Langsung ke konten utama

Mengerti...

Prolog
Warning !
“Kalo mau ngebaca postingan ini akan berhenti di tengah2? Mending ga usah dibaca. Karena ini hanyalah curhatan rasa. Buat diri sendiri. Bukan untuk siapa2. Mohon dimengerti... Orang yang susah ngomong ini... hihhi” (dasar anak eksak...)

Ngerasa bersalah banget saat membuat semuanya berbelit dan membuat orang menjadi bingung dengan semua ini. Aku sendiri bingung dengan diriku. Bingung dengan perasaan ini yang terkadang berasa dengan getaran indahnya nan hebat lagi dahsyat (ya ampun emmak... ini turunanmukah diriku jadi sok puitis gini?? He.... kenapa mama yg disalahin..:D). Atau perasaan ini terasa hambar, datar, tak bergetar. Kenapa ini? Jangan sampai ada rasa jenuh dan bosan. Terkadang kesal dan sedih. Huh..... ku tak mau begini. Tak nak...tak nak... Penantianku masih panjang.
So, keep enjoy...
U must be done, elin....
I can do this... yes, I can...
SO, I really-really like this (gaya iklan ponds...haha), kasian d kalo ada yg ga tahu...hihi...

Perasaan hambar dan datar kukira dari gayaku yang berlebay ria. Niatnya sih supaya ga ada yang celingak-celinguk kemana2. heee... (maksudnya ayam tetangga suka celingak-celinguk). Supaya bisa tetap mempertahankannya. Tapi, lama2 kubosan, malah sampe jijai banget ngeliat gayaku yang huek...huek... (mual kalo ingatnya). Ngerasa ada seseorang yang lain di diri ini. Selalu ada perasaan was2 dan takut kalo ga melakukan itu.
Setelah kuingat.., “Penjalanan ini panjang loh..., dan akan sangat lama... Jangan kayak gitulah lin... Jalani aja sebaik2nya...”

Sekarang kusadar... Kalo segala sesuatu yang serba dipaksakan dan berlebihan, akan membuat tawar dan hambar. Gak terasa manis lagi. Yang ada juga makin menjauh dan menjarak. Rasa itu akan hilang dengan sendirinya. Lebih baik aku kembali ke habitatku (di kolam ikan...haha). Menjadi diriku sendiri. Bersikap wajar dan merasakan kembali rasa yang kuingini. Rasa yang membuatku ingin selalu menjaganya (rasa vanila coklat, enak euy.. duh lagi puasa). Rasa yang selalu kusimpan dan kujaga hingga akhirnya muncul rasa yang lebih luar biasa besarnya. Jadi, tak ada lagi yang harus kutakuti. Apa yang mesti kuwaspadai? Jika semuanya sudah kuserahkan padaNya. Kuingin jalani ini dengan wajar, dengan menyimpan sendiri (dalam kantong hati). Dan suatu waktu, ketika butir2 rindu (ceila... rindu kalbu maksudnya) itu mencuat. Kan kurasakan kenikmatan yang sangat berarti. Hihihi...

Segala sesuatu yang berlebihan akan cepat basi (kayaknya aku harus ngasih formalin deh), biar awet. Wakaka... Inginnya awet sampai kehadapanNya. Sempat terpikir, kalo ngeminum obat dokter aja, ada dosis dan takarannya. Kalo minumnya berlebih, maka akan over dosis dan bisa mati. Hu...hu... hiks.. ku tak mau itu terjadi. Sesuai saran dari dokter, kuingin meneguk sesuai takarannya. Tepat sasaran dan kena ke tujuan. Kalo obat dokter 3 kali sehari, aku enaknya berapa ya???? Hehe... kira2 kalo aku ngasih sedikit takarannya, mungkin akan menjadi sangat membutuhkannya. (heihei, jadi lari ke obat gini)...

Kesal..., mungkin karena aku tak menjadi diriku sendiri. Diri yang tak pernah begini. Semua ketakutan membuatku jadi begini. Selalu merasa ada kejanggalan di hati,
“oh.. ini akukah? Atau ini sisi ku yang lain?”.
Seumur2 aku baru ngerasa seperti ini. Menjadi sesosok orang yang sangat kubenci. Jadi possesif, takut kehilangan tanpa alasan. Segala jadi terasa dipaksakan. Dan akhirnya kembali kurasakan kegombalan dan kelebaian diri ini yang amat kubenci, padahal aku sendiri yang membuatnya jadi begitu. Sama2 memaksakan keinginan agar mampu menuruti keinginan masing (tapi, ujung2nya jadi kepaksa>>> dasar si setan gelo pinter banget membuat perasaan was2 di hati ini).

Padahal mah, ga bakal hilang kalo aku menyimpannya serapi mungkin dalam lemari kecil di sebuah ruang hati, ruangan itu kukunci, lalu rumah tempat adanya ruang itu juga dikunci dan dipagari dengan pagar tinggi yang dikunci kuat dan rapat. Kuncinya di simpan di sebuah tempat rahasia. Hingga akhirnya ada satu orang yang mampu menemukannya dan membukanya hingga ke ruang hatiku...

Sedih??? Ah, itu biasa. Sense of woman aja yang mulai sok-sok an muncul. Hingga sedih itu datang. Kumencoba untuk bertahan dan menemukan kembali kegembiraan. Padahal, selama ini ku selalu menghayati apapun kesedihan yang terjadi. Kesedihan merupakan salah satu bagian terindah dalam hidupku. Tidak akan berwarna-warni hidup ini jika hanya merasakan satu kebahagiaan saja. Tapi kuingin merasakan semuanya. (mhh... kok jadi kembali curhat disini... but it’s me... )

Dulu sempat ingin membicarakan hal ini. Tapi emang dasar setan selalu ngasih rasa takut yang berlebihan, jadinya ingin mengikuti apa yang diinginkan. Namun, jadinya kok gini? (sesuai yang kupikirkan dulu). Ngejalani waktu pasti akan terasa lama banget. Coba dipikir2, tiap ari selama bertahun2 (duh, meni bertahun2... maksudnya sekian tahun. Kujalani ini dengan gaya yang seperti ini apa ga bakal basi? Idiihhh ogah deh)...

Kuingin.... (khusus buatku, karena ini aku. Menjadi diriku >> karna kuingin apa adanya), kusimpan ini semua (karna kutak mau memperlihatkannya. Lebih enak kalo punya sesuatu yang berharga itu disimpan dan dijaga sebaik mungkin. Hingga ketika kumenunjukkan pada semuanya disaat yang tepat, orang2 akan terpesona melihatnya (haiyyha... mudah2an ga da yang ngerti dengan maksudku)...

Alhamdulillah, akhirnya aku bisa menyampaikan hal ini. Kembali menjadi diriku sendiri dengan segala kekurangan yang kumiliki. Semoga segala kekurangan ini dapat dijadikan sebagai penguat diri, agar bisa saling melengkapi. Akupun akan terima apa adanya, sgala kekurangan. Berharap bisa saling melengkapi (tadi udah bilang ini deh...huhu). Melengkapi kekurangan masing2. Semoga bisa dimengerti (dasar wanita ingin dimengerti...hwhw... aku ga wanita kok...^_^, aku bunda..hwhw)...

Kujalani semua apa adanya. Kukan jaga dan bertahan. Ku ingin jangan ada yang berubah dari rasa ini. Terima kasih, telah mengerti. Semoga tidak ada kesalahpahaman lagi. Jangan ada yang berubah dari rasa dan sikap yang dirimu miliki. Selagi itu tulus dari hati, kukan mampu merasakannya. Tak ada yang masalah diri ini.

Kukan slalu berdoa pada yang Kuasa... Semua harapan2 dan keinginan...
Ya Allah kabulkanlah dan jagalah...
Kuberserah... pasrah hanya padaMu...
Ingatkanlah selalu diri yang lemah ini...
Yang terlalu gampang terhasut bujuk rayu syetan terlaknat...
Amiin...

Saling percaya, Saling mengerti, Yakin janjiNya tak kan sia2, Jalani Apa adanya...
Semoga menjadi lebih baik...

Akhir kata, tetaplah seperti ini. Tidak ada yang berubah. Kutak mau ada yang berubah dari sikapnya. Biarkanlah aku menjadi seperti ini. Karena kutak mau ada yang hilang. Lakukanlah apa yang ingin dilakukan. Ungkapkanlah apa yang ingin diungkapkan. Asalkan jangan ada rasa terpaksa. Karena itu akan terasa bedanya....
Suatu saat, dan suatu waktu. Ku pun tak kan mampu berlama2 menyimpan rasa ini. Mungkin dalam waktu2 tertentu, semuanya tak bisa kubendung dan akan keluar juga. Namun buatku pribadi, lebih ingin dalam takaran yang tepat. Hingga semua mencuat... Lagian kalo 1 kai sebulan, pasti akan sangat bernilai harganya. Karena dalam setahun cuman 12 kali. Jadi kalo 2 tahun 24 kali (eh... kebanyakan ga ya? Apa kurang? Hihi.... manusia...manusia... maunya macam2. yang penting saat yang tepat aja...)
Tak adalah yang sempurna....

Allah... Mohon jagalah ini...

Epilog:
“Hore.... akhirnya postingan ini selesai juga dengan amat panjangnya. Semoga tidak ada yang berhenti ngebacanya di tengah2. Kan udah di warning. :D:D (rasain deh, capek ngebacanya.. haha...).. duh, maaph... (jahat amat buww...)”. Ini evaluasi buat diriku. Bukan untuk siapa2. Agar aku enjoy dengan sikapku. Semoga tidak ada yang salah mengerti membaca curhatan hati yang aneh ini...

Aku...
Yang tengah mencoba menerjemahkan dengan gampang maksud hatiku....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Dokter di Hermina Bekasi

Nah,  kali ini sempet2in mo nulis pengalaman semalam ke hermina.  Meski udah lama banget pengen tulisin satu2 dokter yg pernah ditemui di hermina.  So far,  hampir sebagian besar saya cocok sm dokter2 yang ada di RS ini.  Meskipun Hermina sekarang udah gak kayak RS dulu yang rasanya lebih nyaman dr segi fasilitas.  Karena sejak berubah jd RS umum,  pelayanannya sepertinya sedikit menurun. Namun,  saya gak bahas soal itu.  Tapi bahas soal dokter aja deh.. Hehe.. Kalo soal dokter bagus nggak bagus sih relatif,  karena dokter itu cocok2an menurut saya.  Gak harus dokter yang bayarannya mahal itu selalu bagus,  n sebaliknya.  Yg penting kita cocok n nyaman sama dokternya,  udah gitu aja, pasti berikut2nya bakalan balik lagi sm dokter itu.  Semoga setelah dibikin review beberapa dokter berikut,  bisa membuat saya tetap mengingat jasa2 mereka...
Pertama,  dokter marly susanti. dokter kandungan. Dokter yang lewat dia saya akhirnya hamil n alhamdulillah lancar sampe lahiran. Keguguran 2x n …

Backpacker Pulau Pari

Hamil Qeena sekitar 5 bulan diajak jalan lagi sama suami. Kali ini yang deket aja sebenernya tp mesti nyebrangin lautan dulu. Yaitu ke pulau Pari di Kepulauan Seribu. Berangkat satu alumni games COC jaman blm ada kakak dulu. Kita jalan sebelum subuh dan subuh di daerah muara angke kalo ga salah. Nuansanya masih nuansa ngantuk tp ternyata udah rameee banget yang ada disana.. Ya, rata2 para wisatawan lokal yang mau berkelana ke kepulauan seribu. Ada banyak pulau yang bisa dinikamati di sana. Tapi kita memilih ke pulau pari. Pulau yang sudah sempat di survey oleh salah seorang rekan suami. 
Habis sholat subuh, para suami mengantri buat dapetin tiket boat dr dinas perhubungan, denger kabar sih kapalnya lebih nyaman mirip speed boat (ntah bener ntah engga, bunda juga ga liat, mirip kapal pesiar gitu katanya, wakaka). Harga tiketnya sedikit lebih mahal tapi ga mahal2 banget juga. Ga sampe 50rb. Trus ternyta utk yang bisa naik ke kapal iu dibatesin dong, cm bs sktr 5orang per pulau. Jadi it…

Hikmah dari sebuah Bunga (cara menumbuhkan kembali bunga yang mati)

Setiap cewe pasti pengen rumahnya tampak indah dengan bunga-bunga. Begitu juga saya. Alhamdulillah akhirnya bisa nyicil rumah. Salut tak terhingga sama suami. Yang jelas kalo keinginan dan usaha kita kuat, insyaAllah pasti ada jalan :). 
Sampelah akhirnya pindah ke rumah baru. Sekitar bulan juli 2012. Inget banget saat itu lagi puasa. Dan  harus bolak balik rumah kontrakan dan rumah baru tuk mindahin barang-barang. Gak kebayang lelahnya. Tapi, alhamdulillah terbayarkan dengan leganya bisa punya rumah dan langsung tidur disana malam itu setelah pasang AC. Jadi inget, saya harus makan buat ama suami, satu bungkus nasi buat berdua. Karena ternyata beli nasinya kurang. Tukang AC nya ada 2 orang ternyata. Ditambah sama adik ipar, akhirnya kurang satu. Jadi deh, makan nasi berdua suami. So sweet banget, tapi masih laper.. Haha...
Tinggal dirumah baru pastinya harus benah-benah n rapi-rapi dulu. Setelah selesai beres-beres, ngerasa ada yang kurang. Yaitu tanaman. Untuk mempercantik dan memperi…