Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013

Kisah serumah dengan ipar

Walaupun kiah saya tidak seperti ini. Tapi tetap takut Allah marah karena ini ...:'(

Khalid duduk di ruang kerjanya dengan pikiran yang diliputi kesedihan dan kegalauan. Shaleh, kawannya, memperhatikan kegalauan dan kesedihan itu di wajahnya. Ia berdiri dari mejanya dan mendekati Khalid, lalu berkata padanya:
“Khalid, kita ini berteman layaknya bersaudara sejak sebelum kita sama-sama bekerja. Aku perhatikan sejak seminggu ini selalu termenung, tidak konsentrasi. Engkau kelihatan begitu galau dan bersedih…” Khalid terdiam sejenak. Kemudian ia berkata: “Terima kasih atas kepedulianmu, Shaleh…Aku merasa memang membutuhkan seseorang yang dapat mendengarkan masalah dan kegelisahanku, barangkali itu bisa membantuku untuk mencari jalan keluarnya…” Khalid memperbaiki duduknya, lalu menuangkan segelas teh kepada kawannya, Shaleh. Kemudian ia berkata lagi:  “Masalahnya, wahai Shaleh, seperti yang engkau tahu aku sejak menikah 8 bulan lalu, aku dan istriku tinggal sendiri di sebuah rumah. Namun m…

Ya Allah..😔

Assalamu’alaikum, Ustadz, saya tinggal serumah dengan kedua adik ipar laki-laki yang belum menikah. Apa hukumnya dan bagaimana solusinya, Ustadz? Atas jawabannya jazakumullohu khoiron.

Jawab: Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh. Ukhti, seorang istri dilarang bertemu dan bertatap muka dengan saudara ipar, kecuali ia bersama suaminya atau bersama mahromnya. Dilarang pula bercanda dan berjabat tangan dengannya. Hukum larangan ini termasuk juga bepergian bersamanya atau bersepi-sepi dengannya.


Bila larangan ini dilanggar, sungguh akibatnya amat berbahaya, sebagimana peristiwa yang sering terjadi ketika suami mengantarkan adik iparnya ke sekolah, ke pasar, atau tempat lainnya. Atau sebaliknya, istri diantar oleh kakak atau adik iparnya. Wallohul Musta’an.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jauhkan dirimu dari masuk ke rumah wanita.” Lalu ada seorang sahabat Anshor radhiyallahu ‘anhu bertanya: ”Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu dengan saudara ipar?” Beliau menja…

Tinggal serumah dengan ipar

AL HAMWU AL MAUTU……….*** (saudara ipar adalah maut…!!!)by *)salam_sitijamilahamdi Misalnya, istri seseorang. Selama masih menjadi istri seseorang maka wanita itu haram untuk dinikahi laki laki lain dan tentu saja haram untuk dilihat auratnya. Namun jika wanita tersebut sudah bercerai atau suaminya meninggal, maka statusnya sebagai mahrom sementara pun akan terhapus dan boleh bagi laki laki lain untuk menikahinya.
Termasuk dalam kategori ini adalah saudara ipar. Ia adalah mahrom sementara juga. Sementara menjadi suami saudari kita, maka ia haram menikahi kita. Namun bukan berarti kita boleh memperlakukannya layaknya mahrom kita. Yang sering saya amati ketika silaturrahim ke rumah seseorang yang tinggal serumah dengan saudara iparnya adalah adanya kesalahan dalam memahami pengertian ipar sebagai mahrom kita. Ada yang “sekedar” tidak mengenakan kaos kaki, ada juga yang sampai berboncengan dengan iparnya. Ketika saya bertanya tentang alasan pembolehan membuka sebagian aurat di depan ipar? Dija…

Flash back 15 September 2012

1 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 15 September ini...hari yang tak bisa dilupakan, yaitu disaat berangkat bersama suami tercinta untuk merantau ke negeri Jawa (ceilah, bahasanya.... ƪ(‾ε‾“)ʃ , biar lebih menggugah...hehehe)...
Disaat harus meninggalkan kampung halaman, pergi bersama harapan dan cita untuk mengais ilmu dan rezeki di negeri orang. Meninggalkan sanak keluarga, ibu dan ayah yang telah membesarkan dan menjaga selama +- 25 tahun...
Di mobil menuju bandara perasaan campur aduk. Antara percaya dan tidak, seseorang yang sekarang tengah duduk disebelahku adalah seorang lelaki yang sangat kudambakan dari sejak pertama dia mengucapkan ingin menikahiku... Syukur yang tiada terkira....ingin melihat raut wajahnya, namun jantung sudah dag dig dug kencang gak karuan... Alhasil cuman lirikan yang bisa dilakukan... Genggaman erat tangan lelaki itu menentramkan hati yang tengah galau antara sedih dan bahagia...
Ya اَللّهُ...terima kasih Kau telah berikan akhir yang sangat indah di awal…

Judulnya jalan2 ke sekolah untuk yang terakhir

Sebenarnya sih jalan2nya kemaren. Cuma untuk ngambil buku2 dan barang2 yang tertinggal di sekolah. Tepatnya SMAN 41 Jakarta Utara.
Ya...sudah beberapa bulan ini saya sudah tidak lagi mengajar di sekolah itu. Selain untuk bisa lebih banyak istirahat. Suami jug sudah tidak mengizinkan lagi saya bolak balik dari rumah (bekasi) ke daerah jakarta paling ujung utara itu.

Sama sekali tak ada niat untuk pensiun dini menjadi seorang guru. Karena saya sangat senang sekali menjadi seorang guru. Guru yang bisa memberikan ilmu dan bekal buat anak2nya. Meskipun terkadang tak sedikit murid yang cuek dan meremehkan profesi serang guru honor itu...
Meskipun berkali2 untuk menyampaikan pada mereka bahwa ilmu itu penting. Nilai hanyalah sebagai flashback dari hasil usaha kita. Tapi, tetap saja murid sekarang lebih banyak membutuhkan nilai dari pada ilmu dan sikap yang mereka dapatkan dari pembelajaran. Tak tahu, apakah metode pendidikan sekarang itu memang hal yang demikianlah yang diharapkan, saya pun …