Langsung ke konten utama

Dek Thiya hibur Bunda

Kamis ini merupakan hari yang cukup menyedihkan bagiku. Tak cukup hati ini sedih mendengar berita duka dari ma lova. Belum lagi kejadian malamnya yang kulalui. Hati ini tak bisa stabil sedari pagi. Syukurlah kehadiran Dek Thiya yang bisa membuatku sedikit lupa dengan kesedihan, meski disela2 itu ku kembali mengingat kesedihanku.

Setelah Zuhur hatiku mulai bisa sedikit tenang. Apalagi sejak kudapat kejelasan bahwa sms ku tak ada satupun yang sampai pada pangeranku. Ku pikir dia tak memerlukanku untuk mengeluarkan segala kesedihannya. Kupikir dia ingin sendiri dalam kesedihannya. Smsku yang menanyakan beberapa hal tentang duka yang melanda keluarganya ternyata tak satu pun yang diterimanya. Meski terkirim, tapi kutunggu2, tak ada balasannya. Syukurlah dia mendengarkan hatiku yang kian ingin bertanya padanya. Ya Allah, hamba telah berburuk sangka. Maafkan yia...:)

Saat Fathiya bangun siangnya dengan suara tangisan yang tidak seperti biasanya, hatiku sempat kembali runtuh. Ku pikir Fathiya seperti yang merasakan kesedihanku. Namun, semuanya clear siang itu. Tak ada lagi rasa yang tidak enak di hati. Ku telah mendapat telepon darinya bahwa ini semua ternyata hanya suatu kesalahan yang tidak disengaja, yaitu operator yang tidak bertanggung jawab. Berusaha membuat jarak pemisah antara aku dan dia.

Kembali kucoba tidurkan dek thiya yang masih terisak dengan suara tangisnya.
“Hati bunda sudah mulai tenang nak. Kenapa dek Thiya masih sedih?”
Kucoba tenangkan dia dalam pelukanku.
“Dek Thiya jangan nangis ya...”

Fathiya tampak kembali tenang. Dia mulai terlihat ceria. Mungkin tadi dia terkejut atau apa aku tak mengerti. Tidurnya memang tak terlalu lama.

Alhamdulillah, akhirnya dek Thiya kembali seperti semula. Hatikupun begitu. Ku kembali tenang dalam menjalaninya. Tinggal satu hal yang mesti kuselesaikan. Yaitu masalahku dengan Ayah dan Ibu. Meski semalam sudah tidak apa-apa, tapi kubutuh kejelasannya, ku butuh ceritakan sejelas2nya. Agar tak ada lagi masalah yang datang.

Berdua di rumah dengan Dek Thiya, kembali memberi tawa di hariku. Dek Thiya kembali dengan lugunya meminta dibilang cantik ketika melihat 2 buah helm di atas meja luar.

“Iyaa... nak, dirimulah wanita paling cantik.. di seluruh dunia..haaa”
“Jadi anak sholeh ya nak... Fathiya Sholehah...”

Akhirnya kembali ketawa2 bareng dek Thiya... main di depan rumah sambil menunggu kepulangan siapa aja. Dek Thiya mencoba dengan berbagai gaya dengan Helm2nya..ckckck...

“Thiya cantik yiaa??”, kata dek thiya
“Iyyyaaaa...”, mencoba meyakinkan...

“Siapa cantik??”, tanyaku lagi
“Abi....”, jawabnya..
Haaa??
“Wakaka.... Abi toh yang cantik nak?? Haha.... ntar tak bilangin Abimu lah..:D:D”

Disaat ku sms2an. Dek thiya ga mau kalah mo ikut smsan.
“Mmmhhh.... dirimu mau sms sama ma lova yiaa??”hihi...
“Sok atuh lah... emang dia menginginkan dek thiya..”^_^

Makasi ya Dek Thiyaa... atas hiburannya...
Makasi ma lova^_^

Komentar

Favorit

RESONANSI JIWA... (*Cintailah Cinta”)

“Memang menyakitkan ketika Kita mencintai seseorang, namun Ia tidak membalasnya. Tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika Kita mencintai seseorang dan Kita tidak pernah dapat menumbuhkan keberanian untuk mengungkapkan perasaan Kita padanya. “***

Usai ngobrol dengan salah seorang teman yang bertanya kira-kira seperti ini, “ Apa ya kira-kira yang akan terjadi dengan kehidupan kita 10 tahun kedepan??? “Hm... lucu juga kalo kita bisa mengingat kembali masa-masa lalu yang telah di lewati. Putih, hitam, terang dan gelapnya hidup kita mewarnai setiap langkah manusia. Jadi ingat satu kata dari orang tua... “Nak ... hidup ini yaa... dijalani ajah. Jangan dipikirkan bagaimana n seperti apa kita nanti... Yang jelas kita berjuang dalam kehidupan... “ Merdekaaa... hehe(just kid) ^_*Lalu, memory otak kembali berputar, ingat kejadian saat-saat kuliah, terkesan dengan salah seorang pembicara dalam sebuah training motivasi. Pembicara tersebut menyampaikan cara dia menjalani hidup yang memang kita t…

Review Dokter di Hermina Bekasi

Nah,  kali ini sempet2in mo nulis pengalaman semalam ke hermina.  Meski udah lama banget pengen tulisin satu2 dokter yg pernah ditemui di hermina.  So far,  hampir sebagian besar saya cocok sm dokter2 yang ada di RS ini.  Meskipun Hermina sekarang udah gak kayak RS dulu yang rasanya lebih nyaman dr segi fasilitas.  Karena sejak berubah jd RS umum,  pelayanannya sepertinya sedikit menurun. Namun,  saya gak bahas soal itu.  Tapi bahas soal dokter aja deh.. Hehe.. Kalo soal dokter bagus nggak bagus sih relatif,  karena dokter itu cocok2an menurut saya.  Gak harus dokter yang bayarannya mahal itu selalu bagus,  n sebaliknya.  Yg penting kita cocok n nyaman sama dokternya,  udah gitu aja, pasti berikut2nya bakalan balik lagi sm dokter itu.  Semoga setelah dibikin review beberapa dokter berikut,  bisa membuat saya tetap mengingat jasa2 mereka...
Pertama,  dokter marly susanti. dokter kandungan. Dokter yang lewat dia saya akhirnya hamil n alhamdulillah lancar sampe lahiran. Keguguran 2x n …

Hikmah dari sebuah Bunga (cara menumbuhkan kembali bunga yang mati)

Setiap cewe pasti pengen rumahnya tampak indah dengan bunga-bunga. Begitu juga saya. Alhamdulillah akhirnya bisa nyicil rumah. Salut tak terhingga sama suami. Yang jelas kalo keinginan dan usaha kita kuat, insyaAllah pasti ada jalan :). 
Sampelah akhirnya pindah ke rumah baru. Sekitar bulan juli 2012. Inget banget saat itu lagi puasa. Dan  harus bolak balik rumah kontrakan dan rumah baru tuk mindahin barang-barang. Gak kebayang lelahnya. Tapi, alhamdulillah terbayarkan dengan leganya bisa punya rumah dan langsung tidur disana malam itu setelah pasang AC. Jadi inget, saya harus makan buat ama suami, satu bungkus nasi buat berdua. Karena ternyata beli nasinya kurang. Tukang AC nya ada 2 orang ternyata. Ditambah sama adik ipar, akhirnya kurang satu. Jadi deh, makan nasi berdua suami. So sweet banget, tapi masih laper.. Haha...
Tinggal dirumah baru pastinya harus benah-benah n rapi-rapi dulu. Setelah selesai beres-beres, ngerasa ada yang kurang. Yaitu tanaman. Untuk mempercantik dan memperi…