Langsung ke konten utama

Barang Yang Dikoleksi Di Rumah (Day 11)

Mikir keras pas membaca judul tema ini. Apa yaaa? hahaha. Saya punya koleksi apa ya di rumah? semua serba biasa dan gak punya ketertarikan mendalam terhadap suatu barang. Tapi ya baiklah saya coba tetap tuliskan. Apa yang kira-kira menjadi koleksi saya. Sebenarnya agak mencengangkan pembaca jika tahu koleksinya itu doang toh. hehe..

Saya suka mengkoleksi botol bekas madu. Yang pasti setiap habis kita akan membelinya lagi. Awalnya dulu berpikir botol-botol ini cantik juga jika digunakan ulang setelah dibersihkan dan di percantik ulang. Bisa bermanfaat juga sebagai media main anak di rumah. Bisa berbagai macam kegunaan yang membuat saya terus mengkoleksinya. Koleksi yang tidak butuh effort untuk mendapatkannya. Karena sudah pasti selalu di beli. Jumlahnya sempat sudah banyak hingga Puluhan. Mungkin leih dari 50. Karena tempat penyimpanan yang sudah tidak cuku di rumah. Dan yang digunakan hanya beberapa. Seringkali saya berikan ke si mbak yang bekerja di rumah salah satunya disaat dia minta karen perlu.

Koleksi Tanaman. Koleksi tanaman tapi jarang di rawat. Ya begitulah keadaannya sekarang. Selalu mengalasankan belum ada waktu untuk bisa fokus ke perawatanya. Hanya sekedar menyiram, menyapukan daun-daunnya yang gugur dan sesekali membersihkan pot dan tanahnya (sesekali banget). Baru ada sekitar hampir 20 pot tanaman di rumah. Dan itu sudah cukup banyak menurut saya yang tinggal di rumah kecil di kota. Untuk bisa punya tanaman saja rasanya sudah bersyukur minimal ada pemandangan hijau yang bisa dilihat meski nyempil di pojok rumah yang sempit.

Koleksi mainan anak-anak. Ya, ini lebih ke koleksi anak-anak sebenarnya. Karena memang saya tidak memiliki koleksi apa-apa. Berusaha hidup seminimalis dan sesimple mungkin membuat saya tidak kepikiran untuk mengkoleksi apa-apa. Baju pun tidak di koleksi. Saya menggunakan sistem bukan tambah lemari melainkan sistem jika membeli pakaian yang baru berarti harus ada yang mesti dikeluarkan dari lemari. Sistem masuk dan keluar. Untuk meminimalkan keinginan berfoya-foya dan menghamburkan uang untuk hal-hal yang tidak terlalu di butuhkan. Dan juga bisa selalu berpikir bahwa saya sudah over dalam memiliki baju. Padahal amat sangat jarang dipakai. Bahkan bisa 3 tahun terakhir baju yang nongkrong di lemari itu tidak tersentuh sama sekali. Ada baiknya digunakan memang oleh orang yang membutuhkan. Jadilah mainan anak-anak lebih banyak di koleksi karena memang berusaha memenuhi kebutuhan untuk tumbuh kembangnya. Termasuk buku-buku untuk naka-anak. Segala seuatunya sekarang sudah tentang anak. Jadi apapun yang banyak di koleksi ya berhubungan juga dengan kebutuhan anak. Buku yang yang berawal dari berburu buku-buku di beberapa store yang lagi bazar. Hingga berburu buku di tempat penjualan buku impor terbesar di indonesia.

Komentar

Favorit

RESONANSI JIWA... (*Cintailah Cinta”)

“Memang menyakitkan ketika Kita mencintai seseorang, namun Ia tidak membalasnya. Tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika Kita mencintai seseorang dan Kita tidak pernah dapat menumbuhkan keberanian untuk mengungkapkan perasaan Kita padanya. “***

Usai ngobrol dengan salah seorang teman yang bertanya kira-kira seperti ini, “ Apa ya kira-kira yang akan terjadi dengan kehidupan kita 10 tahun kedepan??? “Hm... lucu juga kalo kita bisa mengingat kembali masa-masa lalu yang telah di lewati. Putih, hitam, terang dan gelapnya hidup kita mewarnai setiap langkah manusia. Jadi ingat satu kata dari orang tua... “Nak ... hidup ini yaa... dijalani ajah. Jangan dipikirkan bagaimana n seperti apa kita nanti... Yang jelas kita berjuang dalam kehidupan... “ Merdekaaa... hehe(just kid) ^_*Lalu, memory otak kembali berputar, ingat kejadian saat-saat kuliah, terkesan dengan salah seorang pembicara dalam sebuah training motivasi. Pembicara tersebut menyampaikan cara dia menjalani hidup yang memang kita t…

Review Dokter di Hermina Bekasi

Nah,  kali ini sempet2in mo nulis pengalaman semalam ke hermina.  Meski udah lama banget pengen tulisin satu2 dokter yg pernah ditemui di hermina.  So far,  hampir sebagian besar saya cocok sm dokter2 yang ada di RS ini.  Meskipun Hermina sekarang udah gak kayak RS dulu yang rasanya lebih nyaman dr segi fasilitas.  Karena sejak berubah jd RS umum,  pelayanannya sepertinya sedikit menurun. Namun,  saya gak bahas soal itu.  Tapi bahas soal dokter aja deh.. Hehe.. Kalo soal dokter bagus nggak bagus sih relatif,  karena dokter itu cocok2an menurut saya.  Gak harus dokter yang bayarannya mahal itu selalu bagus,  n sebaliknya.  Yg penting kita cocok n nyaman sama dokternya,  udah gitu aja, pasti berikut2nya bakalan balik lagi sm dokter itu.  Semoga setelah dibikin review beberapa dokter berikut,  bisa membuat saya tetap mengingat jasa2 mereka...
Pertama,  dokter marly susanti. dokter kandungan. Dokter yang lewat dia saya akhirnya hamil n alhamdulillah lancar sampe lahiran. Keguguran 2x n …

Hikmah dari sebuah Bunga (cara menumbuhkan kembali bunga yang mati)

Setiap cewe pasti pengen rumahnya tampak indah dengan bunga-bunga. Begitu juga saya. Alhamdulillah akhirnya bisa nyicil rumah. Salut tak terhingga sama suami. Yang jelas kalo keinginan dan usaha kita kuat, insyaAllah pasti ada jalan :). 
Sampelah akhirnya pindah ke rumah baru. Sekitar bulan juli 2012. Inget banget saat itu lagi puasa. Dan  harus bolak balik rumah kontrakan dan rumah baru tuk mindahin barang-barang. Gak kebayang lelahnya. Tapi, alhamdulillah terbayarkan dengan leganya bisa punya rumah dan langsung tidur disana malam itu setelah pasang AC. Jadi inget, saya harus makan buat ama suami, satu bungkus nasi buat berdua. Karena ternyata beli nasinya kurang. Tukang AC nya ada 2 orang ternyata. Ditambah sama adik ipar, akhirnya kurang satu. Jadi deh, makan nasi berdua suami. So sweet banget, tapi masih laper.. Haha...
Tinggal dirumah baru pastinya harus benah-benah n rapi-rapi dulu. Setelah selesai beres-beres, ngerasa ada yang kurang. Yaitu tanaman. Untuk mempercantik dan memperi…