Langsung ke konten utama

Apa ini

Doh...jadi serba dalah. Apa ini? Astaga. Apa gue lagi sensi atau emang kayak gini adanya?
Dulu gue pernah dinasehatin sama tante gue, hidup bersama suami dan keluarganya itu cuma ada 2 hal yang akan terjadi. Kalo gak kita yang cemburu sama suami yang sangat mementingkan keluarganya. Kalo gak, kita yang dicemburui keluarga suami karena ngerasa suami terlalu sayang sama istrinya.bgak mentingin keluarga.

Astaga, apa salah gue. Selama ini mereka-mereka tahu gak apa yang terjadi di keluarga gue? Mereka tahu gak bagaimana kehidupan gue ama suami? Yang kadang mesti berpuasa atau menahan nafsu untuk beli ini dan itu biar keuangan bisa stabil. Tapi ini kenapa? Apa gue ngabisin uang suami? Enggak toh. Apa gue memonopoli suami? Gak juga? Apa gue nuntut suami biar sayang gue doang n ngelupain keluarganya? Na'udzubillah. Ternyata benar kata tante, gue ngerasainnya. Tapi gue ngerasain dua-duanya. Yaitu cemburu dan dicemburui.

Meskipun berusaha agar tetap bisa memahami suami dan mendukung dia, mencoba mengerti dengan bagaimana kondisinya. Harus tetap mengerti keadaan. Tapi gue tetap gak terima dicemburui. Gue gak terima lirikan dan pertanyaan aneh yang menyudutkan gue kalo mereka menganggap sayangnya suami sama gue itu lebih. Ya Allah.... Alhamdulillah, Engkau memberikan suami yang sayang sama istrinya. Tapi apakah mereka tahu dibalik itu apa yang gue rasa? Cuma karena gue bisa mengerti bagaimana kondisi suami aja makanya gue berusaha terlihat bahagia, dan berusaha tetap bisa membahagiakan suami dan begitupun sebaliknya. Kebahagiaan yang kami bangun bukan semata-mata karena ada atau tidaknya uang. Hanya berupa kasih sayang dan pengertian. Jadi, apa yang mereka cemburukan? Sejahat itukah aku?
Jika hanya kadang diantarkan suami ke tempat keperluan sedangkan saudaranya tidak?
Jika suami memberikan pengobatan pada istrinya yang sakit?
Jika suami bercanda tawa dengan istrinya?
Jika suami lebih banyak waktu bersama istrinya?
Jika suami sesampai di rumah ngobrol dan berdiskusi dengan istrinya?

Apa yang harus dicemburui mereka? Bukankah itu memang tugas dan tanggung jawab suami terhadap istri? Apa terlalu berlebihan? Kurasa enggak. Malahan kadang waktu buat bercerita dan diskusi dengan suami sangatlah sulit, karena sampai dirumah juga setelah makan malam seringnya langsung tertidur gak beberapa lama sesudah itu. Apa yang mereka cemburukan pada gue?
Apa itu disebut berlebihan?

Jika dirumah kita menyediakan makanan buat semua penghuni rumah termasuk saudara suami
Jika rumah yang dibangun berdua dan berharap bisa mewujudkan rumah tangga yang sakinah berdua beserta menanti sang buah hati, dan kami membagi bersama mereka itu berlebihan?
Jika suami sering mengajak saudaranya untuk nonton bersama dibioskop dan makan bersama di luar itu berlebihan?
Hingga waktu pribadi ku berdua bersama suami pun ku korbankan. Apa aku masih termasuk jahat?
Suami membelikan keperluan saudaranya, ini itu dan lain-lain. Setiap belanja bulanan tak pernah lupa untuk mengambil sabun khusus untuk saudaranya? Apa masih mereka cemburu? Bagaimana kalo mereka berada di posisi ku?
Meski hati ini selalu berusaha untuk mencoba memahami kondisi suami. Tak mau berkali-kali membahas hal yang sama yang itu sangat menyakiti perasaannya. Kubelajar memahami.
Memahami berbagi. Memahami watak dan sikap semua orang yang ada di rumah ini. Memahami mereka semua. 
Meski kadang ingin rasanya lari... Tapi aku tak sanggup menyakitinya. Membuat suami bersedih.

Dan selama ini, aku slalu berusaha menjaga hubungan ini, meski pahitnya harus kukunyah mentah-mentah. Berharap ini ujian dariNya untuk menghapuskan dosa-dosa ku. Menambahkan pahala bagiku. Setiap waktu kuhanya meminta diberi kekuatan dan kesabaran. Agar suatu saat aku bisa melewati ini semua.

Jum'at sore. Setelah mendapatkan pertanyaan dari saudara suami. Kalo aku ujian tes cpns nanti, daerah mana? Trus yang ngantar siapa? Uda? Seperti yang tak terima kalo aku diberikan fasilitas lebih. Ya Allah...apakah aku salah? Aku istrinya. Dan aku tak selalu menuntut untuk diberikan lebih. Tapi memang itulah tugas suami. Kalo buat antar jemput dia ya suami gak mungkinlah....gilaaaaa. Pengen teriak. Mengapa harus menuntut untuk bisa sama denganku?
Sebelumnya cerrita, saat dia datang kejakarta. Kao ibunya tahu dia dari bandara naik damri sendiri sampai ke rumah ini pasti ibunya khawatir katanya. Dengan nada yang seakan mengeluhkan karena tidak dijemput ke bandara. Haiiii... Gueeee, istrinya setiap pulang pergi mudik kalo sendiri jg gak pernah diantar jemput suamii. Pengen nangis rasanya.

Belum lagi saudara yang laki-laki ntah cerita apa tentangku di keluarga mereka. Apakah akunsudah jadi kakak ipar yang sangat jahat? Memperlakukan adik ipar ku dengan gak manusiawi? Ya Allah.... Aku masak beres rumah dan segalanya dirumah ini untuk mereka. Adik yang dibandung aja boro-boro aku masakin. Nelpon dan tahunkabar dia juga sangat jarang. Adik kandung sendiri gak sebegitunya aku harus perhatian,karena kami mengerti kondisi masing-masing. Nah, dia? Harus aku cuciin pakaiannya? Cuciin piringnya? Gantiin sprei kasurnya kalo kotor!? Woiiiii...gue bukan pembantu. Mungkin begini rasanya direndahkan sebagai wanita yang tinggal tunggu uang belanja dari suami. Gak punya uang gak punya apa-apa. Direndahkan. Diirikan, dan segala macamnya. Padahal untuk mengirit uang buat belanja masakan aja gue harus berjalan kaki untuk sampai ke tempat les. Padahal gue berempat bersaudara selalu didik orang tua agar mandiri gak bergantung ke orang lain. Jadi, bukannya gue gak peduli sama kalian. Apa harus gue yang nanganin semua? Sayang2 sambil elus2 kalian? No!!!

Kalian aja deh yang gitu ntar. Plis... Mengerrtilah dengan keadaan. Tak sepeserpun uang kakak kalian yang gue gunain untuk kepentingan gue sendiri. Gak sedikit pun....T_T

Jangan pernah anggap gue gak berharga. Tapi buatlah diri sendiri kalian menjadi berharga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Dokter di Hermina Bekasi

Nah,  kali ini sempet2in mo nulis pengalaman semalam ke hermina.  Meski udah lama banget pengen tulisin satu2 dokter yg pernah ditemui di hermina.  So far,  hampir sebagian besar saya cocok sm dokter2 yang ada di RS ini.  Meskipun Hermina sekarang udah gak kayak RS dulu yang rasanya lebih nyaman dr segi fasilitas.  Karena sejak berubah jd RS umum,  pelayanannya sepertinya sedikit menurun. Namun,  saya gak bahas soal itu.  Tapi bahas soal dokter aja deh.. Hehe.. Kalo soal dokter bagus nggak bagus sih relatif,  karena dokter itu cocok2an menurut saya.  Gak harus dokter yang bayarannya mahal itu selalu bagus,  n sebaliknya.  Yg penting kita cocok n nyaman sama dokternya,  udah gitu aja, pasti berikut2nya bakalan balik lagi sm dokter itu.  Semoga setelah dibikin review beberapa dokter berikut,  bisa membuat saya tetap mengingat jasa2 mereka...
Pertama,  dokter marly susanti. dokter kandungan. Dokter yang lewat dia saya akhirnya hamil n alhamdulillah lancar sampe lahiran. Keguguran 2x n …

Backpacker Pulau Pari

Hamil Qeena sekitar 5 bulan diajak jalan lagi sama suami. Kali ini yang deket aja sebenernya tp mesti nyebrangin lautan dulu. Yaitu ke pulau Pari di Kepulauan Seribu. Berangkat satu alumni games COC jaman blm ada kakak dulu. Kita jalan sebelum subuh dan subuh di daerah muara angke kalo ga salah. Nuansanya masih nuansa ngantuk tp ternyata udah rameee banget yang ada disana.. Ya, rata2 para wisatawan lokal yang mau berkelana ke kepulauan seribu. Ada banyak pulau yang bisa dinikamati di sana. Tapi kita memilih ke pulau pari. Pulau yang sudah sempat di survey oleh salah seorang rekan suami. 
Habis sholat subuh, para suami mengantri buat dapetin tiket boat dr dinas perhubungan, denger kabar sih kapalnya lebih nyaman mirip speed boat (ntah bener ntah engga, bunda juga ga liat, mirip kapal pesiar gitu katanya, wakaka). Harga tiketnya sedikit lebih mahal tapi ga mahal2 banget juga. Ga sampe 50rb. Trus ternyta utk yang bisa naik ke kapal iu dibatesin dong, cm bs sktr 5orang per pulau. Jadi it…

Hikmah dari sebuah Bunga (cara menumbuhkan kembali bunga yang mati)

Setiap cewe pasti pengen rumahnya tampak indah dengan bunga-bunga. Begitu juga saya. Alhamdulillah akhirnya bisa nyicil rumah. Salut tak terhingga sama suami. Yang jelas kalo keinginan dan usaha kita kuat, insyaAllah pasti ada jalan :). 
Sampelah akhirnya pindah ke rumah baru. Sekitar bulan juli 2012. Inget banget saat itu lagi puasa. Dan  harus bolak balik rumah kontrakan dan rumah baru tuk mindahin barang-barang. Gak kebayang lelahnya. Tapi, alhamdulillah terbayarkan dengan leganya bisa punya rumah dan langsung tidur disana malam itu setelah pasang AC. Jadi inget, saya harus makan buat ama suami, satu bungkus nasi buat berdua. Karena ternyata beli nasinya kurang. Tukang AC nya ada 2 orang ternyata. Ditambah sama adik ipar, akhirnya kurang satu. Jadi deh, makan nasi berdua suami. So sweet banget, tapi masih laper.. Haha...
Tinggal dirumah baru pastinya harus benah-benah n rapi-rapi dulu. Setelah selesai beres-beres, ngerasa ada yang kurang. Yaitu tanaman. Untuk mempercantik dan memperi…