Langsung ke konten utama

Suami terhebat...

Sedih...hingga saat ini masih melow dengan apa yang dilakukan suami pada diri ini. Dia terlalu baik. Bahkan membuat diri ini slalu tak bisa menahan keluarnya air mata. Terharu melihat semua yang ia korbankan untukku.

Sedih, karena diri ini belum bisa memberikan dia kebahagiaan. Di sudut matanya yang sangat menyejukkan hati. Aku slalu melihat harapan. Harapan dan kebahagiaan yang ingin dimilikinya. Harapan akan hadirnya sosok tangan-tangan kecil untuknya...tangisan seorang bayi yang menandakan dia telah menjadi seorang Ayah....

Meskipun dia sebenarnya telah menjadi seorang Ayah dari anak yang tak pernah lahir ke dunia. Hanya gugur bersama butiran-butiran darah dari rahimku. Ya, dialah sosok Ayah yang akan dipanggil oleh anakku nanti...

Namun sayang, hingga sekarang rahim ini masih lemah untuk bisa menjadi rumah bagi calon anakku. Meskipun dia tak pernah bilang dan menuntutku untuk segera di beri anak. Tapi diri ini justru semakin sedih disaat melihat ketegarannya dalam menenangkanku di setiap bulannya. Di hari yang slalu menjadi kelabu bagiku. 

2 kali sebulan suami selalu sabar mengantarkanku untuk ke dokter. Mengingatkanku untuk meminum obat. Meracikkan obat untukku. Membelikanku makanan yang aku sukai. Tak pernah lupa membelikan aku susu di setiap ia membelikan minuman. Dia sangat tahu apa kesukaanku dan apa yang bisa membuatku bahagia. Dia teramat baik dan berharga bagiku.

Tapi kesedihan tak bisa kupendam disaat aku menyadari bahwa tak ada satupun yang bisa kuberi untuk membahagiakannya. Hanya sedikit memasakkan makanan untuknya di saat aku kuat dan sehat. Dan menyiapkan pakaian kerja untuknya. Dan menyiapkan kamar yang wangi dan rapi untuk tidurnya. Tak banyak yang bisa kuberi. Dibanding apa yang telah dia berikan untukku.

Dia memberikan tablet untukku agar aku bisa memiliki kesibukan disaat tidak lagi bekerja. Dia yang slalu mensupport diri ini untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif. Tidak hanya itu. Membelikan laptop untuk bisa kugunakan dulu disaat mengajar. Membelikan bb disaat aku berulang tahun, disaat aku merasa tak pernah memakai handpone canggih semasa hidupku. Meskipun aku sempat menghilangkan bb barang pemberiannya. Dia tak pernah memarahiku, malah membelikan lagi yang baru. 

Dia tak pernah berkata masakanku tidak enak, dan bahkan disaat aku tidak memasak dia juga tidak pernah marah dan menyalahkanku. Slalu memberikan pijitan hangat disaat aku hanya berkata agak sedikit pusing. 

Dia bagaikan malaikat yang diutus oleh Tuhan untukku. Malaikat dalam hidupku. Rasanya tak seimbang jika aku tak bisa memberikan kebahagiaan untuknya. 
Aku ingin bisa hidup bahagia dengannya, dengan anak-anak kami kelak. 
Meskipun disaat aku pergi padaNya. Aku ingin menghadiahkannya seorang anak yang akan mengingatkannya padaku. 
Hingga suatu saat nanti anakku bisa memberikan yang terbaik untuknya...



Komentar

Favorit

RESONANSI JIWA... (*Cintailah Cinta”)

“Memang menyakitkan ketika Kita mencintai seseorang, namun Ia tidak membalasnya. Tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika Kita mencintai seseorang dan Kita tidak pernah dapat menumbuhkan keberanian untuk mengungkapkan perasaan Kita padanya. “***

Usai ngobrol dengan salah seorang teman yang bertanya kira-kira seperti ini, “ Apa ya kira-kira yang akan terjadi dengan kehidupan kita 10 tahun kedepan??? “Hm... lucu juga kalo kita bisa mengingat kembali masa-masa lalu yang telah di lewati. Putih, hitam, terang dan gelapnya hidup kita mewarnai setiap langkah manusia. Jadi ingat satu kata dari orang tua... “Nak ... hidup ini yaa... dijalani ajah. Jangan dipikirkan bagaimana n seperti apa kita nanti... Yang jelas kita berjuang dalam kehidupan... “ Merdekaaa... hehe(just kid) ^_*Lalu, memory otak kembali berputar, ingat kejadian saat-saat kuliah, terkesan dengan salah seorang pembicara dalam sebuah training motivasi. Pembicara tersebut menyampaikan cara dia menjalani hidup yang memang kita t…

Review Dokter di Hermina Bekasi

Nah,  kali ini sempet2in mo nulis pengalaman semalam ke hermina.  Meski udah lama banget pengen tulisin satu2 dokter yg pernah ditemui di hermina.  So far,  hampir sebagian besar saya cocok sm dokter2 yang ada di RS ini.  Meskipun Hermina sekarang udah gak kayak RS dulu yang rasanya lebih nyaman dr segi fasilitas.  Karena sejak berubah jd RS umum,  pelayanannya sepertinya sedikit menurun. Namun,  saya gak bahas soal itu.  Tapi bahas soal dokter aja deh.. Hehe.. Kalo soal dokter bagus nggak bagus sih relatif,  karena dokter itu cocok2an menurut saya.  Gak harus dokter yang bayarannya mahal itu selalu bagus,  n sebaliknya.  Yg penting kita cocok n nyaman sama dokternya,  udah gitu aja, pasti berikut2nya bakalan balik lagi sm dokter itu.  Semoga setelah dibikin review beberapa dokter berikut,  bisa membuat saya tetap mengingat jasa2 mereka...
Pertama,  dokter marly susanti. dokter kandungan. Dokter yang lewat dia saya akhirnya hamil n alhamdulillah lancar sampe lahiran. Keguguran 2x n …

Hikmah dari sebuah Bunga (cara menumbuhkan kembali bunga yang mati)

Setiap cewe pasti pengen rumahnya tampak indah dengan bunga-bunga. Begitu juga saya. Alhamdulillah akhirnya bisa nyicil rumah. Salut tak terhingga sama suami. Yang jelas kalo keinginan dan usaha kita kuat, insyaAllah pasti ada jalan :). 
Sampelah akhirnya pindah ke rumah baru. Sekitar bulan juli 2012. Inget banget saat itu lagi puasa. Dan  harus bolak balik rumah kontrakan dan rumah baru tuk mindahin barang-barang. Gak kebayang lelahnya. Tapi, alhamdulillah terbayarkan dengan leganya bisa punya rumah dan langsung tidur disana malam itu setelah pasang AC. Jadi inget, saya harus makan buat ama suami, satu bungkus nasi buat berdua. Karena ternyata beli nasinya kurang. Tukang AC nya ada 2 orang ternyata. Ditambah sama adik ipar, akhirnya kurang satu. Jadi deh, makan nasi berdua suami. So sweet banget, tapi masih laper.. Haha...
Tinggal dirumah baru pastinya harus benah-benah n rapi-rapi dulu. Setelah selesai beres-beres, ngerasa ada yang kurang. Yaitu tanaman. Untuk mempercantik dan memperi…