Langsung ke konten utama

Kota-Kota Yang Pernah ditinggali (Day 18)

Saat aku kecil aku tinggal di sebuah kota kecil di daerah Sumatera Barata. Daerah ini jarak tempuhnya hanya sekitar 30menit perjalanan dari pusat Ibukota, yaitu kota Padang Pariaman. Disini aku menghabiskan masa kecil hingga usia menjelang 3 tahun. Aku yang dilahirkan di kota Padang secara terpaksa harus di bawa oleh papa ke rumah sakit yang cukup lengkap fasilitasnya. Karena konon ceritanya, kata mama aku tidak ada keinginan untuk keluar dari perut mama, sedangkan usia kehamilan mama sudah lewat dari jadwal melahirkan yang seharusnya. Hingga akhirnya aku lahir dan menjadi anak yang terkenal rajin di kampung kecilku waktu itu. Setiap sore, sangat hobi menyapu halaman dan menyiram bunga.

Hingga akhirnya aku pun ikut kedua orang tua untuk hijrah ke salah satu kota lain yang cukup jauh dari kampung halamanku. Sekitar 3 jam jarak tempuh perjalanan ke sana waktu itu. Melewati bukit hutan dan lembah. Mobil melaju melewati jalan yang berliku tajam diiringi suara aliran sugai di sepanjang jalan yang kami lewati. Perjalanan yang cukup melelahkan menurutku saat itu. Lalu di kota kecilku yang baru aku melanjutkan pendidikan TK kecil. yang sebelumnya telah kulewati sekolah di kampung halamanku dengan mengikuti kelas numpang istilahnya. Karena kedua orangtua ku bekerja. Maka aku masuk sekolah sedikit lebih cepat. Tetapi aku tetap senang dan bahagia karena bisa bermain bersama teman-teman kakak. Dan juga memainkan mainan yang ada di sekolah saat itu.

Sampai akhirnya aku beranjak dewasa. SD, SMP dan SMA kulewati di kota yang sudah seperti kota kelahiranku. Yaitu kota Payakumbuh namanya. Kota yang letaknya di perlintasan sumatera barat menuju kota pekanbaru. Jika ingin melihat pemandangan kelok 9, lewatilah dulu kotaku ini. Dengan banyaknya keindahan pemandangan alam membuat kota ini semakin kucintai.

Setelah tamat SMA akupun melanjutkan kuliah ke kota kembang. Kota yang tak kalah banyak kenangan beserta cerita di dalamnya. Kota tempatku menuntut ilmu dan belajar banyak hal tentang kemandirian dan memenuhi kebutuhan hidup sendiri tanpa ditemani orang tua dan sanak keluarga.
Cerita zaman kuliah yang dipenuhi dengan rumus-rumus fisika membuatku tak terlalu banyak mengikuti kegiatan bermain semasa kuliah. Paling top cuma ikutan acara yang diadakan oleh jurusan. Selebihnya lebih banyak kegiatan dikampus baik akademik maupun kegiatan ekstrakurikuler lainnya.

Dan, akhirnya ketika ku telah menemukan tambatan hati. Mengikta janji hidup dengan seseorang yang kutemukan ketika berada di kota kecil tempat hampir seluruh hidupku jalani di sana. Yaitu menikah dengan lelaki kelahiran sumatera barat yang lama menggali ilmu dijakarta. Dan akhirnya sejak menikah kami pun hidup di kota bekasi dan melahirkan 2 orang anak di kota ini. Kota yang crowded baik disaat hari libur ataupun hari biasa. Yang dijuluki planet oleh banyak orang. Namun kota kelahiran anak-anakku ini, tempat dimana ari-ari anak-anakku dikuburkan menjadi kota kedua yang kucintai. sekian

Komentar

Favorit

RESONANSI JIWA... (*Cintailah Cinta”)

“Memang menyakitkan ketika Kita mencintai seseorang, namun Ia tidak membalasnya. Tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika Kita mencintai seseorang dan Kita tidak pernah dapat menumbuhkan keberanian untuk mengungkapkan perasaan Kita padanya. “***

Usai ngobrol dengan salah seorang teman yang bertanya kira-kira seperti ini, “ Apa ya kira-kira yang akan terjadi dengan kehidupan kita 10 tahun kedepan??? “Hm... lucu juga kalo kita bisa mengingat kembali masa-masa lalu yang telah di lewati. Putih, hitam, terang dan gelapnya hidup kita mewarnai setiap langkah manusia. Jadi ingat satu kata dari orang tua... “Nak ... hidup ini yaa... dijalani ajah. Jangan dipikirkan bagaimana n seperti apa kita nanti... Yang jelas kita berjuang dalam kehidupan... “ Merdekaaa... hehe(just kid) ^_*Lalu, memory otak kembali berputar, ingat kejadian saat-saat kuliah, terkesan dengan salah seorang pembicara dalam sebuah training motivasi. Pembicara tersebut menyampaikan cara dia menjalani hidup yang memang kita t…

Review Dokter di Hermina Bekasi

Nah,  kali ini sempet2in mo nulis pengalaman semalam ke hermina.  Meski udah lama banget pengen tulisin satu2 dokter yg pernah ditemui di hermina.  So far,  hampir sebagian besar saya cocok sm dokter2 yang ada di RS ini.  Meskipun Hermina sekarang udah gak kayak RS dulu yang rasanya lebih nyaman dr segi fasilitas.  Karena sejak berubah jd RS umum,  pelayanannya sepertinya sedikit menurun. Namun,  saya gak bahas soal itu.  Tapi bahas soal dokter aja deh.. Hehe.. Kalo soal dokter bagus nggak bagus sih relatif,  karena dokter itu cocok2an menurut saya.  Gak harus dokter yang bayarannya mahal itu selalu bagus,  n sebaliknya.  Yg penting kita cocok n nyaman sama dokternya,  udah gitu aja, pasti berikut2nya bakalan balik lagi sm dokter itu.  Semoga setelah dibikin review beberapa dokter berikut,  bisa membuat saya tetap mengingat jasa2 mereka...
Pertama,  dokter marly susanti. dokter kandungan. Dokter yang lewat dia saya akhirnya hamil n alhamdulillah lancar sampe lahiran. Keguguran 2x n …

Hikmah dari sebuah Bunga (cara menumbuhkan kembali bunga yang mati)

Setiap cewe pasti pengen rumahnya tampak indah dengan bunga-bunga. Begitu juga saya. Alhamdulillah akhirnya bisa nyicil rumah. Salut tak terhingga sama suami. Yang jelas kalo keinginan dan usaha kita kuat, insyaAllah pasti ada jalan :). 
Sampelah akhirnya pindah ke rumah baru. Sekitar bulan juli 2012. Inget banget saat itu lagi puasa. Dan  harus bolak balik rumah kontrakan dan rumah baru tuk mindahin barang-barang. Gak kebayang lelahnya. Tapi, alhamdulillah terbayarkan dengan leganya bisa punya rumah dan langsung tidur disana malam itu setelah pasang AC. Jadi inget, saya harus makan buat ama suami, satu bungkus nasi buat berdua. Karena ternyata beli nasinya kurang. Tukang AC nya ada 2 orang ternyata. Ditambah sama adik ipar, akhirnya kurang satu. Jadi deh, makan nasi berdua suami. So sweet banget, tapi masih laper.. Haha...
Tinggal dirumah baru pastinya harus benah-benah n rapi-rapi dulu. Setelah selesai beres-beres, ngerasa ada yang kurang. Yaitu tanaman. Untuk mempercantik dan memperi…