Langsung ke konten utama

Maafkan istrimu 2

Percekcokan tak dapat terbendung disaat suami mengetahui bahwa aku tak betul-betul mau menerima ipar tinggal serumah. Aku sangat mengetahui bagaimana sedihnya hati suami disaat hal itu masih terbahas. Tapi aku betul-betul tak tahu lagi harus berbuat apa.

Demi Allah, aku betul-betul tidak mempermasalahkan dia untuk tinggal dirumah. Tapi dalam keseharian yang tak pernah menemui titik temu membuat aku pusing. Aku hanya bisa berdiam di kamar. Dan dia pun berdiam diri dirumah tanpa mengerjakan sesuatu pun. menonton didepan tv selama berjam-jam. Bermain PS. Yang membuat aku tidak bisa mengerjakan apa-apa. Berhari-hari aku mencoba memaklumi, tapi mungkin nanti berminggu-minggu bahkan berbulan akan seperi ini.

Ya Allah....ingin rasanya berteriak.
Karena memang tak bisa mewujudkan marah padanya. Takut malah makin merusak. Tak tak bisa aku kungkung semua didalam hati atas gaya hidupnya. Untuk memarahi anak yang sudah sebesar itu mungkin sudah tidak waktunya lagi. Tak bisa mengungkapkan rassa marah itu rasanya seperti menahan sebuah beban yang sangat besar...yan sewaktu-waktu akan menghantam diri ini.
Ya Allah....aku seperti ini karena aku ingin lebih tegar dan sabar mengaadapi sikapnya
Aku seperti ini bukan karena aku benci padanya
Justru karena aku sayang padanya sebagai adik, aku tak bisa melihatnya melakukan hal-hal yang menurutku tidak sepantasnya. Demi Allah...aku sama sekali bukan membencinya, tapi dengan sikapnya....
Ingin rasanya menasihati, tapi rasanya diri ini sudah melempem duluan ketika mengingat dia tak pernah menghiraukan aku sewaktu berbicara mengingatkan...
Sikap lempeng dan rasa tak bersalahnya kadang membuat ku makin kesal.
Meskipun kadang aku teriba olehnya. Merasa kasihan, karena itu adalah rumah kakaknya. Dia sedang kuliah dan pastinya disana dia harusnya menetap. Tapi aku betul-tak tahu lagi bagaimana menentukan sikap. Tak tahu lagi cara tuk mengungkapkannya. Pundak ini sudah telanjau kaku. Kelu. Rasa tak ada aliran darah lagi dalam tubuh ini. Seperti hanya racun yang ada.

Dan akhirnya. Aku pun ingin lari dari rumah, setelah tak sanggup melihat 2 hal yang sangat kontras yang harus kuhadapi. ingin sedikit menghirup udara segar Aku betul-betul tak sanggup. Harus menahan, tapi tubuh ini terlanjur tak sanggup menopangnya. Sebelum aku terkapar dengan kekusutan pikiran yang kuhadapi. Maka setelah aku menceritakan pada suami. Suami terlihat sangat terbebani pikirannya. Dan akupun mengambil keputusan untuk pergi dari rumah. dengan kondisi seperti itu malah akan membuatku makin tak sanggup.

Lari sejauh mungkin... Karena tak bisa melihat keletihan pada wajah suami yang akhirnya membuat dia menangis dihadapanku. Aku tak sanggup melihat rasa sedih suami membuat keputusan untukku dengan mengusirnya dari rumah. Aku betul-betul tak sanggup. Dari pada melihat kesedihan mendalam pada suami. Aku siap menerima apapun resikonya. Karena aku tahu bahwa suamiku sangatlah menyayangi adik-adiknya. Sangat perhatian. Aku yakin hal itu tak kan sanggup dia lakukan. Karena akupun tahu bahwa itu salah satu bentuk tanggung jawabnya pada adik-adiknya...

Disini aku terdiam. 2 hal yang sangat kontras. Kadang aku terlihat seperti orang yang labil. Tidak pendirian. Karena aku lebih memilih mendukung suamiku atas tanggung jawabnya. Membahagiakannya. Aku tahu itu.

Yang menjadi permasalahan buatku, hanya bagaimana bisa menerima dan membimbing adik iparku itu dengan sepenuh hati.

Meskipun itu sulit. Karena diriku adalah orang yang tak bisa melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan pikiran terjadi di depan mata. Dan aku juga sangat sulit untuk memendam rasa kesal pada seseorang.

Sampai saat ini, akupun belum tahu jawabannya...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Dokter di Hermina Bekasi

Nah,  kali ini sempet2in mo nulis pengalaman semalam ke hermina.  Meski udah lama banget pengen tulisin satu2 dokter yg pernah ditemui di hermina.  So far,  hampir sebagian besar saya cocok sm dokter2 yang ada di RS ini.  Meskipun Hermina sekarang udah gak kayak RS dulu yang rasanya lebih nyaman dr segi fasilitas.  Karena sejak berubah jd RS umum,  pelayanannya sepertinya sedikit menurun. Namun,  saya gak bahas soal itu.  Tapi bahas soal dokter aja deh.. Hehe.. Kalo soal dokter bagus nggak bagus sih relatif,  karena dokter itu cocok2an menurut saya.  Gak harus dokter yang bayarannya mahal itu selalu bagus,  n sebaliknya.  Yg penting kita cocok n nyaman sama dokternya,  udah gitu aja, pasti berikut2nya bakalan balik lagi sm dokter itu.  Semoga setelah dibikin review beberapa dokter berikut,  bisa membuat saya tetap mengingat jasa2 mereka...
Pertama,  dokter marly susanti. dokter kandungan. Dokter yang lewat dia saya akhirnya hamil n alhamdulillah lancar sampe lahiran. Keguguran 2x n …

Backpacker Pulau Pari

Hamil Qeena sekitar 5 bulan diajak jalan lagi sama suami. Kali ini yang deket aja sebenernya tp mesti nyebrangin lautan dulu. Yaitu ke pulau Pari di Kepulauan Seribu. Berangkat satu alumni games COC jaman blm ada kakak dulu. Kita jalan sebelum subuh dan subuh di daerah muara angke kalo ga salah. Nuansanya masih nuansa ngantuk tp ternyata udah rameee banget yang ada disana.. Ya, rata2 para wisatawan lokal yang mau berkelana ke kepulauan seribu. Ada banyak pulau yang bisa dinikamati di sana. Tapi kita memilih ke pulau pari. Pulau yang sudah sempat di survey oleh salah seorang rekan suami. 
Habis sholat subuh, para suami mengantri buat dapetin tiket boat dr dinas perhubungan, denger kabar sih kapalnya lebih nyaman mirip speed boat (ntah bener ntah engga, bunda juga ga liat, mirip kapal pesiar gitu katanya, wakaka). Harga tiketnya sedikit lebih mahal tapi ga mahal2 banget juga. Ga sampe 50rb. Trus ternyta utk yang bisa naik ke kapal iu dibatesin dong, cm bs sktr 5orang per pulau. Jadi it…

Hikmah dari sebuah Bunga (cara menumbuhkan kembali bunga yang mati)

Setiap cewe pasti pengen rumahnya tampak indah dengan bunga-bunga. Begitu juga saya. Alhamdulillah akhirnya bisa nyicil rumah. Salut tak terhingga sama suami. Yang jelas kalo keinginan dan usaha kita kuat, insyaAllah pasti ada jalan :). 
Sampelah akhirnya pindah ke rumah baru. Sekitar bulan juli 2012. Inget banget saat itu lagi puasa. Dan  harus bolak balik rumah kontrakan dan rumah baru tuk mindahin barang-barang. Gak kebayang lelahnya. Tapi, alhamdulillah terbayarkan dengan leganya bisa punya rumah dan langsung tidur disana malam itu setelah pasang AC. Jadi inget, saya harus makan buat ama suami, satu bungkus nasi buat berdua. Karena ternyata beli nasinya kurang. Tukang AC nya ada 2 orang ternyata. Ditambah sama adik ipar, akhirnya kurang satu. Jadi deh, makan nasi berdua suami. So sweet banget, tapi masih laper.. Haha...
Tinggal dirumah baru pastinya harus benah-benah n rapi-rapi dulu. Setelah selesai beres-beres, ngerasa ada yang kurang. Yaitu tanaman. Untuk mempercantik dan memperi…