Langsung ke konten utama

Tantangan Bekerja di Rumah Tanpa ART


https://screenshotscdn.firefoxusercontent.com/images/235cf78b-974d-4fc4-8a9d-a9e6ae4667be.png

Yups... tema yang diangkat oleh Mothers on Mission kali ini pas banget sama yang pengen aku bahas. Yaitu "Tantangan Bekerja di Rumah Tanpa ART". Banyak pasti ya, mama-mama yang tetap survive bekerja sambil melakukan segala pekerjaan rumah tangga sendiri. Nah, sekarang mau sedikit berbagi cerita sebagai ibu rumah tangga yang mengerjakan segala pekerjaan di rumah sendiri tanpa asisten rumah tangga. 

Melakukan semua pekerjaan di rumah tanpa adanya bantuan asisten rumah tangga itu rasanya tricky abis ya. Kita harus pintar-pintar membagi mana yang harus dikerjakan duluan. dan mana yang bisa dikerjakan di akhir. Ternyata perlu manajemen yang baik juga loh, agar kita bisa mengerjakan semuanya dengan baik dan lancar. Apalagi didampingi oleh asisten kecil yang selalu berniat membantu pekerjaan rumah tapi dalam kenyataannya terkadang justru menambah keseruannya. Alih-alih bisa cepet nyapu rumah. Malah bisa berjam-jam dan berkali-kali karena bantuan asisten kecil ini. hehehe.

Ada beberapa tips yang selama ini saya lakukan di rumah biar tetap waras dalam menghadapi segala macam jenis pekerjaan rumah. Pekerjaan rumah selesai, anakpun tetap senang. Berhubung di rumah ada dua asisten kecil, jadi sesuaikan saja ya tipsnya dengan kebutuhan dan yang di hadapi sehari-hari oleh ibu-ibu di rumah.
1. Kerjakan dari pekerjaan yang menyangkut makhluk hidup terlebih dahulu
Apa? Makhluk hidup? Maksudnya makhluk hidup, berarti yang bernyawa di rumah kira-kira siapa? Bisa suami, bisa anak-anak ya. Atau bisa juga tumbuhan atau binatang peliharaan di rumah, karena jika kebutuhan makhluk hidup  ini tidak terpenuhi, akan tidak baik ke depannya, karena menyangkut soal hidup dan mati mereka.

Mengutamakan terlebih dahulu urusan perut mereka. Jadi, memasak termasuk prioritas utama agar makanan senantiasa standby ya di rumah. Jangan sampai kita tidak punya cadangan makanan di rumah. Kalau kita sudah sibuk dengan urusan yang lain. Lalu mendadak anak lapar minta makan, kita bakalan stress dan emosi bisa melaju dari speed 1 ke speed tingat tinggi. Jadi utamakan kebutuhan mereka ya. Semalas-malasnya kita (karena wajar dan ibuwi banget, kalo ibu di rumah itu punya rasa bosan dan bingung mau masak apa). Banyak trik lain juga yang bisa kita rencanakan di awal sebelum penyakit M alias males ini dateng. Intinya kewarasan ibu nomor satu juga yaa.. hehe.

Solusi lainnya,
Bisa dengan menyiapkan frozenfood per-minggu misalkan atau per-bulan.
Bisa dengan membuat makanan yang sangat mudah seperti ceplok telur rebus/ kukus sayuran.
Jika masih belum sempat dan mampu, bisa dengan membeli frozenfood dari supermarket atau toko online langganan. Mau homemade ataupun tidak homemade itu pilihan masing-masing ibu. Silahkan senyamannya dan setiap ibu pasti maunya yang terbaik untuk anak lah ya. Tidak ada satupun ibu yang mau mencelakakan anak. Seapes-apes malesnya datang kita juga bisa membeli makanan di luar rumah yang sudah dipastikan cocok dengan perut dan selera anak.

2. Sebisa mungkin tidak menunda-nunda pekerjaan, karena semakin ditunda maka semakin menumpuk. Kalau sudah numpuk, jadi malas mengerjakannya. Menumbuhkan keinginan untuk mengerjakannya pun akan semakin sulit sekali, dikalahkan oleh rasa malas melihat tumpukan tadi. Tapi lagi-lagi ini sesuai dengan tipe ibu-ibu masing-masing di rumah ya. Kadang ada yang menumpuk hingga bener-bener banyak. Barulah dikerjakan semua satu-persatu tumpukan itu hingga 24 jam lebih. Di hari-hari biasa mereka melepaskan beban pikiran dari mengerjakan itu semua, bisa berleha-leha mengerjakan urusan yang lain lalu pekerjaan yang ditumpuk ke satu hari tertentu akan dikerjakan dalam satu hari. Adaa ya.
Ada pula yang mengerjakan sedikit-demi sedikit, dicicil terus pokoknya. Yang penting gak numpuk gaes. Meskipun yang dikerjakannya itu esok hari akan balik lagi ada lagi, ga ada habisnya. Seolah-olah yang kita kerjakan hari ini itu tidak pernah sama sekali dikerjakan alias zonk, karena keesokan harinya sudah ada lagi dan lagi. Tapi yang tipe tidak menumpuk ini, dia sudah merasa lega setiap harinya dengan merasakan pekerjaannya sudah selesai hari itu. Hari esok? ya dipikirkan besok saja.

3. Nikmati pemandangan tidak ideal dan perfek sekali-sekali. Agar keesokan harinya bisa bekerja lebih semangat dan giat lagi.

Ini penting juga. Untuk menjaga kestabilan tenaga dan energi untuk melakukan pekerjaan rumah. Karena di muka bumi ini tidak ada yang ideal. Segala sesuatu pasti ada plus dan minusnya. Jadi nikmatilah suasana ketidak ideal-an yang kita idamkan sekali-sekali.
Misalkan, biasanya menyiapkan bekal anak sedemikian rupa cantik dan menariknya. Sekali-sekali hanya menyiapkan roti dengan selai dan minuman susu kotak kesukaannya. Atau biasanya bisa selalu berangkat tepat waktu pagi-pagi mengantar anak sekolah. Siap paripurna dari a sampai z urusan anak. Sekali-kali gapapalah ya, pake mode selow untuk semuanya.

4. Nah, tips yang terakhir. Bersyukur. Syukuri apa yang bisa kita lakukan hari ini. Seperti apapun pekerjaan yang sudah diselesaikan. Sempurna ataupun tidak. Yang jelas kita mesti tetap bersyukur.

Jadi, kesimpulannya. Urutan pekerjaan rumah yang biasa di lakukan di rumah setiap harinya,
1. Menyiapkan makanan. Ini nomor satu dan Makanan yang disiapkan sudah lengkap untuk satu hari sampe malam ya.
2. Merapikan dan membereskan rumah. (ini fleksibel, bisa di awal bisa di akhir). Biasanya kalau anak-anak masih tidur, ini bisa dilakukan. Minimal menyapu dan mengepel agar tidak kotor, saat anak bangun sudah bersih dan siap untuk dibuat berantakan kembali oleh anak-anak. Jika kondisi anak sedang bangun. Biarkan mereka puas bermain dan membuat berantakan seisi rumah (dengan catatan, tetap mengajari anak untuk bisa merapikan dan mengebalikan mainan ke tempat semula ya, jika masih dibawah usia 3 tahun, masih butuh bantuan orang tuanya untuk hal ini). Setelah anak selesai bermain.
3. Memandikan dan mematut diri anak hingga sarapan dan makan.
4. Pekerjaan mencuci pakaian jika dibantu oleh mesin cuci ini bisa dilakukan sambil menyiapkan makanan tadi atau saat beres-beres rumah.
5. Menggosok pakaian. Ini yang paling butuh waktu yang khusus ya biasanya.
6. Ketika semua selesai, perasaan pun lega dan sang ibu bisa melanjutkan ke pekerjaan lain atau bermain bersama anak.

Sekian tips ringkasnya ya, semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Dokter di Hermina Bekasi

Nah,  kali ini sempet2in mo nulis pengalaman semalam ke hermina.  Meski udah lama banget pengen tulisin satu2 dokter yg pernah ditemui di hermina.  So far,  hampir sebagian besar saya cocok sm dokter2 yang ada di RS ini.  Meskipun Hermina sekarang udah gak kayak RS dulu yang rasanya lebih nyaman dr segi fasilitas.  Karena sejak berubah jd RS umum,  pelayanannya sepertinya sedikit menurun. Namun,  saya gak bahas soal itu.  Tapi bahas soal dokter aja deh.. Hehe.. Kalo soal dokter bagus nggak bagus sih relatif,  karena dokter itu cocok2an menurut saya.  Gak harus dokter yang bayarannya mahal itu selalu bagus,  n sebaliknya.  Yg penting kita cocok n nyaman sama dokternya,  udah gitu aja, pasti berikut2nya bakalan balik lagi sm dokter itu.  Semoga setelah dibikin review beberapa dokter berikut,  bisa membuat saya tetap mengingat jasa2 mereka...
Pertama,  dokter marly susanti. dokter kandungan. Dokter yang lewat dia saya akhirnya hamil n alhamdulillah lancar sampe lahiran. Keguguran 2x n …

Backpacker Pulau Pari

Hamil Qeena sekitar 5 bulan diajak jalan lagi sama suami. Kali ini yang deket aja sebenernya tp mesti nyebrangin lautan dulu. Yaitu ke pulau Pari di Kepulauan Seribu. Berangkat satu alumni games COC jaman blm ada kakak dulu. Kita jalan sebelum subuh dan subuh di daerah muara angke kalo ga salah. Nuansanya masih nuansa ngantuk tp ternyata udah rameee banget yang ada disana.. Ya, rata2 para wisatawan lokal yang mau berkelana ke kepulauan seribu. Ada banyak pulau yang bisa dinikamati di sana. Tapi kita memilih ke pulau pari. Pulau yang sudah sempat di survey oleh salah seorang rekan suami. 
Habis sholat subuh, para suami mengantri buat dapetin tiket boat dr dinas perhubungan, denger kabar sih kapalnya lebih nyaman mirip speed boat (ntah bener ntah engga, bunda juga ga liat, mirip kapal pesiar gitu katanya, wakaka). Harga tiketnya sedikit lebih mahal tapi ga mahal2 banget juga. Ga sampe 50rb. Trus ternyta utk yang bisa naik ke kapal iu dibatesin dong, cm bs sktr 5orang per pulau. Jadi it…

Hikmah dari sebuah Bunga (cara menumbuhkan kembali bunga yang mati)

Setiap cewe pasti pengen rumahnya tampak indah dengan bunga-bunga. Begitu juga saya. Alhamdulillah akhirnya bisa nyicil rumah. Salut tak terhingga sama suami. Yang jelas kalo keinginan dan usaha kita kuat, insyaAllah pasti ada jalan :). 
Sampelah akhirnya pindah ke rumah baru. Sekitar bulan juli 2012. Inget banget saat itu lagi puasa. Dan  harus bolak balik rumah kontrakan dan rumah baru tuk mindahin barang-barang. Gak kebayang lelahnya. Tapi, alhamdulillah terbayarkan dengan leganya bisa punya rumah dan langsung tidur disana malam itu setelah pasang AC. Jadi inget, saya harus makan buat ama suami, satu bungkus nasi buat berdua. Karena ternyata beli nasinya kurang. Tukang AC nya ada 2 orang ternyata. Ditambah sama adik ipar, akhirnya kurang satu. Jadi deh, makan nasi berdua suami. So sweet banget, tapi masih laper.. Haha...
Tinggal dirumah baru pastinya harus benah-benah n rapi-rapi dulu. Setelah selesai beres-beres, ngerasa ada yang kurang. Yaitu tanaman. Untuk mempercantik dan memperi…