Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2009

Akhirnya.... 178 postingan...

Sebenernya kapan mulai lombanya?? Hehe... kok berasa senang sampai akhir ini ya?? Serasa tercapai apa yang lagi gencar2nya ditargetkan. Makasih yiaa... udah ngajakin berpacu buat posting segini. Untuk meningkatkan rasa nasionalisme kita berdua... huahaha...

Maksud postingannya segini itu, 178 yaitu tanggal 17 bulan delapan hari kemerdekaan indonesia.Disaat orang2 melaksanakan upacara di bagian tertinggi di Indonesia lah, di dasar laut lah, n so on. Tapi, kita malah meniatkan buat posting 178. hihi... seru juga...

Senang rasanya kembali ada yang nantang buat melakukan sesuatu yang asyik. Meski kadang isi postingan ini rada2 dipaksakeun.... tapi, wayahna lah...
Sawangsulna atos ngajakeun perlombaan.... ^_^
Mhh... Lega... bisa menuntaskannya. Meski tertatih menyelesaikan postingan ini. Bentar2 mama manggil,
“Bantuin bentar lok...”
Trus papa,
“Lokk,, sini bentar nak..”
.... selsesai juga akhirnya...

Kenapa serasa menang lomba n dapet hadiah gini ya?? Hihi.... perasaan biasa aja. Mungkin karena ga …

Sabtu Minggu Allah Uji kesabaran ini...

Sabtuu....
Sabtu kemaren di sekolah di uji dengan ga ada kerjaan. Duduk2 di ruang majelis guru. Sholat Dhuha dan tilawah beberapa lembar. Akhirnya bingung juga mau ngapain. Sempat bales2an sms dengan murid yang akhirnya membuatku jadi dapet Bonus sms. Huaa... assiikkk.. bonus 100 sms. Huahaa...
Aku diuji, akhirnya smsan dengannya (nya?? Siapa?? Haha..., malu.. siapa coba? Sama anak tetangga, hiaha..., tapi... tapi... berakhir di januari.... hihi(ngacooo banget dah))... ah, lewat

Disaat2 ga da kerjaan emang setan gampang sekali untuk masuk dan menggoda diri ini. Nyoba untuk tilawah lagi. Lama2 rada capek juga, akhirnya mencoba untuk menghabiskan bonus sms ke semua nomor indosat yang ada di HP. Sms2 kata2 sok mutiara gitu lah...:D... Perasaan sudah dibuat tidak tenang sama setan amburadul (hihi... piss set...wkwkwkw)... Ngorol2 sama uni wilda sejenak....

Mo pulang ke rumah, tiba2 ada telpon dari adik2 SMA 2. Minta buat mampir ke SMA bentar. Ada yang mo dikasihin, katanya... (hee... padahal …

Putar2 Sertifikasi

Pagi beres2 rumah. Udah dua hari ini kebangun selalu jam setengah limaan kurang. Dengan tergopoh2 ke dapur. Hihi... si mama udah bangun... Biasa, kalo bangun rada cemberutut... hee... maaph maa... tehelat daku. Tapi ga masalah sih sebenarnya, karena emang dua hari ini ga masak n ga ada yang mesti disiapkan untuk sahur. Tapi kelihatannya makan sahur 2 hari ini rada lemes semua. Hmmm.. pasti makanannya ga seenak biasanya deh.. hiahha

Pagi sehabis tidur subuh (yang ada juga sholat subuh, hehew...). Beres2 rumah. Tak lama, karena rumah ini sbenarnya udah beres sejak dulu. Paling di acak2 dikit sama beberapa pria nakal di rumah. Main sepak bola di dalam rumah.... haseeemmmm (tak kejar dikau dek.... ngeberantakin lagi semua muwa)... eh, dianya malah ngajakin becanda. Main kejar2an. Udah aja si mama marah...ckck...

“Ini guru sama murid main kejar2an. Ga malu apa??”, ledek mama.
Hehe....**kalem...
“Lupa mah, aku sekarang udah guru ya??”, Hihi... malunya...
“Dasar murid aja yang hobi gangguin gurun…

Hidup Internazionale..

Sebenarnya mau nulis ini dari tadi lupa mulu..hehehe.. Tadi malam jam setengah2 dini hari ada derby menarik di Liga Italy. Duel penguasa kota Milan. Antara AC. Melon dengan Inter "The Great" Nazionale (ga boleh nyebut Milannya, diindikasikan nyebut nama Melon kancrut,...hahaha).. Pertandingan dimulai, Inter yang bermaterikan banyak muka baru di starting XI agak kikuk di beberapa menit awal. Melon yang dikomandani si badak Gattuso berhasil memborbardir lini belakang Inter yang dikawal Lucio dan Samuel. Sempat beberapa kali si Bebek Pato mendapatkan kesempatan bagus, serta si Tonggos Ronaldikin juga mendapatkan peluang, Namun Julio Cesar masih fokus menjaga kebersihan gawang Inter. Untung si Tampan Boriello ga bermain bagus, coba kalau bagus beberapa peluang di awal babak pertama bisa menghancurkan moral pemain inter. Setalah bosan di bombardir, inter menunjukkan kualitasnya. Dimulai dengan tendangan keras Wesley Sneijder dari luar kotak penalti yang berhasil di tepis si Gondrong…

Jakarta's Man!!!

Kayaknya gue mulai sadar nih..hehehe.. Ok mari kita bercerita tentang apa yang gue rasa, mari kita tertawa sebelum para dewan melarang kita untuk tertawa atau mungkin suatu waktu kita mesti membayar untuk ketawa (besok2 baca blog gue, bayar.. itu maksudnya..hahahaha)
Apa yang kita pikirkan saat mendengar kata Jakarta? Pastilah kalian semua memikirkan tentang kota yang megah besar dan pastinya bisa menghasilkan banyak uang dari kota ini. Hem... Mungkin benar juga seperti itu. namun yang gue mau bahas bukan masalah itu. Gue cuma mau nulis tentang beberpa kejadian yang gue alami beberapa hari ini. (Masih belum normal om, kok malah muter-muter..hahahaa)
Beberapa waktu lalu, saat kepala ini terasa pusing dan ga kuat untuk berbagi dengan orang lain (ajarkan anak kita berbagi, memberi berbagi  bebas dari rasa takut atau rasa tetindas.. tribute to So7..whahahaha). Gue merasa udah menjadi bagian total dari Jakarta's Man. Ngerti maksud gue?? Ga pastinya, karena beberapa waktu lalu gue  merasa…

Mamaku Idolaku

Mama memiliki beberapa kesamaan denganku, kata beberapa orang sih. Tapi ga semua lah. Cuman, setiap ku melihat beberapa sikap mama yang tak aku senangi. Aku selalu bilang,
“Huuh... aku gak mau deh kayak gitu... ga mau kayak mama yang seperti ini n itu”, hehehe...
Mama selalu ketawa mendengarnya. Beberapa kesamaan yang kumiliki dengan mama, membuatku sedikit takut kalo2 apa yang tak kusuka pada mama jadi turun padaku...hihii

Jauh dari lubuk hatiku terdalam. Mama lah orang yang paling aku banggakan ke siapapun yang kutemui. Mamalah orang yang paling sempurna. Mama lah orang yang paling tegar menjalani hidup bagiku. Mama yang paling hebat. Pkoknya mama.... terlepas dari semua kekurangannya. Mamakulah yang terbaik bagiku... Pernah disanggah temen, "Ya iyalah...siapapun orang pasti ngebanggain mamanya", heee... "Biarin, yang jelas bagiku mama best of the best"...^_^

Beberapa sikap mama yang kadang membuatku risih dan ga enak hati seringkali membuatku was2 dan takut nanti kul…

Manusia diciptakan dengan segala keanehannya...

Perbincangan dengan uni tentang karakter manusia pada umumnya cukup menarik kukira. Penilaian tentang fitrah manusia pada umumnya, tinggal bisa2nya kita memilahnya. Si Uni bilang kalo manusia di atur, jadi ngerasa risih. Dan akhirnya bosan serta tak mau di atur lagi. Tapi kalo dibiarkan sendiri n ga da yang ngaturnya, malah minta di atur. Walah...walah... emang aneh...
“Uni soalnya gtu”, kata uni. Hihi...

Saat mengidamkan sesuatu benda, pengennya cepat2 mendapatkannya. Setelah mendapatkan, maka menginginkan yang lain. Ada keinginan selalu mendapatkan yang lebih dan yang baru.
“Aduuuhh... takut juga.”
Mudah2an bisa disikapi secara bijaksana dan bijaksini.:) Banyak lagi contoh keanehan2 yang dimiliki manusia. Sebenarnya kalo kita bisa dengan positif menyikapinya dan berjiwa menerima apa adanya mungkin akan terasa nikmat. Seperti ceramah yang kudengar kemaren.
Allahlah yang mencukupkannya....

Manusiawi jika manusia menginginkan yang terbaik. Menginginkan sesuatu yang indah dan yang diinginkann…

My Life

By. Sherina

Tetes embun pagi
Alangkah cepat kau pergi
Tak inginkah kau sambut
Semesta berganti hari

Akankah tampak cerah
Ataukah mendungmu
Membayanyi hari-hari
Itu kan sangat berarti

Dalam hidup ini kuarungi
Lautan yang penuh mimpi
Dan misteri sang Illahi

It’s in my life, my heart, my soul
My sense of love
Kedamaian di hati

And in my life, my heart, my soul
My sense of love
Mutiara hidup di lautan luas
Kujalin dan kuhias di hati

Tetes embun yang pergi
Bilakah kau kembali
Takkan pernah ku tahu
Apa yang terjadi
Esok hari...

Alunan lagu yang sering temaniku dalam kesedihan dan kebahagiaan saat berangkat ke sekolah...
It’s my Live (hehe... inget bon jovi...^_^)

Setangkai Bunga... Serangkai Kata... Berjuta Makna...

Siapa yang tak kan tersipu malu jika diberikan setangkai bunga....
Siapa yang hatinya yang tak kan berwarna jika ada yang memujinya...
Siapa yang tak kan terpana jika menemukan tulisan perasaan seseorang tentang dirinya....
Siapa yang tak kan tergerak hatinya? Siapa yang tak kan memikirkannya?

Setangkai Bunga di jiwa ku terima
Serangkai kata hadirkan makna kuperoleh
Semuanya sungguh syarat akan makna penting dalam hidupku. Karena kuhanya bisa seperti itu. Merasakan indahnya cinta yang telah diberikan
Menghayati getaran jiwa yang telah ditumbuhkan
Semoga tetap terjaga, diberi pupuk agar semakin bertambah..
Dalam cinta dan kasihNya...

Mengerti...

Prolog
Warning !
“Kalo mau ngebaca postingan ini akan berhenti di tengah2? Mending ga usah dibaca. Karena ini hanyalah curhatan rasa. Buat diri sendiri. Bukan untuk siapa2. Mohon dimengerti... Orang yang susah ngomong ini... hihhi” (dasar anak eksak...)

Ngerasa bersalah banget saat membuat semuanya berbelit dan membuat orang menjadi bingung dengan semua ini. Aku sendiri bingung dengan diriku. Bingung dengan perasaan ini yang terkadang berasa dengan getaran indahnya nan hebat lagi dahsyat (ya ampun emmak... ini turunanmukah diriku jadi sok puitis gini?? He.... kenapa mama yg disalahin..:D). Atau perasaan ini terasa hambar, datar, tak bergetar. Kenapa ini? Jangan sampai ada rasa jenuh dan bosan. Terkadang kesal dan sedih. Huh..... ku tak mau begini. Tak nak...tak nak... Penantianku masih panjang.
So, keep enjoy...
U must be done, elin....
I can do this... yes, I can...
SO, I really-really like this (gaya iklan ponds...haha), kasian d kalo ada yg ga tahu...hihi...

Perasaan hambar dan datar kukir…

Pengajian di Sekolah

Lupa satu postingan lagi. Mikir2.... narok dimana ya postingannya???
Eh, ternyata nyangkut. Baru nyadar kalo hari ini adalah hari terakhir bisa ngeblog, besok ga bisa lagi. Pokonya targetku bisa tercapai (ga mau kalah donk..^_^, piss broW) dan kalo ada yang pas ngebaca blog ini, trus ngerasa tulisannya maksa, tolonglah dipaksakan ngebacanya..haha.... (maksudnya apa??:D). Mana tulisannya berlepotan... Mohon di lap aja yah, pake tissue...:)

Ceritanya gini,
Selesai monev di kelas. Ada pengajian di ruang delapan dua. Pengajian rutin yang biasanya dilaksanain 1 kali seminggu. Awalnya pas dengerin pengajiannya cuman denger2 sekilas. Pengajiannya bagus, tapi tergolong keras. Tinggal kita pinter2 memilahnya.

Saat diakhir2 materi. Ternyata jadi seru juga nih cerita sang ustadz. Ustadznya menceritakan pengalaman hidupnya dalam berumah tangga. Mulai dari modal pernikahannya sampe pada rezeki yang datang bertubi2 setiap kelahiran anaknya.

Subhanallah... Pengalaman hidup si Ustadz mulai dari keberanian…

Yakin janjiNya

Isi pengajian yang kudapat di sekolah tadi betul2 bisa membuat ku semakin yakin dengan jalan yang diberikan oleh Allah swt...

Semakin berpendidikan seseorang maka seharusnya semakin tinggilah keyakinannya akan rezeki dan nikmat Allah. Orang yang dikatakan kayajika ia merasa cukup dengan apa yang diberikan oleh Allah
Ya... merasa cukup itu yang penting...
Bagi seseorang yang memiliki gaji 10 jt perbulan, merasa tidak cukup untuk menyekolahkan anak2nya, untuk keperluan kesehariannya. Dia merasakan masih belum cukup. Nah ini tidak dikatakan kaya, tapi miskin..
Namun, bagi seseorang yang hanya memiliki gaji 1 jt perbulan. Tapi selalu merasa cukup untuk biaya hidup dan sekolah anak2nya. Maka, dia dikatakan kaya..

Jadi teringat kata2 Ibu.
“Nak, kalo dihitung secara matematika. Gaji mama dan papa gak bakal cukup seharusnya buat menyekolahkan anak dan membiayai hidup serta beli ini dan itu. Tapi coba lihat, Semuanya serba dicukupkan oleh Allah. Uang yang kita punya tidak berkurang dan juga tidak le…

Tarawih di malam ke-8

Alhamdulillah cuaca cerah. Bulan tampak indah menghiasi langit malam yang masih menampakkan lukisan awannya. Berangkat menuju mushola dengan mama sambil menikmati keindahan malam.

Mama mulai nampak ceria lagi. Asyiknya... bisa berjalan berdua lagi dengan mama. Bercerita tentang kelucuan2 yang telah lalu. Adzan isya terdengar merdu mempercepat langkah kita berdua. Kembali kulihat awan di langit. Seperti mengisyaratkan senyu simpulnya padaku.

Alhamdulillah.. malam ini betul2 indah...
Nyampe di mushola langsung sholat sunnah sejenak, dianjutkan dengan sholat isya. Alunan ayat2 suci yang dibacakan oleh imamnya begitu syahdu terdengar di telinga...

Ya Allah... hati ini kembali bergetar mendengar lantunan ayat cinta dari Mu. Ku kembali rasakan detakan nadi yang lambungkan diri pada kemaha EsaanMu. Jiwa ini kembali merasakan kekhusyuan di hadapanMu. Kuingin rasa seperti ini terus menemaniku.Ya Allah... terimakasih kau ijinkan kembali padaku untuk menikmati rasa yang indah ini. Kembali kumerasaka…

Kapan Tidur Siangnya??

Pas mo tidur siang bareng ummi dan thiya. Mama pulang. Minta anter ke foto copyan. Pulangnya berniat mo tidur siang lagi. Dengan pikiran masih ada sedikit waktu buat tidur sebelum ke dapur. Mama minta bantuin lagi buat nyiapin file2nya. Udah beres. Mo niat tidur lagi. Dek Thiya sama ummi bangun. Eh... digangguin sama mereka... jadi ga tidur lagi.

Pas denger ga jadi masak. Niat mo tidur lagi (hehe... niat sudah terhitung pahala... hah? Emang tidur pahala ya?hihi). Si ummi minta anterin pulang. Pupus sudah rencana tidur siang. Hari udah mo maghrib, beres2 dan tidak jadi tidur siang ataupun sore. Hiahaha... sepertinya tidur siang bukanlah berpahala. Makanya Allah melarangku buat tidur siang. Hehehe....

** Papa..... mo masak **

Pulang sebelum jumatan. Bareng ummi dan dek Thiya. Motor Ummi terpaksa dititipin di sekolah. Akibat dari perbuatan Thiya harus pulang bertiga ke rumah.Di jalan udah meniatkan sama uni, kalo nyampe rumah ntar kita tidur dulu, habis itu masak yah...
“Uni mau masak di rumah aja. Kita samain menunya ok”, kata uni
“Sipp.... seneng lah, ada temen”, kataku...

Tapi nyampe rumah, rencana emang tinggal rencana. Mama minta bantuan buat nyiapin sertifikasi. Akhirnya cuman bisa masak ta’jil sama uni. Mama sibuk dengan file2nya. Bingung mo masak apa dengan waktu yang tersisa.... Si uni juga jadi males2an buat masak. Nanya ke mama, sama sekali tak bergeming. Ga bisa diganggu gugat.

Udah aja, aku sama uni jadi ngegodain mama. Kayak orang stress aja, ketawa2. hihi.... kenapa kalo sama uni aku jadi ngerasa nyaman ya?? Banyak ketawanya.. meski juga kadang suka semena2, n ga jarang juga si uni ngambek. Kalo diinget2 jadi lucu...

Lagi main2 sambil ngeliat mama yang memeriksa file2nya. Tiba2 papa telepon,
“Halo.…

Sertifikasi Guru

Ummi dan dek Thiya udah ketiduran pulas di kamar mama. Ada yang ngetok pintu. Mama pulang, dianter muridnya. Mmhh.. mama udah dapet langganan ojek aja sekarang. Hihi.... mama habis dari dinas kota. Terlihat capek. Tapi mata mama berbinar2.

Mama lagi sibuk2nya ngurusin prosedur untuk kelanjutan sertifikasi.
“Wuahhh... bakal makan2 donk.. asyikkk... Subhanallah, gede amat Ma sertifikasinya??”
Mhhh.... bentar lagi guru2 betul2 sejahtera nih. Ckckck... Uang sertifikasi mama melebihi berkali lipat gaji papa. Huahh.. horeee... emang dulu aku ga salah ambil jurusan deh.... hehehehe...

Makanya ga aneh lagi kalo passing grade SNMPTN kemaren, fakultas keguruan bersaing ketat dengan kedokteran. Sippp.... Mudah2an berkah ya ma..

Pas masuk, mama langsung minta tolong.
“Anter foto copy yuk lin”, pinta mama
Langsung berangkat pake motor, muter sana, muter sini. Siap2in arsip, ketik ini n itu. Ribet juga ternyata. Sampe akhirnya udah mau menjelang sore.
“Duh... ma, kan belum masak. Gimana donk??”, tanyaku sa…

Dek Thiya kok ???

Seperti ada sesuatu yang disembunyikan dek Thiya padaku. Beberapa hari mencoba untuk mengerti apa penyebab dari rengek dek Thiya. Possesif banget. Ga mau dilepas. Minta digendong aja.

“Kenapa jadi bawel gini? Kayak sama umminya aja? Kok aku jadi ngerasa emaknya ya?”, pikirku saat dek Thiya menangis masuk ruang majelis guru.
Ga seperti biasa banget. Jalan sendiri, mau salaman dengan guru2 cewek. Ini cuman mau salaman sama guru cowok. Pas masuk kantor biasanya langsung main sendiri. Nah ini, langsung seperti orang ketakutan. Sempat terpikir apa dek Thiya ngeliat suatu penampakan ya? Hiihi...

Kemaren karena dek Thiya ga bersahabat, aku langsung buru2 nganter dia ke SMP 1,
“Sama oma aja yah, Bunda ga kuat kalo minta gendong terus. “
“Iyya..”, jawabnya dengan muka ngambek

Pas sama Oma, dek Thiya berubah jadi seperti biasa.
Ternyata dia nurut banget sama mama. Mau ditinggal sendiri pas mama ngajar. Patuuuh banget.
“Lah kok??”

Dua hari dengan kelakukan seperti itu membuatku bingung. Tadi sempat kelim…

Jumat Ngapain?

Aduh mak... hampir aja kebablasan tidur. Bisa2 ga sahur dan seisi rumah akan menderita kalo aku ketiduran. Ya ampuunn... kenapa ga kebangun sama sekali? Padahal kan diri ini udah di setting untuk tidur 3 sampe 4 jam an. Tapi kenapa ini ga kebangun....?

Hiuff...Hampir saja... Kaget pas menerima telepon. Bangun jam 4an. Awalnya masih linglung, perasaan ada yang telepon tapi kok ga da suara? Sempat niat tidur lagi, eh ditelpon lagi. Mhhh.... akhirnya baru terbangun. Ga jelas ngomong apa ya ditelpon? Halo? Ha? Halo? Hm?....

Lirik jam. Wuidih... jam 4 lebih. Langsung berlari keluar kamar. Grasak-grusuk di dapur. Dan akhirnya beres jam setengah limaan. Ga terlalu lama sih, tapi kenapa tadi kaget banget ya pas bangun? Syukurlah. Masih bisa bangun. Makasi malova udah ngebangunin...

Paginya ngejalani rutinitas seperti biasa. Tadinya sempat ketiduran habis sholat subuh. Duh, kebiasaan yang buruk. Beres2 dan berangkat ke sekolah. Tak lupa jemput dek Thiya dulu. Ga apa apa telat dikit lah. Ga belaja…

Ma.. Mikirin apa??

Kemarin malam saat hujan turun dengan lebatnya, melongok ke kamar mama. Wah mama tidur lagi, kayaknya kedinginan lagi. Dan ga bakal bisa ke mushola lagi. Udah 4 kali cabut kembali di kuliah Ramadhan. Mudah2an aku bisa lulus.

Nyoba nanyain keadaan mama. Sepertinya flu atau demam. Mama seperti memikirkan sesuatu yang berat. Mikirin apa ma? Banyak mungkin yang jadi beban pikiran sang mama. Ya rumah, ya sekolah, ya anak2nya. Apa beban terbesar yang dipikirkan mama? Apa uni liza? Pas ditanya mama ga mau menyatakan kalo karena memikirkan sesuatu. Mama cuman menyalahkan kondisi cuaca yang sering hujan. Ya Allah, berikanlah kekuatan pada mama. Kuingin membahagiakannya. Tapi tak tahu yang mesti kulakukan. Ku tak mengerti apa yang diinginkan oleh mama, yang dipikirkan olehnya.

Ku tak ingin menjadi beban pikirannya. Apa yang mama pikirkan akan membuat mama jadi semakin larut dalam kesedihan. Aku memang bukan anak yang bisa membanggakan hati orang tua. yang tidak bisa membanggakan bagi mama. Aku ha…

Tarawih di malam ke-7

Hujan tak begitu deras. Terdengar sayup kumandang azan dari mushola belakang. Hati ini terasa terpanggil ingin ke rumahNya. Kurindu ke sana. Suara itu memanggilku untuk singgah di rumah terindah.

Keluar kamar dengan maksud untuk mengajak mama sholat, meski agak gerimis. Ga masalah kalo gerimis. Ada satu payung yang bisa dipake berdua. Pas masuk ke mamar mama. Ternyata mama menggigil kedinginan. Mama sepertinya demam. Mencoba untuk mengurut kaki dan tangannya. Mama minta diurut kepalanya juga.

“Ma... mikirin apa??”, tanyaku
Mama cuman menjawab, kalo sebenarnya sekarang kita bisa ke mushola. Tapi kenapa hati mama malas ya...

Dengan kondisi mama yang seperti itu ga tega ngajak mama untuk tetap ke mushola. Suara adzan isya telah berlalu. Sepertinya di mushola sudah ngelaksanain sholat. Sambil mencoba menanyakan apa yang mama pikirkan kucoba untuk menghibur mama. Tak apalah hari ini bolos lagi ke rumahNya. Lagian Allah juga pasti tahu gimana kondisinya. Sempat sebelum mama tertidur, minta dibu…

Wanita Lebih Religius dari Pria? - techno.okezone.com

WASHINGTON - Analisa terbaru pada hasil sebuah survei mengungkapkan bahwa wanita lebih religius dibandingkan dengan pria, benarkah? Menurut studi tersebut, kaum hawa memiliki intensitas berdoa lebih sering dan juga lebih mempercayai Tuhan dalam berbagai cara dibandingkan kaum Adam.

Para ahli dari Pew Research Center di Washington, AS menyebutkan hal ini dikarenakan kaum wanita umumnya bersifat keibuan dan takut mengambil risiko. Dengan sifat keibuan, kemungkinan besar seorang wanita merasa wajib menanamkan perilaku positif pada anak-anak dan keluarganya berdasarkan agama atau keyakinannya.

"Hasil survei ini tidak terlalu mengejutkan. Studi serupa yang dilakukan terpisah beberapa dekade lampau juga memberikan hasil yang sama," kata salah seorang analis, George H Gallup Jr seperti dikutip dari Live Science, Sabtu (29/8/2009).

Dari 35.000 partisipan dewasa AS yang disurvei, hasil data menunjukkan 86 persen wanita lebih sering berafiliasi dengan agama, sementara pria hanya menempat…

No.6 of today

Hujan memabasahi Jakarta, akhirnya.. Setelah beberapa lama tak pernah mendengar rintik hujan, akhirnya hujan juga (yang penting ga banjir di Afiscom, kalau Hex amah seterah aja.. kalau banjir libur, kalau ga ya ga papa..heheehe
Jam setengah 5 sore ini masih berkutat dengan kerjaan yang dikasih si boss setelah asyar tadi. Hujan masih deras, saat hati ini ingin segera pulang. Menuju ruang curhat, 2 bapak tak ada di tempat gue yakin dua-duanya ada di ruang curhat. Benar saja, dua orang ini sedang ngobrol dengan asyiknya, yang satu main game di HP yang satu lagi duduk dengan pikiran yang gue ga tahu apa yang dia pikirkan..hehehe
Pura-pura nanya tentang kerjaan sama Pak Boss, ini gimana-itu gimana, hingga akhirnya gue ikutn ngobrol (bilang aja pengen ngobrol juga dari awal..hihihi). Lama berbincang, menanyakan pada dua bapak ini pada mau pulang ga? Ternyata dua-duanya mau lembur.. RRRgghhh… yah terpaksa pulang sendiri deh.. Deu..deu.. Lihat ke luar ternyata masih hujan.. Hem.. Apakah mesti b…

No.5 of today

Detak jantung semakin tak menentu
Ada apa gerangan??
Kenapa hati semakin meragu
Kenapa hati semakin ketakutan
Ini hanya godaan
Jangan pernah pedulikan
Allah memberikan cinta ini
Jangan pernah siakan
Allah anugerahkan rasa ini
Mari kita pertahankan

No. 4 of today

Hari ini gue ga ngantuk, walau memang ada nguap-nguap berkali-kali namun mata ini ga butuh dipejamkan. Ah.. begini donk om dari kemarin, kan bisa dengar ceramah ustad-ustad yang ngasih tiap habis zuhur. Sedikit dicandain sama Badevi yang selalu nanya suaminya ada di bawah atau ga tadi pas zuhur. Saat gue jawab, dia malah nanya tadi isi ceramahnya apa.. Hehehe.. gue nyengir, trus bilang “kalau sekarang mba mau nanya isinya gue bisa jawab mbak, tapi yang kemarin jangan ditanya ya?”
“emang kenapa yang kemarin, ga basgus ya?” Tanya Badevi
“bukan ga bagus mbak, kemarin gue ketiduran dan sekarang setelah 4 hari berlalu puasa di kantor gue ga tidur..duh senangnya.. hahaha”, dengan pose membanggakan..wakakaka
“parah loe her,..” jawab singkat Badevi
Senang banget hari ini ga ngantuk, kayaknya seperti ga puasa aja.. Seperti hari biasa, setelah minum kopi ah.. Segar.. hahaha

No.3 of today

Berangkat jam 7 lewat dikit dari Afiscom menuju Halimun, diantar sama Jacko naik FUnya Mr. Nan Tido.. Langsung nyebrang karena jalanan terlihat sepi. Masuk ke dalam halte dengan sedikit kaget lihat antrian yang begitu panjang, Astaga… Bisa telat ini.. Gawaaaaattt .. Langsung ikutan Antri, nyalain music di HP langsung mengikuti hentakan music yang ada.. Lagunya enak juga, suaranya merdu.. Hemm… tak peduli dengan dunia sekitar, inilah gue sebenarnya..hahahaa
Tiba-tiba seorang ibu tua menyelip antrian gue, mau marah tapi ketahan ah biarlah toh yang penting gue ga terlalu jauh kebelakang jadinya. Hem… Si ibu celingak-celinguk ga menentu, jadi aneh gue ngelihatinnya. Umurnya brapa bu? Gayanya kayak masih ABG aja, pakai celana (hmm.. apa ya namanya itu, kalau ga salah Teta dulu pernah ngasih itu sama si CIci dulu.. aduh lupa) ngepres body, pakai Jilbab dengan dandanan serba menor, bibir digincu merah.. Puihhh.. Ga tahan mau ketawa, tapi ga kuat kalau ketawa ngakak..hahahaa..
Kayaknya nih ibu …

No.2 of today

Teringat peristiwa kemarin di busway, dua orang cewek yang berdiri di depan gue kembali mengingatkan akan pentingnya persahabatan. Kembali teringat akan dirimu kawan, bagaimana keadaanmu. Sehatkah?? Tak lagi terdengar kabar beritamu, tak pernah surut bangga di hati ini memiliki kawan sepertimu. Bangga menjadi teman untukmu walau kadang gue sring banget menyakiti hati dan perasaan.
Oh.. sobat jika memang tak ada lagi harapan kembali padamu, tak apalah.. namun setidaknya kau tak mengacuhkan diri ini seperti yang terjadi sekarang ini.. Ok, My bro.. I Love U Pull

No. 1 of today

Kemarin hari yang melelahkan, benar-benar melelahkan. Sampai Afiscom udah kayak orang kekurangan cairan, capek banget. Habis buka langsung ketiduran.. Gila, badan ini serasa mau hancur dibuatnya. Apa karena tadi malamnya hanya tidur beberapa jam saja?? Atau memang tubuh ini sudah ga kuat lagi menahan penderitaan yang kualami (halah.. bahasanya, derita..mati aja loe) Hehehehe..
Habis sholat maghrib, ada sms masuk dari sayangku (widih..sayang..jangan ketawa tet…hehehe). Ga tau kenapa tubuh ini tak mampu untuk melihatnya. Ada apa ini? Kenapa tubuh ini tak mampu bergerak?? Akhirnya gue putusin buat menyerahkan tubuh ini pada sang pencipta. Terserah mau diapakan juga, gue rela.
Akhirnya tubuh ini terbenam dalam ketidaksadaran yang entah berkah, anugerah atau derita tak ada kesadarann sama sekali.. Ougghh.. Beberapa kali terbangun serasa ada yang memanggil, terduduk sebentar lalu kembali tak sadarkan diri.. Ya Allah sampai disinikah akhir hidupku.. heehhee..
Akhirnya tersadar juga saat Yance m…

Kumaha Iyeu??

Hiufff.... gara2 tidur siang (apa sore ya?) kelamaan...
jaDi ga NgaaNtUk...
ayOlaH... bEsoK mAsiH baNyaK yG mEsTi diSiapkAn
Jam 3 kUraNg mesTi baNgun loH... (belum mazak euiy..) hihi...

Surau Awak in Memorian...

Pas nyiapin makanan buat berbuka. Kembali teringat saat di surau. Hati kembali terenyuh. Mengigat riuhnya susanan disaat berbuka. Rame banget... ga da yang terlihat kelaparan. Cuman sedikit banyak juga yang laper mata.

Jadi ingat sewaktu dikasih kesempatan per kamar buat unjuk kebisaan dalam membuat ta’jil. Aneka makanan disuguhkan, mulai dari makanan tradisional hingga makanan yang modern. Macem2 dan aneh2. jadi banyak dapet resep makanan. Tapi yang paling sering pas dicobain lagi resepna. Yang ada
malah hancur.. wellew..wellew...

“Ini resep bener, apa kagak yiah?? Hehe...”
Yang tradisional, bikin onde2, bikin lapek nagosari, bikin bubur putih, burcang (menu paling sering nih, emang karena gampang deh), goreng pisang, bala alias bakwan, tek wan, kwetiau, capcai, mpek2 pak raden (hehee..), apa lagi yah??? Hii...

Yang modern, bikin spagheti, sgala macem jus kecuali jus jengkol sama jus pete, ju jeruk (ga pake s), agar2, puding, nutrijell (dengan berbagai macam variasi).... cckckck... emang …

Dalam lelap, kumemohon padaNya...

Tidurlah tidur... wahai jiwa
Hilangkan sejenak segala gundah lara
Letakkan segenap resah hati
Kuingin melihatmu bersinar kembali
Dengan senyuman...

Dengan semangat menuju hari2 bahagia yang tengah menanti

Tidurlah tidur ... wahai cinta
Kutunggu riangmu dengan merdunya suara
Kunanti tawamu tenangkan rasa
Kuingin melihatmu memancarkan pesona untuk kita
Meski sama sekali ku tak dapat melihatmu..

ku tak dapat rasakan wujudmu...

Tapi dirimu slalu kurasakan hadir temani
Tarikan nafasmu hadir di sini
Sejukkan jiwa riangkan hati
Tenangkan asa di dalam diri
Membangun kesenangan penuhi ruang2 ini...

Wahai jiwa... wahai cinta
Jika terbangun nanti...
Ingatlah Rabb yang masih menjagamu untukku
Ingatlah aku yang masih menantimu
Dalam lelap... ku mohonkan
Semoga Allah satukan kita dalam pelukanNya...


kapuk,27 Aug 09

Tarawih di Hari ke-6

Bolos yang ketiga ke rumah Allah. Saat maghrib hujan sudah reda. Pas mau Isya datang lagi hujan besar mengguyur daerah tempat tinggalku. Perasaan kenapa kembali tidak tenang. Padahal tadi siang, sungguh berita yang lumayan mengenakkan kudapat dari sang pangeran. Perasaan takut sedikit terobati dan tinggal menjalani hari-hari berikut. Hingga jalan ini selalu diberi kemudahan olehNya...

Ngelaksanain Sholat Isya. Hati masih belum tenang. Sholat tarawih dan witir sendirian di kamar. Tak ada teman yang bisa diajak tetap ke mushola untuk mendirikan malam2 di bulan ramadhan ini. Tak ada imam yang mau memimpin sholat di rumah. Haruskah hari2 seperti ini kulewati lagi hingga akhir ramadhan?

Teringat saat2 kebersamaan di kosan Surau Awak Dormitory. Ku mengingat kenangan2 manis selama di sana. Meski suka dan duka tetap ada, tapi betul2 ingin kuulangi...
Ya Allah... kurindu selalu bertafakur di malam ramadhanMu... Tanpa halangan apapun. Tanpa rintangan yang berturut2 seperti ini...
Ya Allah... kesend…

Rabu Story (Part 4)

Healah... Apa-apan ini?? Sampe 4 postingan judulnya Rabu Story semua?? Hhaa... kenapa ya? Ternyata kalo menceritakan kegiatan untuk satu hari aja butuh berlembar2 kertas buat menuliskannya. Jadi, seberapa panjang ya kira2 catatan amal kita pada sang malaikat?? Banyak yang baiknyakah atau yang buruknya???
Ya Allah... Semoga di Bulan Ramadhan ini, semua dosa yang pernah kulakukan, engkau ampuni dan hapuskan dari catatan amal buruk ku.. amiin...

Kebangun jam empat lewat banyak. Gubrackkk.... belum sholat ashar nih. Langsung buru2 ke kamar mandi. Sholat dan ternyata si ummi datang menjemput dek Thiya. Langsung buru2 ke dapur. Ya ampuuunnn.... udah mo bedug nihh>>> panik (padahal mah, masih lama... lebay d..)^_^

Alhamdulillah. Jam setengah enaman semuanya beres. Tinggal bersih2. Lalu ke kamar, ngerasa ada yang kurang. Apa ya?? Perasaan udah diberesin semua deh. Ga da yang belum dimasak. Lagian juga ga masak banyak. Ntar mo sahur dilanjutin (pede banget bisa bangun, kalo ditidurkan ol…

Rabu Story (Part 3)

Sehabis Zuhur, istirahat sejenak. Pengen nonton TV, tapi males ke atas. Hp berbunyi. 1 message...Ada sms lagi...:). Hati kembali terisi (perasaan dari tadi udah penuh deh isinya, ngisi lagi??hiahaa:)... bales sms, eh dibales lagi. Ya udah sms lagi (padahal lagi di jemuran kain atas), eh dibales lagi. :):)...
“smsan aja di jemuran. ga usah turun2”, ledek mama ngetawain. Hhhhhe... ketauan...

“Selamat Berjuang malova. Semoga makin semangat.” Turun ke bawah dan duduk di ruang tengah. Liat ke jam di rumah.. Haa??? Udah mau jam duaan. Panggil Raihan yang lagi main di sebelah... Harus nganter Raihan les ke Jarimatika.
Kata mama, “tungguin aja, lesnya sekarang cuman satu jam-an. Dari pada ntar bolak-balik jemputnya“.

Ya udah.... Let’s go!! Langsung nyamber sweater, bergo dan satu buah buku bacaan. Supaya ga bosen nungguin ehan nanti. Mudah2an ga ngantuk. Ga lucu kalo angguk2 di pinggir jalan tempat penungguan anak (eh, adik deng...).

Lagi asik2 baca, cuaca mulai mendung. Sepertinya mau hujan deras…

Rabu Story (Part 2)

Setelah nitipin dek Thiya bentar, langsung buru2 ke SMP 4 buat ngeliat kondisi di sana. Kira2 apa ya, yang terjadi di pertemuan Ibuk2 arisan itu?? :D

Nyampe di Lab bio, ckckck.... yang datang sih udah banyak. Tapi, kok ribut amat yah?? Ha?? Ada yang bawa2 kue lebaran segala... Ada yang cerita2 menu buka. Aduh, apa ga batal itu puasa? Haha, tergantung niat sih.... Kenapa mesti mikirin menunya sekarang? Ada yang muter video film. Ada yang ngobrol ga jelas.

Ya elah... tahu gini mah, mending tadi ga pergi. Langsung pulang sama dek Thiya ke rumah. :D. Kulihat Ibuk Yat, sibuk baca2 makalah buat penelitian yang mo aku dan dia lakukan. Ngedeketin si Ibuk. Ikut baca2. Banyak banget model pembelajaran yang mo diterapkan. Hampir semuanya juga udah kupelajari 2 sks semasa kuliah dulu. Duh....Buk, ngantuk bacanya.... dipaksain malah makin ngantuk.

Ngobrol soal penelitian sama buk Yat sejenak. Buk Yat kembali memuji perlengkapanku hari itu. Du.... jadi risih si Ibuk pegang2, ya baju, ya jilbab, ya tas…

Rabu Story (Part 1)

Sehabis subuh ga bisa tidur lagi. Perasaan sedikit ga enak. Perasaan khawatir, perasaan takut campur aduk. Nyoba buat nulis2 diblog untuk menghibur diri ini. Tapi masih belum dapat menghilangkan rasa risau. Lagi nyoba berekspresi di depan kompi, hp berbunyi.
“Mhh... syukurlah. Setiap mendengarkan penjelasannya hati selalu merasa tenang. Segala resah tersingkirkan sejenak. Meski hati masih tetap memikirkannya. Yang jelas sudah mulai sedikit lega. Minimal mendengarkannnya...”

Jam delapannan malas2an berangkat ke sekolah. Bingung mau MGMP apa nggak ya? Hari ini ga da jadwal ngajar. Tapi udah janji mo jemput dek Thiya. Kemanakah kuharus melangkah terlebih dahulu?? Berpikir sejenak. Kemana hati mengarah, kesanalah kaki melangkah... Bismillah...

Akhirnya berhasil juga melarikan balita imut itu ke sekolah. Tadinya cuman mo nongolin muka aja di RJ. Eitss.... ternyata guru2 pada rapat. Jadi aja ikutan duduk sama dek Thiya dulu ngedengerin pengumuman. Kayaknya ada perubahan jadwal lagi yang disesu…

7 Buyung di keluarga

Dua hari ini saat sahur mama selalu bikin suasana jadi mencair. Yang awalnya tiga lelaki tampan (eh, kecuali papa) di rumah pada terlihat ngantuk dan setengah sadarkan diri, jadi ketawa ketiwi ngeliat mama cerita.

Mama bercerita saat jaman2 kecilnya sahur. Mama yang tinggal sama neneknya di daerah lubuk alung ketawa2 cekikikan menceritakan pengalamannya itu. Mama bercerita kalo saat mama kecil setiap pulang tarawih langsung dilanjutkan dengan sahur. Sholat tarawihnya juga 20 rakaat Plus witir 3 rakaat. Jadi totalnya 23 rakaat. Ngelaksanain sholat tarawihnya dua rakaat dua rakaat. Sampe sekarang sih masih kayak gitu. Makanya kalo pulang kampung jadi maleeeees banget buat ke mushola. Gila mak. Lama bengettt..

Di waktu mama kecil, selain tidak ada penerangan lampu, jam juga pastinya tidak ada. Jadi aja selesai sholat tarawih itu kalo dikira2 mama sekitar jam 12 an. Jam 12an langsung disuruh sahur sama nenek yang punya cucu banyaaak banget (lupa, berapa ya?? Sekitar 13 apa?hihi. Belum banya…

Bahagia dan Sedih

Kenapa sulit untuk bisa menerima kemarahan dan kediaman seseorang daripada perlakuan apapun. Apalagi kalo marahnya ga jelas kenapa atau marah langsung tanpa kita tahu penyebabnya. Bisa jadi salah paham yang ada. Kalo dibicarakan baik2 sambil marah sih ga masalah. Kalo marahnya dengan muka sangar dan suara keras pun kalo orang itu salah sih ga masalah juga (takut juga siy... hi). Tapi kalo marah dengan nada tinggi hingga tidak bisa dikontrol lagi itulah yang membuat ngeri.

Perlahan tubuh ini akan kaku tanpa bisa mengaliri darah ke jantung. Terasa tak ada kehidupan. Hanya detak jantung yang tertinggal. Masihkah jantung ini memompakan darahnya? Kenapa tak terasa alirannya? Sekujur tubuh kaku dan dada terasa sesak.

Sama halnya jika seseorang mendiamkan diri jika marah. Kalau mendiamkan dirinya dengan maksud menenangkan emosi sejenak tidak masalah. Tapi jika kediaman itu berlanjut terus menerus hingga saatnya semua keluar dan meledak bagaikan bom atom yang hancur luluh lantakkan perasaan.

Apa…

Tarawih di Hari ke-5

Tertidur sejenak. Pas bangun sekitar jam delapanan. Hujan masih turun dengan derasnya. Bahkan lebih deras dibanding yang tadi. Sepertinya ga mungkin ke mushola lagi hari ini. Dua kali terlewat sudah untuk ngelaksanain sholat tarawih di mushola.

Keluar kamar dan ngelihat ke kamar mama. Ternyata udah ketiduran lagi sama ehan. Kurasa emang cuaca yang sangat tepat buat tidur. Papa masih diruang kerjanya, sibuk dengan kertas2 dan buku2nya. Lalu aku langsung menuju kamar mandi buat wudhu lagi untuk sholat isya dan ngelanjutin sholat tarawih dan witir sendiri di kamar. Ngelanjutin tilawah lagi. Pikiran sudah mulai tenang, tapi masih ada yang mengganjal di hati.

Mencoba untuk buka2 blog lagi. Baca2 blog pangeran hati... Mhh.... Masih belum ada yang baru. Nulis lagi satu postingan. Baca2 lagi. Ga tahu mesti ngapain. Kayak yang ga da kerjaan. Padahal banyak yang mesti dikerjakan. Mau tidur lagi ga bisa...

Jam sembilanan kutemukan orang yang kucari. Hati ini serasa normal kembali. Kurasakan ketenan…

Berbuka di hari Selasa

Seperti biasa menjelang maghrib melanjutkan baca Qur’an beberapa lembar. Selesai baca, mencoba buka2 blog. Trus baca lagi (kapan beresnya ini?he). Jadi sedikit ragu dengan target baca Qur’an di ramadhan ini. Lama kelamaan semakin tertinggal. Sekitar separohnya. Ya Allah, ga pa pa ya...? Susah buat fokus untuk selalu baca Qur’an setiap habis Sholat fardhu. Saat zuhur sama ashar ga bakal bisa tilawah. Soalnya, kalo ga ngejagain dek Thiya, kalo ga buat siap2 ke dapur. Mhh... Mudah2an target yang lain masih bisa tercapai di ramadhan kali ini. Bantu hamba Ya Allah...

Makanan telah dihidangkan di meja makan. Sambil nunggu berbuka, baca2 Qur’an lagi. Semua sudah pada kumpul di ruang tengah. Namun ada kejadian ga mengenakkan terjadi lagi. Adek bikin ulah yang membuat papa terpancing dan marah. Ya Allah... bentar lagi berbuka. Kenapa harus merusak puasa yang tinggal beberapa detik lagi bisa goal. Ga tahu kenapa kulihat emosi papa kembali sering uncontrol akhir-akhir ini. Apa karena papa lagi st…

Tidur enak setelah sholat

Kalau Puasa emang harus di serang rasa ngantuk ya? Entah kenapa hari ini ngantuk terus datang tak kunjung berhenti. Dan rasa ini makin besar sesaat setelah melaksanakan sholat.

Penginnya mau dengerin Ceramah yang dikasih sama si Ustadz yang berdiri di depan, beberapa menit mendengarkan gue berasa udah berada di alam yang lain. Ngangguk-ngangguk tanda setuju, entah apa yang bikin gue setuju dan malah tertidur. Kalau ga dibangunin sama orang sebelah, bisa kelewat tidur sampai jam 2 an... Parah!!!

Setelah ashar, lagi do'a eh malah tertidur lagi. Buusssseeett.. memang gampang banget ya tidur di siang hari, kenapa ga bisa menahan rasa kantuk ini ya? Padahal kalau malam hari ini malah ga mau mata ini terpejamkan.. Haduh.. Jangan lagi-lagi deh rasa ngatuk ini datang lagi, bisa-bisa jadi bumerang tersendiri buat gue..

Walau kau tak peduli sama gue, gue peduli

Apa sih yang membuat gue kembali teringat pada seorang teman yang telah lama menghilang. Sepertinya dia sudah tak peduli lagi sama gue (emang dulu pernah peduli ya??Hemm...) Akhirnya benar-benar mesti menghilang ya? Semua kesalahan (ini kesalahan gue yang sok jadi pahlawan) yang terjadi membuat jarak ini semakin menjauh. Tak ada pesan, tak ada kabar, dan tak ada berita.

Beberapa kali OL bareng di YM maupun di Facebook namun kau tak kunjung menyapa, gue sapa malah dibilang udah tidur. Ah.. Biarlah jika memang takkan ada lagi persahabatn itu. Maafin gue jika memang gue bersalah. Maaf ya Sobat, tak pernah ada maksud buat menjauh. Namun kau menghilang tanpa mau mengerti apa yang gue pikirkan.Maaf..........

Bos, curhat

Lagi Asyik ngecheckin file-file di Gudang tiba-tiba si Boss masuk dan ngajak nngobrol. Awalnya gue berusaha ngeledikan aja, eh tau-taunya malah jadi panjang obrolannya.

Gue : Kenapa pak, bosan di depan?
Bos : Iya nih, angguk-angguk ga jelas bikin kantuk makin bertubi
Gue : Ya udah pak tidur aja, gue pindah ke depan deh
Bos : Malas juga kalau tidur mulu
Gue : Ya mau gimana lagi kalau gitu?
Bos : Hehehe.. Gini deh nasib jadi bawahan
Gue : (nyengir) makanya bikin usaha pak, ntar gue jadi tangan kanannya
Bos: Iya, ini juga lagi persiapan. Kemarin gue cerita sama seseorang. Dia dulu kerja di perusahaan A, trus keluar gara-gara berantem sama temannya. Habis itu bikin usaha sendiri, kayak bikin lapak di Mall-mall gitu. Sekarang kerjaannya cuma kontrol doank. Tinggal jalan bentar lihat lapak 1, lapak 2 dan seterusnya. Waktunya bebas, hari ini boleh lihat besok boleh nggak..
Gue : Hem.. enak juga ya, wah Bapak harus kayak gitu tu, kan udah mulai ekspansi ke dunia perponselan. Kenapa ga bikin kios aja?
B…

Putri "Supiak" Bungsu

Putri ‘Supiak” Bungsu lagi2 menanyakan gimana rencanaku ke depan. Ya ampuunn, tu anak kayaknya udah bener2 serius buat mo ngeduluin aku. Niat banget nyariin. Emang cuman dia sendiri sih yang belum aku kasih tahu tentang rencanaku. Soalnya pasti akan teriak2 n ngegosip2 di surau awak dormitory.

Mh... Nggak ah, ntar pas dia pulang aja dikasih tahu. Supaya bisa bicara dari hati ke jantung:) n bisa nyogok buat tutup mulut supaya ga di sebarin sama anak2 surau, dan ga usah ngegosip. :D.

“Jadi, maaf ya adikku, jika semua nama yang dirimu sodorkan elok tolak semua.”
“Tenang dik..... tenang... janganlah kau risaukan elokmu ini. Jangan sampai sakit pula dikau memikirkan elok”, (hue..Ge Er).
“Kalo mo duluan ya silakan. Tapi jangan nyari2in buat elok lah. Ga usah dik. Makasih banyak.”
“Pliss... tong nya’???”, kataku membuatnya semakin bertanya2.

“Mo ngejodohin sama siapa lagi dik??? Semua jajaran anak BEM udah elok tolakh semua. Mulai dari presiden hingga mentri2nya. Hihi. Anak DKM??...... (Ya Allah..…