Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2013

Sabtu, 31 Agustus 2013

Pagi-pagi nelpon rumah sakit buat periksa ke salah satu dokter. Nelpon berkali-kali hanya ada nada tunggu, pas diangkat pun disaat mau mendaftar ternyata diputus dari seberang. Telpon lagi, dan akhirnya dapat nomor antrian 21. Nomor 21??? Gubrak deh. Udah nelpon sepagi ini tetep aja dapat nomor antrian diatas 20. Aih...rada-rada kesal. Jadi harus nelpon kapan sih? Biar bisa dapat nomor antrian dibawah 10? Padahal kemaren coba telpon pas sore, ternyata dari sana meminta untuk menelpon besok aja, karena lagi online katanya. Gak ngerti, apanya yang online? Apa operatornya lagi online di komputer untuk buka semacam sosmed gitu? Au deh...

Untuk Anakku Nanti

Bismillah...
Nak, saat ini adalah saat-saat kami begitu merindukan kehadiranmu..
Saat dimana kami telah terngiang-ngiang akan suara dan tangismu.
Namun, engkau masih belum ada di dunia ini.. Hanya kami... Ayah dan Bunda mu yang selalu menantikan sosok mungilmu diantara kami... Nak, begitu banyak harapan dan impian kami dalam menyambut kehadiranmu...
Hingga kami tak ingin menyambutmu dalam keadaan yang tak bisa membahagiakanmu kelak..
Namun, dirumah yang kecil ini. Yang Ayah belikan untuk kita...untuk belajar dan bermain denganmu... Nak, apa kamu tahu? Hari ini hampir 2 tahun Ayah dan bunda menikah... Namun, engkau masih malu-malu untuk datang ke rumah ini. Rumah yang telah siap dalam menyambut kedatanganmu. Tapi, kamu tahu tidak, nak?
Kata ayah, dia tak ingin membawamu keluar rumah dengan sepeda motor. Kata ayah, dia hanya ingin membawamu berjalan-jalan dengan kendaraan yang beratap di atasnya. Agar engkau tak kepanasan dan kehujanan. Mungkin karena itu engkau belum hadir dalam hidup…

Menjelang 2 Tahun Pernikahan

Udah hari jumat aja. Bener-bener gak kerasa. Hari minggu ini tepat 1 September 2013. Dua tahun sudah kami hidup bersama melewati suka dan duka.Waktu begitu cepat berjalan. Jika diingat-ingat rasanya baru kemaren. Tapi sungguh tak terasa. Meskipun kami masih belum diberi kepercayaan untuk merawat dan membesarkan anak. Aku sangat yakin, suatu saat nanti disaat yang tepat Allah akan memberikan kami malaikat kecil dan mungil di rumah ini. Mungkin saat ini bukanlah waktu yang ditakdirkan bagi kami untuk memiliki seorang anak. Allah Maha tahu mana yang terbaik untuk hambaNya. Sedangkan kita, seorang manusia yang sangat kecil hanya bisa menebak-nebak apa hikmah yang ada dibalik ini semua.Berawal dari kehamilan yang tidak terdeteksi dan tidak disadari. Berlanjut dengan abortus iminens dan kuretase.
Bulan-bulan berikut yang memang tak mudah. Kegagalan demi kegagalan tetap terjadi. Pendarahan, tiup rahim. Hingga akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja.Namun semangat tak kan pernah putus sam…

Ada sesuatu yang aneh...

Ada sesuatu yang aneh yang aku rasakan akhir-akhir ini. Sepertinya daya tahan tubuh menurun. Beberapa kali merasa lemas dan pusing. Semalam bahkan sulit untuk bisa menggerakkan anggota badan. Seperti yak bertenaga. Atau lebih tepatnya seperti seseorang yang baru saja mendonorkan darahnya. Sehingga butuh waktu beberapa menit untuk bisa stabil.Apakah karena tensi ini menurun drastis sehingga bisa membuatku drop? Entahlah... yang jelas aku berharap ini bukan suatu hal yang menakutkan. Semoga hanya penurunan tensi biasa. Dan bisa dinormalkan kembali dengan banyak makan dengan gizi seimbang. Semoga.Sepertinya sulit juga untuk bisa terus menerus dengan kondisi seperti ini. Aku merasa jadi seseorang yang tak berguna bagi suami. Tak bisa berbuat banyak untuknya. Ya Allah sembuhkanlah aku. Jauhkanlah kami dari segala macam penyakit baik ringan maupun berat.
Dan karuniakanlah kami putera dan puteri yang sholeha ya Allah...aamiin..

Suami terhebat...

Sedih...hingga saat ini masih melow dengan apa yang dilakukan suami pada diri ini. Dia terlalu baik. Bahkan membuat diri ini slalu tak bisa menahan keluarnya air mata. Terharu melihat semua yang ia korbankan untukku.
Sedih, karena diri ini belum bisa memberikan dia kebahagiaan. Di sudut matanya yang sangat menyejukkan hati. Aku slalu melihat harapan. Harapan dan kebahagiaan yang ingin dimilikinya. Harapan akan hadirnya sosok tangan-tangan kecil untuknya...tangisan seorang bayi yang menandakan dia telah menjadi seorang Ayah....
Meskipun dia sebenarnya telah menjadi seorang Ayah dari anak yang tak pernah lahir ke dunia. Hanya gugur bersama butiran-butiran darah dari rahimku. Ya, dialah sosok Ayah yang akan dipanggil oleh anakku nanti...
Namun sayang, hingga sekarang rahim ini masih lemah untuk bisa menjadi rumah bagi calon anakku. Meskipun dia tak pernah bilang dan menuntutku untuk segera di beri anak. Tapi diri ini justru semakin sedih disaat melihat ketegarannya dalam menenangkanku di se…

Beruntungnya, Anugerah

Alhamdulillah...Ya Allah, Kau anugerahkan nikmat yang sangat berharga bagi hidupku Kau berikan kasih sayangmu melalui dirinya Suami yang slalu mencurahkan kasih sayangnya Suami yang begitu perhatian dan sabar Suami yang begitu baik dan bijaksana Dialah imamku... Imam yang akan menuntunku ke SyurgaMu Meski dia tak sesempurna para NabiMu Namun bagiku, dialah malaikat dalam hidupku
Ya Allah, karuniakan dia sehat dan bahagia Limpahkanlah rezki yang halal dan berkah Mudahkanlah segala urusan-urusannya Tenangkanlah hati dan jiwanya
Jadikan dia pemimpin bagi kami di keluarga ini Yang menciptakan sakinah mawaddah dan rahmah di rumah kami
Ya Allah... Izinkan hamba untuk bisa memberikan keturunan yang sholeh dan sholehah untuknya Izinkan hamba untuk bisa memberinya bahagia Izinkan hamba untuk slalu bisa memeluk dan mencium badannya Melihat wajah dan senyumnya Sebelum Engkau memanggilku...izinkan aku tuk bisa meraih syurgaMu bersamanya... Izinkan hamba untuk bisa slalu bersamanya hingga di syurgaMu
Ya Allah...aku sun…

Ngerasa gak berarti

Pernah gak sih, ngerasain hidup ini gak berarti? Ngerasa gak dianggap ada. Ataupun ngerasa tidak lagi dibutuhkan. Bahkan oleh orang yang kita cintai tentunya. 
Kalo pernah, apa yang bisa perbuat dengan kondisi seperti itu? Apa itu hanya perasaan belaka?  mungkin kita lagi melow sewaktu itu. Sedang dalam kondisi sensitif tingkat tinggi. Sebenarnya kondisi kayak gitu sangat gak nyaman banget. Sangat menyakitkan hati. Apalagi hal itu dilakukan oleh orang yang kita sayangi. Kalo dibiarkan berlama-lama, perasaan itu mungkin akan mengendap dan menumpuk menjadi bongkahan-bongkahan kettidaksenangan. Yang akhirnya bisa meluap dan menjadi malapetaka.
Ceritanya mulai gak jelas... :)))
Mungkin ada hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi hal ini. Pertama, kita alihkan pikiran pada hal-hal yang positif. Yang membuat kita bahagia. Merasa lebih dihargai bersama orang-orang tercinta
Kedua, ingat selalu kebaikan mereka. Karena mungkin kita aja yang salah menafsirkan maksud dari kejadian-kejadiannya. 
Ketig…

Selamat pagi...

Selamat pagi dunia.... Sekarang weekend nih. Seneng banget. Meskipun suami pulangnya udah larut semalam. Tapi gapapa deh, yang penting seneng,...hehehee
Okay, pagi ini udah beres nyuci n nyapu rumah. Jemur kain juga udah. Palingan cuma strikaan yang masih belum kepegang. Pokonya target sebelum mudik yaitu urusan per-kain-an selesai... (Rada aneh nulis per"kain"an, jd inget perkawinan, cuma beda "w" aja)
Seminggu kemaren semangat banget menyelesaikan setrikaan yang menggunung. 4 ember gede bisa terselesaikan dalam 2 hari. Prestasi yang cukup membanggakan.
Pagi ini, suami sibuk buka-buka laptop. Lagi semangat Nyari bahan untuk tugas akhirnya. Seneng banget ngelihatnya. Semoga bisa lancar sampe akhir. Aamiin... Pas denger suami ganti pembimbing kemaren, rasanya pengen jingkrak-jingkrak dalam hati. Seneng banget. Mudah-mudahan ini awal dari kemudahan untuk langkah selanjutnya. Meskipun gak boleh boleh terlalu senang dulu. Sebelum semuanya mencapai titik finish. Harus teta…

Suami pulang malam, sendiri again...:-)

Sampe jam segini, suami masih belum pulang. Setiap awal bulan closingnya kayak gini nih. Sampe larut malam belum pulang-pulang. Mana mata gak bisa tidur kalo sendirian gini. Aneh banget deh guehhh.... Tapi demi sesuap nasi, aku harus mendukung suami untuk tetap semangat!!!! Heheh....Mudah-mudahan bentar lagi pulang :-)

Berbuka sendiri

Udah siang mendekati sore saat pulang dari tanah abang. Nyampe rumah pengennya langsung tidur. Soalnya di bus tadi berkali-kali mau tidur tapi gabisa-bisa. Pas berangkat, berdiri. Pas pulang kebangun terus sama pengamen. Padahal ngantuk berat.
Nyampe di rumah, bukannya jadi tidur tapi makin gabisa tidur..hehee. Ntar malam kayaknya bisa pulas tidur nih. Sama kasur baruu.. (Hehee, lagi2 pamer kasur baru).
Sekarang udah mendekati waktu berbuka. Di rumah gak ada apa-apa. Dan malas masak juga. Soalnya suami hari ini buka di kantor. Buka sendiri deh....:-(
Asli gak enak banget di rumah sendiri, apalagi menjelang waktu berbuka. Sepi banget. Sendiri sepi aku benci...tiada yang menemani. Suami buka sendiri... *lebay kumat*
Gatau juga mo makan apa. Dari tadi pikiran gak jelas kemana-mana. Yang jelas besok waktunya ke dokter dan habis itu pengen ke pondok.
H-5 mudik... Gatau apa yang ada di pikiran tentang mudik... Kepikiran terus. Mudah-mudahan bisa menutupi kesedihan pas nyampe kampung. Hmmhhh.... …

Blogger for ipad and iphone

Asikk...senengnya ada fitur baru di ipad. Bisa nulis dengan leluasa di blog, tanpa harus buka chrome atau safari yang bikin ribet. Tampilannya sederhana, tapi mudah dipelajari. Pokonya lebih leluasa deh.
Mudah-mudahan dengan memulainya niat menulis ini bisa memunculkan ide-ide brilliant yang bisa bermanfaat nantinya...:-)
Baiklah, sekian dulu tulisan gak penting malam ini. Saatnya menikmati kasur baru yang udah datang maghrib tadi. Dengan ngos-ngosan seorang bapak tua tadi mengetok pintu rumah. Sepertinya habis berlari-lari. Pusing nyari rumah kayaknya...hehee....
Okay, mari menikmati kasur baru n bantal baruuu....empukkk...😁

Kasur Baru

Beli Kasur Sabtu lalu di salah satu mall bekasi. Janjinya sih barang diantarkan hari rabu. Tapi sampe rabu malam tu kasur masih belum nongol-nongol...

hiuff..gagal sudah rencana ke tanah abang. Demi menunggu kasur baru. Dan sampai detik ini, Kamis masih belum ada kabar. Tadi pas ditelpon sudah dalam pengantaran. Dikasi nomor supirnya. Pala puyeng n rada mual. Gatau apa karena masuk angin atau karena makan gak teratur. Yang jelas perut rasanya gak enak banget. Mana jam segini masih belum tau apa yang mo di masak. Soalnya di kulkas cuma ada berbagai macam sayur....wkwkwk.

Lupa beli lauk. Tapi sebenarnya juga gatau mau beli lauk apa n masak apa. Bingung. Apa bosan ya? Masaknya itu ke itu aja. hmmhhh...

Rasanya pengen gak pulang aja...

Sedih... Ya pastilah sedih melihat postingan itu. Mungkin masing-masing orang punya sikap yang berbeda-beda saat mengalami kejadian yang sama. Tapi, aku hanya bisa merasakan sedih ketika melihatnya.

Hari itu papa posting foto buka bersama keluarga di kampung. Mulai dari mama, nenek, kakak dan adik beserta cucu-cucu berkumpul semua. Bahagia sepertinya. Dan aku pun bahagia melihat wajah-wajah semua keluarga yang sangat gembira.

Tapi, mengapa hati ingin menangis sekuat-kuatnya? Tak tahu apa karena rindu akan semuanya, sehingga juga ingin kumpul bersama.

Atau karena aku tidak ada disana?
Mengapa foto itu diposting?

Sedangkan masih seorang anak yang lain di pulau yang berbeda. Tidakkah aku dianggap lagi sebagai seorang anak? Tidakkah ada rasa rindu mereka padaku?

Tak beberapa lama kemudian. Di pertengahan juli, papa kembali mengupload sebuah foto yang membuat hati ini makin teriris-iris. Foto penyerahan hadiah dari kakak dan ipar pada adikku yang baru saja melahirkan anak kembar. Mungkin i…