Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2013

Mudahkanlah urusan kami

Bismillah...Ya Allah...diri ini rasanya lelah...letih... Lemah tak berdaya dan hanya bisa pasrahkan ini semua padaMu Tak sanggup rasanya beban ininterus menerus kupendam dalam perasaan... Tak tega pula rasanya, menambah beban dipundak suami dengan melihatkan kesedihan... Rasanya hari ini beban itu kembali terasa berat. Mendengar tawa dan obrolan orang di luar saja, hati ini rasanya menggerutu. Kepala pusing tak tahu apa yang dipikir dan dirasa. Tapi aku hanya ingin orang-orang yang diluar segera berhenti menyalakan dua media sekaligus... Pusiing..bener2 pusing. Hati benar2 lelah..ingin rassanya berteriak pada orang yang di luar....diam!!! Tak kuasa rasanya menyuruh mereka mematikan atau sekedar mengecilkan volume yang mereka hidupkan. Belum lagi rasanya hati gondok karena mereka menyalakan tv dengan volume lumayan bersamaan dengan nyetel musik di laptop... Pekak....telinga ini serasa ingin pecah bersamaan dengan kepala...
Tidakkah mereka sedikit berpikir dan paham setidaknya kondisi kami. Pe…

Do’a

Barusan ibu suami telepon. Ternyata suami udah terlebih dahulu ngasih penjelasan lewat telepon ke ibunya tentang skripsi yang tadi. Ternyata cuma aku yang berputar-putar dalam pikiran yang gak jelas juntrungannya. Berkunang-kunang deh kepala. Tapi gak apalah, aku berharap tetap yang terbaik bagi suami. Apapun ktu, meski aku mungkin jadi orang yang terakhir tahu. Gak masalah, apapun sedih dan resah yang kurasa, cukup aku dan Dia yang tahu. Mungkin do'a orang tua itu memanglah yang terbaik. Dan semakin banyak yang mendo'akan suami semakin bagus. Karena kita gak tahu, dari mulut siapa Allah akan mengabulkan do'a untuknya. Mudah-mudahan lancar-lancar ajah. We loved u. We loved u ever after.
For my husband: semoga bisa lebih sedikit mengerti resah dan gelisah yang istrimu rasakan ini, bukan semata karena ketidaktenangan. Karena hanya berupa hal ini aku bisa memberikan dirongan dan kekuatanku padamu. Meski kekuatan ku satu-satunya dan yang terakhir hanyalah seuntai do'a...

Bismillah...

Susah kalo dikira macam-macam sama orang lain. Gak enak n gak nyaman banget rasanya. Bener deh... Hiufff...
Udah ah, yang penting sekarang fokus dulu aja buat mengahadapi ujian. Mudah-mudahan bisa memberikan yang terrbaik. Gak diremehin orang lagi. Gak dianggap pengambil hak orang lagi. Gak dikira macam-macam lagi. Aamiin... Bismillah... Bantu hamba ya Allah..

Ternyata

Barusan, baru mulai bisa sedikit tenang. Gak tahu kenapa suami tak sedikitpun memberikan penjelasan yang bisa menenangkan ku. Cuma menulis pesan singkat yang mengatakan bahwa "udah bisa". Apa yang udah bisanya juga gak jelas. 
Sms awal yang ditulis suami cuma pesan singkat, "udah gak bisa". Yang pastinya itu brati skripsinya udah gak bisa diteruskan dan dia gak bisa sidang. Kuberanikan untuk menelepin sebentar. Gak ada penjelasan yang membuat pikiran lebih tenang. Akhirnya kuputar otak cepat untuk nyari solusi apa yang bisa dijalankan secara cepat. Air mata tak bisa lagi kutahan, karena hal itulah yang sangat aku harapkan bisa tercapai dari suami. Tapi suami tak sedikitpun membalas semua pesan solusi yang kukira bisa membantunya hari itu. Sempat terbesit sesal, mengapa aku tidak menemaninya hari itu? Mengapa aku tak ikut saja tadi pagi? 
Berusaha tenang. Sholat dhuha. Berdo'a. Berusaha mengerti sms terakhir suami yang hanya bilang bahwa udah bisa. Disatu sisi ada…

Apa ini

Doh...jadi serba dalah. Apa ini? Astaga. Apa gue lagi sensi atau emang kayak gini adanya?Dulu gue pernah dinasehatin sama tante gue, hidup bersama suami dan keluarganya itu cuma ada 2 hal yang akan terjadi. Kalo gak kita yang cemburu sama suami yang sangat mementingkan keluarganya. Kalo gak, kita yang dicemburui keluarga suami karena ngerasa suami terlalu sayang sama istrinya.bgak mentingin keluarga.
Astaga, apa salah gue. Selama ini mereka-mereka tahu gak apa yang terjadi di keluarga gue? Mereka tahu gak bagaimana kehidupan gue ama suami? Yang kadang mesti berpuasa atau menahan nafsu untuk beli ini dan itu biar keuangan bisa stabil. Tapi ini kenapa? Apa gue ngabisin uang suami? Enggak toh. Apa gue memonopoli suami? Gak juga? Apa gue nuntut suami biar sayang gue doang n ngelupain keluarganya? Na'udzubillah. Ternyata benar kata tante, gue ngerasainnya. Tapi gue ngerasain dua-duanya. Yaitu cemburu dan dicemburui.
Meskipun berusaha agar tetap bisa memahami suami dan mendukung dia, menc…

Hikmah dari sebuah Bunga (cara menumbuhkan kembali bunga yang mati)

Setiap cewe pasti pengen rumahnya tampak indah dengan bunga-bunga. Begitu juga saya. Alhamdulillah akhirnya bisa nyicil rumah. Salut tak terhingga sama suami. Yang jelas kalo keinginan dan usaha kita kuat, insyaAllah pasti ada jalan :). 
Sampelah akhirnya pindah ke rumah baru. Sekitar bulan juli 2012. Inget banget saat itu lagi puasa. Dan  harus bolak balik rumah kontrakan dan rumah baru tuk mindahin barang-barang. Gak kebayang lelahnya. Tapi, alhamdulillah terbayarkan dengan leganya bisa punya rumah dan langsung tidur disana malam itu setelah pasang AC. Jadi inget, saya harus makan buat ama suami, satu bungkus nasi buat berdua. Karena ternyata beli nasinya kurang. Tukang AC nya ada 2 orang ternyata. Ditambah sama adik ipar, akhirnya kurang satu. Jadi deh, makan nasi berdua suami. So sweet banget, tapi masih laper.. Haha...
Tinggal dirumah baru pastinya harus benah-benah n rapi-rapi dulu. Setelah selesai beres-beres, ngerasa ada yang kurang. Yaitu tanaman. Untuk mempercantik dan memperi…

Keajaiban sedekah...

Sebelum memulai cerita, ada dua intermezo dulu. Yang pertama, mo mnyampaikan aja kepada pembaca bahwa blog ini murni untuk bercerita. Dari kisah-kisah yang didengar ataupun di baca. Karena sumbernya gak akan saya cantumkan kalo ceritain ulang, sebab sudah lupa. Jadi kalo ada yang udah pernah dengar cerita-cerita ini. Boleh dishare lagi kok. Kali aja bisa manfaat buat pembaca lainnya.^^. Dan yang ada sumbernya, nanti saya akan share juga di blog ini. 
Yang kedua, kenapa saya ingin menceritakan hal ini. Karena kemaren sempat chat dengan seorang teman yang mengingatkan saya akan suatu hal. Yaitu tentang sedekah. Hal yang sudah sangat lama saya pelajari tapi sampai sekarang masih sulit saya lakukan. Bukan karena semata-mata mementingkan urusan sendiri dan melupakan tabungan pahala di akhirat. Tapi hanya karena memang belum diberikan rezeki yang banyak berupa uang real yang kami punya. Jadilah, hanya bisa menginfakkan sedikit-sedikit dari sisa uang yang ada. Meskipun untuk berinfai atau ber…

Menjalankan niat

Alhamdulillah, setelah semalam sedikit bercerita sama suami. Akhirnya suami menyeutujui dan mendukung niatku. Meski semalam ceritanya gak jelas gatau arah dan tujuannya. Tapi, akhirnya bisa bercerita sampai ke pointnya. Terrlihat jelas banget di wajah suami smalam, kalo dia beberapa mali mengernyitkan dahinya. Seperti bingung dan ingin segera aku langsung berbicara ke pokok permasalahannya. Jangan cerita panjang lebar gtu..haha....
Tapi ya gitu deh, ya namanya aja cewe. Wanita itu biasanya lebih senang menjelaskan dulu persoalan hingga sampai ke inti pokok permasalahannya. Mungkin bagi sebagian besar pria terlihat berbelit-belit. Ga jelas gak tentu arah. Tapi cara itu satu-satunya dianggap wanita untuk bisa mengungkapkan apa yang ingin diceritakan pada pasangannya agar lebih jelas. Gak terjadi miskomunikasi. Syukurlah, sang suami sabar banget nungguin ceritanya... Hihiii... Skali2 ngerjain bikin penasaran kan gak salah jg kan ya...wkwkwk...
Memang berniat dari awal untuk bisa menjalanka…

Hasil analisa dokter pasca fisioterapi

Barusan udah cerita perjalanan ke rumah sakit. Sekarang, mo ngabarin hasil dari dokter. Hasil diatermi udah gak diperiksa lagi. Yang penting tetap menjaga yang "satu itu". Hasil tes hormon sebenarnya dibilang secara keseluruhan baik sama dokter. Hormon di otak malah sangat baik kata dokternya. Termasuk hormon estrogen untuk kehamilan.... Tapiiii, ada satu hormon yang sebenarnya masih dalam kategori normal namun sedikit tinggi. Yaitu hormon prolaktin. Hormon ini dipicu karena adanya stress yang dialami oleh seorang wanita. Hormon yang bakalan naik kalo makin stress. Hmm... Sepertinya sulit untuk tak memikirkan beberapa hal yang sebenarnya memang tak harus dipikirkan. Tapi gatau mengapa, kenapa rasanya sedikit menyedihkan kalo udah mendekati waktunya, dan setelahnya juga. Susah u tuk cuek dengan kondisi lingkungan yang seperti ini. Udah ini gampang stress, kadang lingkungan juga bikin stress. Hufff... Pengen rasanya pergi menyendiri untuk sementara, menikmati alam dan mentadab…

Ke Rumah sakit versi ke sekian kali

Kemaren lusa, tepatnya tanggal 9 desember 2013. Kembali cek ke rumah sakit. Dengan membawa hasil test hormon dan cek hasil fisioterapi/diatermi. Ingin tahu bagaimana hasil test hormon menurut dokter. Meskipun sebenarnya udah mencoba menganalisa sendiri berdasarkan referensi yang dibaca. Tapi tetap ingin tahu tentang analisa dokter dan tindakan yang akan diambil. 
Sore yang sangat mendung. Langit begitu berat dengan awan hitamnya. Pas mau berangkat sekitar pukul 16.00, hujan langsung turun dengan derasnya. Padahal udah siap mau berangkat. Saat keluar rumah hujan sudah turun sangat lebat. Yasudah, tempuh aja deh. Gimana entar lah. Yang jelas jalan dulu dengan memakai payung yang dikira cukup besar untuk 1 orang. Berharap agar gak tlalu basah... Tapi ternyata tak disangka tak diduga, baru nyampe depan komplek, didalam payung ternyata ada hujan setempat. Pengen ketawa rasanya..udah bawa payung gede-gede, tapi ternyata tetap basah. Ditambah lagi dengan ujannya yang miring. Akhirnya kuyup sem…

Nikmat Tuhan

Dan ternyata ketika mereka sibuk mengurusi diri mereka sendiri, tak ada waktu sebenarnya bagi kita untuk memikirkan mereka. Toh, hidup ini punya kita, kita yang punya. Tujuan hidup, ya kita yang bikin. Kita yang berusaha raih dan kita yang capai. Ngapain harus bersibuk-sibuk diri dalam mengurusi orang lain?
Kita hanya seorang manusia yang punya nilai baik dan kurangnya. Tergantung bagaimana kita mengasah bagian baik dan buruk dalam diri kita tersebut. Mau menjadi baikkah? Atau menjadi buruk.  Manusia layaknya hanya seperti seonggok daging yang diberi kemampuan berbicara, berpikir dan bertindak. Ya, kita diberikan nikmat berupa akal agar mampu berpikir. Agar mampu melakukan hal-hal yang menurut kita baik, dan menjauhkan sgala tindakan yang buruk. Toh, binatang saja yang tidak diberikan akal pikiran saja masih tahu bagaimana bersikap pada TuhanNya. Masih tahu bagaimana harus bersikap sebagai binatang. Sedangkan manusia?
Segala sesuatunya mutlak diberikan oleh Allah secara gratis. Baik udar…

Kekuatan wanita

Belajar dari pengalaman

Bertemu, bergaul dan berdiskusi dengan ibu2 yang sudah berpengalaman alias sudah senior layaknya ibu kita itu, sama dengan nambah banyak ilmu.Ilmu kehidupan tentunya. Saya gak tahu dan sampai detik ini pun tak paham dengan namanya perjalanan hidup apa yang akan saya jalani nanti. Tentunya gak usah pusing-pusing saya pikirkan sekarang juga sih, toh nanti kita akan melewatinya. Ada waktu dan porsinya masing-masing untuk setiap orang. Terrgantung takdir yang sudah tertulis untuk kita. 
Tapi bergantung pada takdir tanpa memiliki banyak ilmu, bekal dan belajar juga gak mungkin kan? Banyak belajar dan banyak ilmu, tentunya membuat kuta lebih matang dalam berpikir dan bertindak. Persoalan hidup pun bisa kita hadapi dengan pengalaman-pengalaman yang sudah dimiliki orang. Tak jarang, kalo ortu saya sewaktu remaja dulu, disaat mulai mencari jati diri sering berkata," nak, ibu ini memang bukanlah orang yang pintar, tinggi sekolahnya, banyak ilmunya. Ibu bukanlah orang yang sepintar kalian, tap…

Suamiku

Suamiku, aku ingin bercerita sesuatu padamu..Sesuatu tentang kita, tentang masa depan kita, tentang hari kita nanti...hari tua kita Meski kita tak tahu sampai kapan umur ini diberikan Tuhan untuk kita... Yang terpenting aku selalu berrharap dan berdo'a padaNya... Agar Allah selalu menaburkan benih-benih cinta pada kita... Rasa kasih dan sayang...hingga maut yang memisahkan... Cinta, kasih dan sayang yang slalu kita labuhkan untuk beribadah dan mendekatkan diri padaNya... Bersama anak-anak kita kelak....
Ku slalu meminta padaNya, agar aku slalu bisa menikmati senyum dan candamu setiap hari Merasakan kecupan sayang dan pelukan hangat stiap berangkat dan sepulang kerja... Menyiapkan pakaian dan makananmu setiap hari... Menunggu kedatanganmu dirumah dan di kamar nyaman kita... Meski kau pulang ke rumah dalam keadaan lelah...namun jarang kulihat raut letih di wajahmu, tidak sepertiku yang tak bisa sembunyikan perasaan...:). Trima kasih tlah mengerti aku.
Ku slalu berdo'a agar Allah slalu melin…

Kuatkan hamba

Apapun yang terjadi di dalam hidup, pasti sudah tertulis dalam masing-masing catatan kita. Tapi terkadang beratnya hidup membuat kita ingin lepas dan berteriak dalam hati. Dibilang bisa gila, mungkin iya. Tapi, itulah hidup. Harus kita jalani dan nikmati.
Seorang wanita mungkin tak bisa sesabar laki-laki dalam berpikir. Kadang emosinya mendahului akal pikirannya. Seperti hari ini dan hari-hari sebelumnya. Mengapa selalu saja ada hal yang diperbuat orang lain yang menurut kita tak adil, sangat tak adil.
Tapi itulah perjuangannya bagiku. Demi kerukunan dan ketaatan pada suami. Semua ini harus bisa dijalani. Berbagi tempat tinggal dengan orang lain sangat tidaklah mudah. Untuk bisa menerima orang lain dalam kehidupan kita, bersentuhan langsung, bertatap muka, dan sebagai ya. Apalagi orang tersebut yang harusnya kita anggap sebagai keluarga sendiri sangat sering berbuat hal-hal yang membuat kita kesal. Sangat kesal. Kadang ingin menangis.
Tak hanya satu atau dua hal saja yang dilakukan orang…