Langsung ke konten utama

Neesha - Part.2


Ini Bagian ke2 dari cerita yang sebelumnya gue tulis.. enjoy this story...


Dua

Menjadi guru memang menyenangkan, selain dapat membagi ilmu yang kita punya dengan para murid aku juga mendapatkan hal-hal yang baru dari murid-muridku yang sangat lucu. Ada-ada saja yang mereka lakukan yang kadang membuatku tersenyum. Memang tak semua murid serius saat aku memberikan materi pelajaran, namun di situlah tantangannya. Ada beberapa murid yang nakal namun tetap saja mereka lucu. Tanpa terasa sudah berjalan beberapa bulan aku menjadi seorang guru, tak pernah ada kata lelah bahkan menyesal. Aku bahagia dan bersyukur karena telah memilih profesi ini sebagai jalan hidupku.

Hari-hari yang kulalui begitu indah untuk dilupakan, aku mencoba untuk menulis di blog yang dulu kutulis waktu kuliah. Aku ingin melanjutkan hobi yang dulu kutekuni, aku akan menulis lagi tentang keseharianku. Setiap pulang mengajar kusempatkan untuk menulis cerita di blogku. Seperti biasa, sebelum menulis blog aku pasti membuka emailku. Melihat apakah ada email penting di dalam kotak suratku. Ku lihat ada 40 email yang belum terbaca. Terlalu banyak untuk ku buka semuanya, akhirnya kulihat dulu siapa pengirimnya sebelum kubaca satu persatu.

Aku kaget saat membaca nama salah satu pengirim email yang belum kubaca. Kurniawan, sebuah nama yang lama tak terdengar, menghilang entah kemana. Seseorang yang dulu pernah mencoba untuk mendekatiku namun kucoba untuk menepisnya, karena aku memang belum mau membagi hati ini dengan siapapun. Aku masih harus berkonsentrasi dengan cita-citaku membahagiakan mama.

Aku melihat isi emailnya, hanya sedikit basa basi menanyakan keberadaanku. Bagaimana kuliah dan apa yang kukerjakan sekarang.



Assalamualaikum
Hai Neesha, Apa kabar??
Apakah kamu baik-baik saja?
Kamu kuliah dimana? Ambil jurusan apa? Sudah lulus Belum?
Salam

Kurniawan



Aku mencoba untuk membalasnya,


WaalaikumSalam Warahmatullahi Wabarakatuh
Aku Baik-baik saja, kamu bagaimana?
Aku kuliah di Universitas Perguruan Indonesi, jurusan Fisika tapi sekarang sudah lulus dan sekaran aku ada di Kota Batiah..

Salam
Neesha 

Kurniawan memang sempat menyatakan ketertarikannya kepadaku saat duduk di kelas 2 SMA, namun saat itu aku belum mau untuk menanggapi pernyataannya karena aku memang bertekad untuk tidak mengikuti teman-teman yang lain untuk berpacaran. Waktu itu memang sedikit aneh saat dia mengungkapkan perasaannya kepadaku. Sebelumnya aku belum terlalu mengenal siapa dia karena baru sekelas dengannya di kelas dua. Yang kutahu dia seorang pria berkulit putih dengan tinggi sepantaran anak laki-laki seumurannya. Jarang masuk kelas namun selalu datang ke sekolah. Selalu cuek dengan keadaan sekitar, dengan rambut yang acak-acakan dan pakaian yang tak pernah dirapikan namun aku yakin dia punya sesuatu yang dia sembunyikan dibalik sifat cuek yang dia perlihatkan di sekolah.

Entah dari mana keyakinan itu aku dapatkan, aku yakin dia sebenarnya anak yang baik namun terdampar pada tempat dan pergaulan yang salah. Aku tidak terlalu tertarik untuk mengetahui latar belakangnya, namun beberapa dari temanku mengajurkanku untuk menerima pernyataan cintanya padaku. Tapi sekali lagi, aku tak bisa menerimanya. Aku harus focus dan serius dengan keyakinanku untuk tidak menjalani pacaran di usia sekolah. Aku ingin membahagiakan kedua orang tuaku dengan focus pada pelajaranku.

Ada sedikit perasaan tak tenang saat aku membaca email darinya, ada perasaan takut dan senang yang bercampur menjadi satu. Entah perasaan apa ini, terakhir bertemu dengannya saat aku bimbel di kota Kembang. Dia juga ikut bimbel di tempat yang sama, namun tiba-tiba menghilang setelah 2 minggu berada di kota kembang. Aneh juga saat tiba-tiba hati ini serasa merindukan sosok yang dulu selalu ingin mendekat dirinya padaku.

Setelah kubalas email darinya kulanjatkan membaca email yang lainnya daei milis-milis yang kuikuti, selanjutnya melanjutkan menulis di blog semua cerita yang kulewati beberapa hari ini.

000000000000

 Aku juga sudah lulus
Aku Cuma D3 di Universitas Ibukota
Yah, sekarang aku sudah kerja di sebuah perusahaan swasta di bagian Accounting. Alhamdulillah, bisa bekerja di bagian yang ku sukai.
Oh, ya. Aku dengar dari beberapa teman kalau kamu jadi guru di Yayasan Pendidikan Taman Surga. Tapi aku tidak percaya begitu saja. Akhirnya kutanyakan kepada seorang sepupu yang juga murid di situ. Kamu benar jadi guru di situ. Selamat ya!!
Salam

Kurniawan


 Lagi, aku menerima email dari Kurniawan. Sekarang dia tahu kalau aku menjadi seorang guru di Yayasan Pendidikan Taman Surga. Entah kenapa hati ini sangat ingin membalas email darinya. Langsung kubalas emailnya.

 Selamat ya, kamu bisa kerja di tempat yang kamu sukai.
Iya, aku memang jadi staf pengajar di Yayasan itu. Ha? Sepepumu salah seorang muridku? Siapa??He. Yah, semoga dia tidak membicarakan yang aneh-aneh tentangku. (sedikit parno, kalau murid membicarakan tentang diriku pada orang lain) hehehe
Tetap semangat Ya!!
Salam

Neesha


00000000

Beberapa hari berikutnya, aku menerima email lagi dari Kurniawan.

Iya, sepupuku namanya Nina. Katanya kamu adalah salah satu guru yang mengajar di kelasnya. Oh ya, kamu kenal sama Pak Warman? Dia juga salah seorang kerabatku. Aku dulu pernah jadi muridnya waktu SD. Sampaikan salamku padanya ya! Terima kasih
Kapan-kapan aku boleh main ke rumah kamu kan? He… Nanti kita sambung lagi percakapannya.. Terima Kasih
Salam

Kurniawan

Setelah membaca email dari Kurniawan, aku sedikit kaget karena dia bilang punya saudara yang menjadi salah satu pengajar di Taman Surga. Pak Warman? Iya Pak Warman, kalau tidak salah dia adalah salah satu guru Pendidikan Agama Islam. Pak Warman orangnya sangat lembut, tingginya tak lebih tinggi dariku. Murid-murid sangat menyukainya, karena sifat yang humoris dan pandai menghambil hati murid-murid. Nina, oh ya dia adalah salah satu siswa yang ku ajar di kelas VII-3. Anaknya manis, namun sedikit bandel. Ada saja ulahnya untuk mengambil hati teman-teman maupun gurunya. Aku rasa dia anak yang pintar, namun tidak mau untuk menunjukkan kualitasnya. Aku ingin tahu tentang Kurniawan dari mereka, apalagi dari Pak Warman pastilah gampang untung bertanya padanya.

Hatiku terasa aneh, ada apa ini? Apakah ada yang salah dengan apa yang akan kulakukan? Apakah salah jika aku mencari tahu tentang orang yang pernah menyatakan perasaannya padaku. Apakah salah jika aku begini?

0000000

Siang ini terasa melelahkan, karena tugas mengajar sangat padat. Dari jam 7.30 sampai 13.30 aku melaksanakan tugasku berbagi ilmu dengan murid-muridku. Sedikit terlihat rona letih dari muka ini, badan menginginkan untuk beristirahat sejenak. Kurebahkan badanku di kursi ruang guru, sedikit kupejamkan mata namun saat melihat sosok pria di depanku, aku terperanjat langsung tersadar. Pak Warman, itu dia saudara Kurniawan yang dia ceritakan kepadaku. Aku langsung berdiri, aku berjalan kea rah Pak Warman dan memanggilnya
“Assalamualaikum Pak Warman, boleh bicara sebentar”
“Waalaikum Salam, Ya Bu Neesha, ada apa?”, Jawab Pak Warman
“Saya mau Tanya Pak, Apa bapak punya saudara yang namanya Kurniawan?”, tanyaku langsung kepada pokok persoalan.
“Kurniawan? Kurniawan yang mana? Apa ada cirri yang lebih spesifik?”, Pak Warrman balik bertanya padaku nampak keraguan darinya
“Muhammad Kurniawan Pak, dia sekarang ada di Ibukota dulu kuliah di Universitas Ibukota. Katanya Bapak Warman adalah salah satu keluarganya, apa itu benar pak?”
“Oh.. Si Iwank, iya dia masih saudara dengan saya. Waktu kecil sering belajar dengan saya. Waktu dia kecil, dia adalah anak yang sangat membanggakan. Juara Pidato, Juara Puisi banyak prestasi yang telah diraihnya waktu kecil. Tapi entah kenapa, waktu SMA dia berubah. Dia bukan seperti Iwank yang dulu, tidak seperti Iwank yang saya kenal. Tapi saya sangat bangga saat tahu dia kuliah di Universitas Ibukota. Ah… Kalau ingat dia, saya jadi bahagia. Dia salah satu murid saya yang saya banggakan. Memangnya ada apa Ibu bertanya tentang Iwank kepada saya. Apa ibu mengenalnya juga?”  Nampak mata pak Warman berkaca saat menceritakan tentang Kurniawan kepadaku.
“Iya Pak, saya mengenalnya waktu SMA. Saya satu kelas denganny waktu SMA, beberapa waktu lalu dia menghubungi saya dan bilang kirim salam untuk Bapak.” Jawabku.
“Oh.. Begitu, Waalaikum salam.. Salam balik buat dia ya bu. Semoga Sukses. Oh ya, ada lagi yang mau ditanyakan bu, soalnya saya mesti cepat pulang. Ada urusan keluarga.”
“Tidak Pak, sudah cukup.. Terima kasih ya Pak. Nanti Insya Allah saya sampaikan salamnya” kataku pada Pak Warman
“Ya bu, kalau begitu saya pamit dulu, Assalamualaikum”. Pak Warman berlalu meninggalkanku yang kembali merebahkan diri di kursi.

Pikiranku melayang entah kemana, aku merasa penilaian terhadap Kurniawan beberapa waktu lalu tidak salah. Aku merasa ada sesuatu perasaan yang bergolak, namun aku tak mengerti perasaan apa yang menhampiriku. Aku baru pertama kali merasakan persaan seperti ini.

Entah kenapa aku harus merasa senang setelah tahu kalau Kurniawan bukanlah seperti yang dia tampilkan sewaktu SMA. Kenapa aku harus tenang saat tahu dia punya segudang prestasi di masa kecilnya, apa pengaruhnya bagiku? Apa peduliku padanya, aku belum bisa menerka yang ada dalam hatiku

Komentar

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Dokter di Hermina Bekasi

Nah,  kali ini sempet2in mo nulis pengalaman semalam ke hermina.  Meski udah lama banget pengen tulisin satu2 dokter yg pernah ditemui di hermina.  So far,  hampir sebagian besar saya cocok sm dokter2 yang ada di RS ini.  Meskipun Hermina sekarang udah gak kayak RS dulu yang rasanya lebih nyaman dr segi fasilitas.  Karena sejak berubah jd RS umum,  pelayanannya sepertinya sedikit menurun. Namun,  saya gak bahas soal itu.  Tapi bahas soal dokter aja deh.. Hehe.. Kalo soal dokter bagus nggak bagus sih relatif,  karena dokter itu cocok2an menurut saya.  Gak harus dokter yang bayarannya mahal itu selalu bagus,  n sebaliknya.  Yg penting kita cocok n nyaman sama dokternya,  udah gitu aja, pasti berikut2nya bakalan balik lagi sm dokter itu.  Semoga setelah dibikin review beberapa dokter berikut,  bisa membuat saya tetap mengingat jasa2 mereka...
Pertama,  dokter marly susanti. dokter kandungan. Dokter yang lewat dia saya akhirnya hamil n alhamdulillah lancar sampe lahiran. Keguguran 2x n …

Backpacker Pulau Pari

Hamil Qeena sekitar 5 bulan diajak jalan lagi sama suami. Kali ini yang deket aja sebenernya tp mesti nyebrangin lautan dulu. Yaitu ke pulau Pari di Kepulauan Seribu. Berangkat satu alumni games COC jaman blm ada kakak dulu. Kita jalan sebelum subuh dan subuh di daerah muara angke kalo ga salah. Nuansanya masih nuansa ngantuk tp ternyata udah rameee banget yang ada disana.. Ya, rata2 para wisatawan lokal yang mau berkelana ke kepulauan seribu. Ada banyak pulau yang bisa dinikamati di sana. Tapi kita memilih ke pulau pari. Pulau yang sudah sempat di survey oleh salah seorang rekan suami. 
Habis sholat subuh, para suami mengantri buat dapetin tiket boat dr dinas perhubungan, denger kabar sih kapalnya lebih nyaman mirip speed boat (ntah bener ntah engga, bunda juga ga liat, mirip kapal pesiar gitu katanya, wakaka). Harga tiketnya sedikit lebih mahal tapi ga mahal2 banget juga. Ga sampe 50rb. Trus ternyta utk yang bisa naik ke kapal iu dibatesin dong, cm bs sktr 5orang per pulau. Jadi it…

Hikmah dari sebuah Bunga (cara menumbuhkan kembali bunga yang mati)

Setiap cewe pasti pengen rumahnya tampak indah dengan bunga-bunga. Begitu juga saya. Alhamdulillah akhirnya bisa nyicil rumah. Salut tak terhingga sama suami. Yang jelas kalo keinginan dan usaha kita kuat, insyaAllah pasti ada jalan :). 
Sampelah akhirnya pindah ke rumah baru. Sekitar bulan juli 2012. Inget banget saat itu lagi puasa. Dan  harus bolak balik rumah kontrakan dan rumah baru tuk mindahin barang-barang. Gak kebayang lelahnya. Tapi, alhamdulillah terbayarkan dengan leganya bisa punya rumah dan langsung tidur disana malam itu setelah pasang AC. Jadi inget, saya harus makan buat ama suami, satu bungkus nasi buat berdua. Karena ternyata beli nasinya kurang. Tukang AC nya ada 2 orang ternyata. Ditambah sama adik ipar, akhirnya kurang satu. Jadi deh, makan nasi berdua suami. So sweet banget, tapi masih laper.. Haha...
Tinggal dirumah baru pastinya harus benah-benah n rapi-rapi dulu. Setelah selesai beres-beres, ngerasa ada yang kurang. Yaitu tanaman. Untuk mempercantik dan memperi…