Langsung ke konten utama

Menikah Umur 23


"Menikah sebaiknya di umur 23 untuk anak wanita", kata Ibu. Deg... hatiku kembali terkejut mendengar lontaran kata-kata Ibu. Sejenak ku memandang ke arah Ibu. Ibu merasa ada yang salah dari ucapannya dan buru-buru merevisi, "Yah... yang penting kita ada usaha, namanya aja jodoh, pastinya sudah ditentukan oleh Allah. Kita tidak tahu siapa dan pada umur berapa, yang penting usaha pada umur 23, soal nanti mau umur 24 atau 25 gak masalah. Yang penting ada usaha dari diri kita sendiri" lanjut Ibu...

Fiuff.... membuat hati sedikit lega mendengarnya, meskipun dalam beberapa hari ini kumerasa ada yang disembunyikan di balik senyuman Ibu. Ada yang berbeda kurasa. Ada hawa-hawa lain yang terlintas di benak. Apa iyyaa, Ibu sedang merencanakan sesuatu yang baru??? Apalagi semenjak pertanyaan dari Ibu waktu itu.

"Gimana??? Udah ada yang membuat jantung berdebar , nak??" , Sambil tersenyum Ibu melontarkan pertanyaan aneh tersebut, dengan lanjutan tawa di belakangnya...

Kurasa itu hanya pertanyaan canda saja. Apalagi semenjak aku berbicara dari hati ke hati dengan Ibu. Bahwa aku tidak bisa memaksakan apa yang menjadi firasat hatiku. Apa yang membuatku bisa menerima calon-calon yang disodorkan Ibu.

Kuhanya bilang,"Bu, tak mungkinlah Ibu bisa mengatakan aku harus menikah di umur 23, kalo ternyata jodohku tidak datang di umur segitu". Belaku disaat itu, saat Ibu menyodorkan seseorang.

"Iya nak, kita tidak boleh menutup diri, yang penting ada keinginan pasti bisa kok" jelas Ibu tak mau kalah, masih dengan keras kepalanya sambil tersenyum.

"Iya bu, yang jelas aku siap siapapun, yang penting jodohku." kataku sambil tertawa.

"Yang pastinya kalo kata Allah 23, ya mau gimana lagi. Tapi, gak mesti kan Bu? Cukup Allah yang menentukan. Aku hanya ingin meluruskan niat, kalo itu adalah ibadah bagiku. Menjalankan separo dari dien ku" (mudah2an...amiin)
Tidak mau kalah keras kepalanya... heee. Ibu mulai manyun.

"Iya...iyaa... Ibu paham" tersenyum yang tidak kumengerti arti dari senyuman Ibu.

"Iya... Bu, aku becanda doank. Apa kata Allah saja ya bu...^_^" ku akhiri cerita itu, dan kurasa Ibu tidak akan memaksakan lagi.

Keadaan mulai tenang...

Komentar

Favorit

RESONANSI JIWA... (*Cintailah Cinta”)

“Memang menyakitkan ketika Kita mencintai seseorang, namun Ia tidak membalasnya. Tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika Kita mencintai seseorang dan Kita tidak pernah dapat menumbuhkan keberanian untuk mengungkapkan perasaan Kita padanya. “***

Usai ngobrol dengan salah seorang teman yang bertanya kira-kira seperti ini, “ Apa ya kira-kira yang akan terjadi dengan kehidupan kita 10 tahun kedepan??? “Hm... lucu juga kalo kita bisa mengingat kembali masa-masa lalu yang telah di lewati. Putih, hitam, terang dan gelapnya hidup kita mewarnai setiap langkah manusia. Jadi ingat satu kata dari orang tua... “Nak ... hidup ini yaa... dijalani ajah. Jangan dipikirkan bagaimana n seperti apa kita nanti... Yang jelas kita berjuang dalam kehidupan... “ Merdekaaa... hehe(just kid) ^_*Lalu, memory otak kembali berputar, ingat kejadian saat-saat kuliah, terkesan dengan salah seorang pembicara dalam sebuah training motivasi. Pembicara tersebut menyampaikan cara dia menjalani hidup yang memang kita t…

Review Dokter di Hermina Bekasi

Nah,  kali ini sempet2in mo nulis pengalaman semalam ke hermina.  Meski udah lama banget pengen tulisin satu2 dokter yg pernah ditemui di hermina.  So far,  hampir sebagian besar saya cocok sm dokter2 yang ada di RS ini.  Meskipun Hermina sekarang udah gak kayak RS dulu yang rasanya lebih nyaman dr segi fasilitas.  Karena sejak berubah jd RS umum,  pelayanannya sepertinya sedikit menurun. Namun,  saya gak bahas soal itu.  Tapi bahas soal dokter aja deh.. Hehe.. Kalo soal dokter bagus nggak bagus sih relatif,  karena dokter itu cocok2an menurut saya.  Gak harus dokter yang bayarannya mahal itu selalu bagus,  n sebaliknya.  Yg penting kita cocok n nyaman sama dokternya,  udah gitu aja, pasti berikut2nya bakalan balik lagi sm dokter itu.  Semoga setelah dibikin review beberapa dokter berikut,  bisa membuat saya tetap mengingat jasa2 mereka...
Pertama,  dokter marly susanti. dokter kandungan. Dokter yang lewat dia saya akhirnya hamil n alhamdulillah lancar sampe lahiran. Keguguran 2x n …

Hikmah dari sebuah Bunga (cara menumbuhkan kembali bunga yang mati)

Setiap cewe pasti pengen rumahnya tampak indah dengan bunga-bunga. Begitu juga saya. Alhamdulillah akhirnya bisa nyicil rumah. Salut tak terhingga sama suami. Yang jelas kalo keinginan dan usaha kita kuat, insyaAllah pasti ada jalan :). 
Sampelah akhirnya pindah ke rumah baru. Sekitar bulan juli 2012. Inget banget saat itu lagi puasa. Dan  harus bolak balik rumah kontrakan dan rumah baru tuk mindahin barang-barang. Gak kebayang lelahnya. Tapi, alhamdulillah terbayarkan dengan leganya bisa punya rumah dan langsung tidur disana malam itu setelah pasang AC. Jadi inget, saya harus makan buat ama suami, satu bungkus nasi buat berdua. Karena ternyata beli nasinya kurang. Tukang AC nya ada 2 orang ternyata. Ditambah sama adik ipar, akhirnya kurang satu. Jadi deh, makan nasi berdua suami. So sweet banget, tapi masih laper.. Haha...
Tinggal dirumah baru pastinya harus benah-benah n rapi-rapi dulu. Setelah selesai beres-beres, ngerasa ada yang kurang. Yaitu tanaman. Untuk mempercantik dan memperi…