Langsung ke konten utama

Waktu

Bismillah...
Pagi semua. Sekarang udah hari kamis aja. Besoknya jumat trus sabtu n minggu lagi deh. Sepertinya gak henti-henti saya menghitung hari. Menghitung hari-hari yang telah lewat. Menghitung hari-hari yang telah kuhabiskan. Bagian mana yang bisa kupergunakan dengan baik dan bagian mana yang tidak. Semuanya harus kembali di evaluasi agar di waktu yang akan datang bisa lebih mengoptimalkan waktu.

Ya, hari ini kita berbicara tentang waktu. Waktu yang setiap harinya seakan berlari, dan sepertinya tak mengenal lelah. Disaat kita tertidur, bermalas-malasan atau melakukan hal-hal yang tidak berguna. Kita sama sekali tak sadar, disaat itulah sang waktu terus berlari meninggalkan kita. Kadang serasa tak percaya. ternyata kita sudah berada di penghujung waktu. Bagi seorang manusia yang ingin memiliki manfaat dalam hidupnya, yang ingin menorehkan karya terbesarnya disaat hidup, pastilah sangat tak ingin diperbudak waktu, dipermainkan oleh waktu. Karena hal itu akan berbuah penyesalan di kemudian hari. Hanya akan membuat kita bertanya dan menyesal di penghujung waktu. Mengapa dulu saya tak begini? Mengapa saya dulu tak memanfaatkan waktu di masa muda? Karena yang tak dapat kembali adalah masa lalu. Yang harus dilakukan adalah masa sekarang, dan yang harus diraih adalah masa depan. Mengapa kita harus menyia-nyiakannya? Ingat, waktu tak kan pernah kembali.

Satu lagi, mungkin karena sangat ingin sekali memiliki seorang buah hati, maka dari hari kehari tak sengaja menghitung waktu. setiap bulannya tetap menghitung waktu. Makanya sangat terasa sekali bahwa waktu terus berjalan. Ingat!!! Sekarang umurku sudah 27 tahun. Itu bukanlah umur yang muda lagi. Sangat bersyukur sampai detik ini masih diberikan nafas dan kesempatan untuk hidup. Jika Allah memberi aku umur hingga 30 tahun, berarti sisa hidupku tinggal 3 tahun. Jika Allah memberiku umur sedikit panjang. Mungkin 50 tahun, berarti sisa umurku tinggal 23 tahun lagi. Sangat singkat bukan? Untuk sampai di usia 27 tahun ini saja tak terasa apalagi dengan waktu yang 23 tahun. Pertanyaannya sekarang, Apa yang sudah kusiapkan untuk bekalku di akhirat nanti? Apa hal besar yang sudah kulakukan untuk keluargaku? Prestasi apa yang sudah kucapai? Begitu banyak pertanyaan yang harusnya slalu kita letakkan di depan mata kita. Sehingga semua pertanyaan-pertanyaan itu bisa membuat kita untuk terus berlari, hingga waktu tak sanggup lagi mengejar kita. Kuncinya, KITA HARUS MEMILIKI TUJUAN DAN MISI DALAM HIDUP.

Apa tujuan kita hidup?
Apa hal yang ingin kita raih dalam hidup?
Apa yang ingin kita lakukan?

Mmmm.... Sepertinya harus lebih spesifik.
Umur berapa saya ke tanah suci?
Umur berapa saya sudah bisa melakukan ibadah kurban secara rutin?
Umur berapa saya bisa membangun keluarga yang disiplin, berilmu, berwawasan, berakhlak, beragama hingga memiliki target dan bisa menentukan hidup? (Hal ini tentu butuh PERSIAPAN YANG MATANG, agar dapat mempersiapkan ilmu untuk menciptakan generasi yang unggul). Meskipun hari ini belum memiliki anak, maka hal ini bisa menjadi poin penting sehingga waktu untuk mempersiapkannya bisa lebih banyak. Maka, berjuanglah...
Umur berapa saya bisa menikmati hidup bersama suami dengan menikmati hasil kerja?
Umur berapa saya sudah bisa memberikan bantuan untuk keluarga dan orang sekitar?
Umur berapa saya memiliki mobil? Atau sebuah kendaraan yang bisa membantu transportasi?
Umur berapa saya sudah bisa berinvestasi di dunia dan akhirat?
Umur berapa saya bisa dengan menyelesaikan semua hal di atas, fokus dengan ibadah dan terlepas dari kesibukan dunia.

Sangat banyak target yang harus kita capai. Tentunya semua target itu harus kita tuliskan. Terutama di tulis dalam pikiran dan hati. Tanamkan dan WUJUDKAN....



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Dokter di Hermina Bekasi

Nah,  kali ini sempet2in mo nulis pengalaman semalam ke hermina.  Meski udah lama banget pengen tulisin satu2 dokter yg pernah ditemui di hermina.  So far,  hampir sebagian besar saya cocok sm dokter2 yang ada di RS ini.  Meskipun Hermina sekarang udah gak kayak RS dulu yang rasanya lebih nyaman dr segi fasilitas.  Karena sejak berubah jd RS umum,  pelayanannya sepertinya sedikit menurun. Namun,  saya gak bahas soal itu.  Tapi bahas soal dokter aja deh.. Hehe.. Kalo soal dokter bagus nggak bagus sih relatif,  karena dokter itu cocok2an menurut saya.  Gak harus dokter yang bayarannya mahal itu selalu bagus,  n sebaliknya.  Yg penting kita cocok n nyaman sama dokternya,  udah gitu aja, pasti berikut2nya bakalan balik lagi sm dokter itu.  Semoga setelah dibikin review beberapa dokter berikut,  bisa membuat saya tetap mengingat jasa2 mereka...
Pertama,  dokter marly susanti. dokter kandungan. Dokter yang lewat dia saya akhirnya hamil n alhamdulillah lancar sampe lahiran. Keguguran 2x n …

Backpacker Pulau Pari

Hamil Qeena sekitar 5 bulan diajak jalan lagi sama suami. Kali ini yang deket aja sebenernya tp mesti nyebrangin lautan dulu. Yaitu ke pulau Pari di Kepulauan Seribu. Berangkat satu alumni games COC jaman blm ada kakak dulu. Kita jalan sebelum subuh dan subuh di daerah muara angke kalo ga salah. Nuansanya masih nuansa ngantuk tp ternyata udah rameee banget yang ada disana.. Ya, rata2 para wisatawan lokal yang mau berkelana ke kepulauan seribu. Ada banyak pulau yang bisa dinikamati di sana. Tapi kita memilih ke pulau pari. Pulau yang sudah sempat di survey oleh salah seorang rekan suami. 
Habis sholat subuh, para suami mengantri buat dapetin tiket boat dr dinas perhubungan, denger kabar sih kapalnya lebih nyaman mirip speed boat (ntah bener ntah engga, bunda juga ga liat, mirip kapal pesiar gitu katanya, wakaka). Harga tiketnya sedikit lebih mahal tapi ga mahal2 banget juga. Ga sampe 50rb. Trus ternyta utk yang bisa naik ke kapal iu dibatesin dong, cm bs sktr 5orang per pulau. Jadi it…

Hikmah dari sebuah Bunga (cara menumbuhkan kembali bunga yang mati)

Setiap cewe pasti pengen rumahnya tampak indah dengan bunga-bunga. Begitu juga saya. Alhamdulillah akhirnya bisa nyicil rumah. Salut tak terhingga sama suami. Yang jelas kalo keinginan dan usaha kita kuat, insyaAllah pasti ada jalan :). 
Sampelah akhirnya pindah ke rumah baru. Sekitar bulan juli 2012. Inget banget saat itu lagi puasa. Dan  harus bolak balik rumah kontrakan dan rumah baru tuk mindahin barang-barang. Gak kebayang lelahnya. Tapi, alhamdulillah terbayarkan dengan leganya bisa punya rumah dan langsung tidur disana malam itu setelah pasang AC. Jadi inget, saya harus makan buat ama suami, satu bungkus nasi buat berdua. Karena ternyata beli nasinya kurang. Tukang AC nya ada 2 orang ternyata. Ditambah sama adik ipar, akhirnya kurang satu. Jadi deh, makan nasi berdua suami. So sweet banget, tapi masih laper.. Haha...
Tinggal dirumah baru pastinya harus benah-benah n rapi-rapi dulu. Setelah selesai beres-beres, ngerasa ada yang kurang. Yaitu tanaman. Untuk mempercantik dan memperi…