja deh.. Hehe.. Kalo soal dokter bagus nggak bagus sih relatif,  karena dokter itu cocok2an menurut saya.  Gak harus dokter yang bayarannya mahal itu selalu bagus,  n sebaliknya.  Yg penting kita cocok n nyaman sama dokternya,  udah gitu aja, pasti berikut2nya bakalan balik lagi sm dokter itu.  Semoga setelah dibikin review beberapa dokter berikut,  bisa membuat saya tetap mengingat jasa2 mereka...
Pertama,  dokter marly susanti. dokter kandungan. Dokter yang lewat dia saya akhirnya hamil n alhamdulillah lancar sampe lahiran. Keguguran 2x n …

Backpacker Pulau Pari

Hamil Qeena sekitar 5 bulan diajak jalan lagi sama suami. Kali ini yang deket aja sebenernya tp mesti nyebrangin lautan dulu. Yaitu ke pulau Pari di Kepulauan Seribu. Berangkat satu alumni games COC jaman blm ada kakak dulu. Kita jalan sebelum subuh dan subuh di daerah muara angke kalo ga salah. Nuansanya masih nuansa ngantuk tp ternyata udah rameee banget yang ada disana.. Ya, rata2 para wisatawan lokal yang mau berkelana ke kepulauan seribu. Ada banyak pulau yang bisa dinikamati di sana. Tapi kita memilih ke pulau pari. Pulau yang sudah sempat di survey oleh salah seorang rekan suami. 
Habis sholat subuh, para suami mengantri buat dapetin tiket boat dr dinas perhubungan, denger kabar sih kapalnya lebih nyaman mirip speed boat (ntah bener ntah engga, bunda juga ga liat, mirip kapal pesiar gitu katanya, wakaka). Harga tiketnya sedikit lebih mahal tapi ga mahal2 banget juga. Ga sampe 50rb. Trus ternyta utk yang bisa naik ke kapal iu dibatesin dong, cm bs sktr 5orang per pulau. Jadi it…

Hikmah dari sebuah Bunga (cara menumbuhkan kembali bunga yang mati)

Setiap cewe pasti pengen rumahnya tampak indah dengan bunga-bunga. Begitu juga saya. Alhamdulillah akhirnya bisa nyicil rumah. Salut tak terhingga sama suami. Yang jelas kalo keinginan dan usaha kita kuat, insyaAllah pasti ada jalan :). 
Sampelah akhirnya pindah ke rumah baru. Sekitar bulan juli 2012. Inget banget saat itu lagi puasa. Dan  harus bolak balik rumah kontrakan dan rumah baru tuk mindahin barang-barang. Gak kebayang lelahnya. Tapi, alhamdulillah terbayarkan dengan leganya bisa punya rumah dan langsung tidur disana malam itu setelah pasang AC. Jadi inget, saya harus makan buat ama suami, satu bungkus nasi buat berdua. Karena ternyata beli nasinya kurang. Tukang AC nya ada 2 orang ternyata. Ditambah sama adik ipar, akhirnya kurang satu. Jadi deh, makan nasi berdua suami. So sweet banget, tapi masih laper.. Haha...
Tinggal dirumah baru pastinya harus benah-benah n rapi-rapi dulu. Setelah selesai beres-beres, ngerasa ada yang kurang. Yaitu tanaman. Untuk mempercantik dan memperi…