Langsung ke konten utama

Hal Yang Disesali Saat Ini (Day 23)

“Kenapa, kenapa mama sama papa tidak memberikan persetujuan untuk saya menikah dengan nya? Kenapa saya harus selalu dan setiap waktu disodorkan dengan orang yang ingin kalian jodohkan dengan saya? Apa belum cukup perjodohan-perjodohan sebelumnya yang akhirnya juga gagal bukan?” Nada suara yang sesak dan tertahan oleh isakan tangis berusaha keluar dari mulutku untuk semata-mata bisa menjelaskan kepada mereka tentang pilihanku.

Hidup memang tak selamanya indah dan tak selamanya akan terjadi seperti apa yang kita harapkan. Kecewa atas kejadian itu biasa. Tapi kali ini sudah tidak sanggup kujelaskan pada siapapun, bahwa aku tidak mau lagi dijodohkan dan dipilihkan calon suami untuk hidupku ke depan. Semua aku yang akan menjalani. Pahit getir, bahagia dan semua suka dukanya aku yang akan melalui. Memang kata mereka orang tua pasti akan mencarikan yang terbaik untuk anaknya, tapi apakah sekarang masih zaman siti nurbaya? Ataukan masih ada jiwa-jiwa datuk maringgih dalam hati keturunan  minang.

Duniaku hancur hampir setahun lamanya. Terombang-ambing dan terisak pilu dalam tangisan sendu setiap harinya. Pekerjaanku teganggu, pikiranku pun terganggu. Dalam munajatku ingin segera pergi dan berlalu dalam masalah berkepanjangan itu. 

Permasalahannya mungkin sederhana tampak dari luar. Akan tetapi cukup mengoyak jiwa dan hatiku saat itu. Setiap waktu orang tua mengharapkan aku menikah, tapi bukan dengan orang yang aku inginkan. Hanya dengan alasan yang tidak begitu bisa diterima akan sehat, mereka secara tidak sadar memaksaku untuk menikahi orang yang mereka senangi.

Itulah yang kusesalkan mungkin masih tersisa hingga saat ini. Pertama, merasa menyesal kenapa aku tidak bisa melewati masa-masa sukit tersebut dengan bersikap tetap tenang dan optimis. Persoalan yang waktu itu terlalu rumit dalam pikiranku membuat otak sulit untuk berpikir selain hanya emosi sedih dan kecewa yang terasa. Andaikam masalahnya cukup jelas, mungkin aku bisa melewatinh dengan perasan biasa.

Kadang aku iri dan ingin seperti mereka-mereka yang menjalankan pernikahan dari mulai proses pasangannya disukai oleh orang tua, hingga proses berikutnya hingga menikah di pelaminan. Namun kadang, nyata sekali adanya bahwa hikmah dari kejadian itu memang baru bisa kita ambil setelah semua terjadi. Yang lalu biarkan berlalu. Biarkan mereka yang merasa mengerti dengan perasaan dan logika kita untuk memilih pasangan, dan cukup buktikan. Bahwa yang akan terjadi tidaklah seperti yang mereka bayangkan. Bahwa uang bukanlah segalany, memang uang bisa menentukan pilihan hidup. Tapi uang tidak menjamin bahawa hidup bisa bahagia.


Komentar

Favorit

RESONANSI JIWA... (*Cintailah Cinta”)

“Memang menyakitkan ketika Kita mencintai seseorang, namun Ia tidak membalasnya. Tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika Kita mencintai seseorang dan Kita tidak pernah dapat menumbuhkan keberanian untuk mengungkapkan perasaan Kita padanya. “***

Usai ngobrol dengan salah seorang teman yang bertanya kira-kira seperti ini, “ Apa ya kira-kira yang akan terjadi dengan kehidupan kita 10 tahun kedepan??? “Hm... lucu juga kalo kita bisa mengingat kembali masa-masa lalu yang telah di lewati. Putih, hitam, terang dan gelapnya hidup kita mewarnai setiap langkah manusia. Jadi ingat satu kata dari orang tua... “Nak ... hidup ini yaa... dijalani ajah. Jangan dipikirkan bagaimana n seperti apa kita nanti... Yang jelas kita berjuang dalam kehidupan... “ Merdekaaa... hehe(just kid) ^_*Lalu, memory otak kembali berputar, ingat kejadian saat-saat kuliah, terkesan dengan salah seorang pembicara dalam sebuah training motivasi. Pembicara tersebut menyampaikan cara dia menjalani hidup yang memang kita t…

Review Dokter di Hermina Bekasi

Nah,  kali ini sempet2in mo nulis pengalaman semalam ke hermina.  Meski udah lama banget pengen tulisin satu2 dokter yg pernah ditemui di hermina.  So far,  hampir sebagian besar saya cocok sm dokter2 yang ada di RS ini.  Meskipun Hermina sekarang udah gak kayak RS dulu yang rasanya lebih nyaman dr segi fasilitas.  Karena sejak berubah jd RS umum,  pelayanannya sepertinya sedikit menurun. Namun,  saya gak bahas soal itu.  Tapi bahas soal dokter aja deh.. Hehe.. Kalo soal dokter bagus nggak bagus sih relatif,  karena dokter itu cocok2an menurut saya.  Gak harus dokter yang bayarannya mahal itu selalu bagus,  n sebaliknya.  Yg penting kita cocok n nyaman sama dokternya,  udah gitu aja, pasti berikut2nya bakalan balik lagi sm dokter itu.  Semoga setelah dibikin review beberapa dokter berikut,  bisa membuat saya tetap mengingat jasa2 mereka...
Pertama,  dokter marly susanti. dokter kandungan. Dokter yang lewat dia saya akhirnya hamil n alhamdulillah lancar sampe lahiran. Keguguran 2x n …

Hikmah dari sebuah Bunga (cara menumbuhkan kembali bunga yang mati)

Setiap cewe pasti pengen rumahnya tampak indah dengan bunga-bunga. Begitu juga saya. Alhamdulillah akhirnya bisa nyicil rumah. Salut tak terhingga sama suami. Yang jelas kalo keinginan dan usaha kita kuat, insyaAllah pasti ada jalan :). 
Sampelah akhirnya pindah ke rumah baru. Sekitar bulan juli 2012. Inget banget saat itu lagi puasa. Dan  harus bolak balik rumah kontrakan dan rumah baru tuk mindahin barang-barang. Gak kebayang lelahnya. Tapi, alhamdulillah terbayarkan dengan leganya bisa punya rumah dan langsung tidur disana malam itu setelah pasang AC. Jadi inget, saya harus makan buat ama suami, satu bungkus nasi buat berdua. Karena ternyata beli nasinya kurang. Tukang AC nya ada 2 orang ternyata. Ditambah sama adik ipar, akhirnya kurang satu. Jadi deh, makan nasi berdua suami. So sweet banget, tapi masih laper.. Haha...
Tinggal dirumah baru pastinya harus benah-benah n rapi-rapi dulu. Setelah selesai beres-beres, ngerasa ada yang kurang. Yaitu tanaman. Untuk mempercantik dan memperi…