Langsung ke konten utama

5 Fakta Soal Diri Sendiri (Day 6)

Paling suka dengan tema ini. 5 fakta tentang diri. Inginnya seperti menulis diari. Soalnya kalo menulis tentang diri sendiri itu bisa amat sangat panjang dan gak bakalan ada habisnya. Kalo gak cukup malu untuk jadi malu-maluin mungkin bisa bercerita sebuku berlembar-lembar soal fakta tentang diri sendiri ini.

Hm... ya baiklah, biar gak berlama-lama dan kepanjangan pengantar. Kita persingkat dan langsung saja ya...hehe (shy-shy cat).
5 Fakta soal diri sendiri
1. Pemarah
2. Cerewet
3. Pintar
4. Perfeksionis
5. Rajin
Kelima fakta di atas sebenarnya dibantu sebutkan oleh suami dan anak. 2 fakta awal paling cepat mereka jawab. Fakta yang memang sedikit menyedihkan, tapi begiulah realitanya yang harus diterima. Cerewet dan pemarah. 2 sifat yang dari hari ke hari kian terasah. Ya, kenapa tidak? Sudah makanan sehari-hari hampir terlibat dengan dua hal ini. Terkadang suka mikir, apa ada ibu di dunia ini yang tidak cerewet dan tidak pemarah? Jika ada, ingin rasanya belajar dari mereka. 

Soalnya kadang kalau dipikir-pikir sambil mencari pembenaran, hehe. Ya wajar dong seorang ibu itu cerewet. Kadang kalau tidak ada yang berusaha cerewetin ke mereka, suka lupa terus ibu lagi yang disalahkan. “Yahh.. kok gak diingetin”. Dan banyak contoh lainnya yang memang mau gak mau ya seorang ibu itu harus cerewet. Sarapan sebelum berangkat ya. Nanti lapar. Jangan lupa sikat gigi. Minum yang banyak, dan sebagainya. Meski suka diabaikan. Tapi lebih baik diabaikan dari pada tidak mencereweti mereka. 
Baik ayahnya atau anaknya, kalau tidak diingatkan misalkan. Suka lupa minum. Jadi dari pada mereka dehidrasi. Mulailah jiwa sosok sang ibu mencerewetinya.

Pemarah. Hmm.. kalau ini memang manajemen emosi banget yang dipertanyakan. 
“Gimana bunda gak marah, kakak main sabun di kamar mandi. Lantainya jadi licin dan kakak nanti bisa terjatuh”. 
“Ya wajar dong kalo bunda marah. Sebelumnya sudah bunda bilang kalo mainan kakak setelah bermain dirapikan kembali ke tempatnya. Sekarang kaki kakak kesakitan karena menginjak mainan. Trus nangis dan kesal ke bunda?”

Dan kalimat senada lainnya hang pada intinya hanya berupa amarah yang berasal dari kekhawatiran dan ketakutan yang sedikit berlebihan. Spontan terucap kalimat dengan nada yang meninggi. Alasannya marah karena sayang ini mah. Jika semu sudah reda dan tenang. Segera meminta maaf dan menceritakan kenapa bundanya marah. Apa sebabnya marah dan lain sebagainya. 

Meskipun mereka mengerti akan kemarahan bundanya. Di lain waktu tetap hal tersebut berulang.
“Bundaa.. kakak udah telat ke sekolah nih, ayoo mandii”. Sambil menangis takut terlambat.
“Bunda udah minta kakak mandi dari jam 8 tadi. Bunda juga sudah mengingatkan kakak kalo nanti telat. Tapi kakak yang memilih mandi nanti dan kakak sudah tahu konsekuensinya. Kakak harus tanggung sendiri”
“Yahh, bundaaa”. Tetap bunda yang disalahkan. 😅
Pengen gigit-gigit tembok rasanya.😅
Soal pintar ini relatif. Gak tau kenapa sang suami kalo ditanya kenapa sebut istrinya pintar. Jawabannya selalu, kalo kamu gak pintar aku gak akan mau sama kamu. Kalimat yang hmm.. yang bikin bahagia gak bahagia. Hehe..Pintar ini relatif banget. Kalo pintar melakukan apapun pekerjaan mungkin bisa jadi. Pintar dalam bidang yang aku tekuni.

Oke lanjut, bahas soal rajin dulu. Iya, iya. Ini dah dari jaman masih usia 3tahun sudah diberi predikat rajin sama keluarga. Jadi gak usah disangsikan lagi atas kerajinan yang terkadang pemalas juga😆. Namanya juga manusia. Kalo dia rajin terus menerus. Bisa-bisa di usia tertentu dia akan jenuh dan bosan. 

Nah, the last but not least (ini kalimat yang paling sering dulu dibaca dalam sebuah majalah hits jaman muda. Haha.. ngaku sudah tua).
Perfeksionis. Terutama dalam pekerjaan rumah dan kebersihan rumah. Sedikit diatas mereka tingkatannya. Ingin tampil dan melakukan pekerjaan dengan sempurna. Ya mereka sebut ini salah satu fakta tebtang bundanya karena memang orang-orang di rumahlah yang paling terkena imbasny. Kalo dari luar cuci tangan dulu. Tidak boleh makan di kasur. Harus minggat kalo bundanya menyapu dan mengepel lantai.  Dan lain sebagainya. Intinya pereksionis sesuai dirinya sendiri. Sekian
 

Komentar

Favorit

RESONANSI JIWA... (*Cintailah Cinta”)

“Memang menyakitkan ketika Kita mencintai seseorang, namun Ia tidak membalasnya. Tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika Kita mencintai seseorang dan Kita tidak pernah dapat menumbuhkan keberanian untuk mengungkapkan perasaan Kita padanya. “***

Usai ngobrol dengan salah seorang teman yang bertanya kira-kira seperti ini, “ Apa ya kira-kira yang akan terjadi dengan kehidupan kita 10 tahun kedepan??? “Hm... lucu juga kalo kita bisa mengingat kembali masa-masa lalu yang telah di lewati. Putih, hitam, terang dan gelapnya hidup kita mewarnai setiap langkah manusia. Jadi ingat satu kata dari orang tua... “Nak ... hidup ini yaa... dijalani ajah. Jangan dipikirkan bagaimana n seperti apa kita nanti... Yang jelas kita berjuang dalam kehidupan... “ Merdekaaa... hehe(just kid) ^_*Lalu, memory otak kembali berputar, ingat kejadian saat-saat kuliah, terkesan dengan salah seorang pembicara dalam sebuah training motivasi. Pembicara tersebut menyampaikan cara dia menjalani hidup yang memang kita t…

Review Dokter di Hermina Bekasi

Nah,  kali ini sempet2in mo nulis pengalaman semalam ke hermina.  Meski udah lama banget pengen tulisin satu2 dokter yg pernah ditemui di hermina.  So far,  hampir sebagian besar saya cocok sm dokter2 yang ada di RS ini.  Meskipun Hermina sekarang udah gak kayak RS dulu yang rasanya lebih nyaman dr segi fasilitas.  Karena sejak berubah jd RS umum,  pelayanannya sepertinya sedikit menurun. Namun,  saya gak bahas soal itu.  Tapi bahas soal dokter aja deh.. Hehe.. Kalo soal dokter bagus nggak bagus sih relatif,  karena dokter itu cocok2an menurut saya.  Gak harus dokter yang bayarannya mahal itu selalu bagus,  n sebaliknya.  Yg penting kita cocok n nyaman sama dokternya,  udah gitu aja, pasti berikut2nya bakalan balik lagi sm dokter itu.  Semoga setelah dibikin review beberapa dokter berikut,  bisa membuat saya tetap mengingat jasa2 mereka...
Pertama,  dokter marly susanti. dokter kandungan. Dokter yang lewat dia saya akhirnya hamil n alhamdulillah lancar sampe lahiran. Keguguran 2x n …

Hikmah dari sebuah Bunga (cara menumbuhkan kembali bunga yang mati)

Setiap cewe pasti pengen rumahnya tampak indah dengan bunga-bunga. Begitu juga saya. Alhamdulillah akhirnya bisa nyicil rumah. Salut tak terhingga sama suami. Yang jelas kalo keinginan dan usaha kita kuat, insyaAllah pasti ada jalan :). 
Sampelah akhirnya pindah ke rumah baru. Sekitar bulan juli 2012. Inget banget saat itu lagi puasa. Dan  harus bolak balik rumah kontrakan dan rumah baru tuk mindahin barang-barang. Gak kebayang lelahnya. Tapi, alhamdulillah terbayarkan dengan leganya bisa punya rumah dan langsung tidur disana malam itu setelah pasang AC. Jadi inget, saya harus makan buat ama suami, satu bungkus nasi buat berdua. Karena ternyata beli nasinya kurang. Tukang AC nya ada 2 orang ternyata. Ditambah sama adik ipar, akhirnya kurang satu. Jadi deh, makan nasi berdua suami. So sweet banget, tapi masih laper.. Haha...
Tinggal dirumah baru pastinya harus benah-benah n rapi-rapi dulu. Setelah selesai beres-beres, ngerasa ada yang kurang. Yaitu tanaman. Untuk mempercantik dan memperi…