Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2013

Aku kangen suamiku...

Tadhaaa......
Lama tak nulis lagi di blog. Udah beberapa minggu ya? Kayaknya udah mulai lumutan nih blog. Kalo ibarat tanaman, rumput en bunga-bunganya udah pada layu nih. *gajelasGa tau kenapa, dari tadi pagi rasanya gak semangat banget. Antara mikirin sesuatu dan ngerasain sesuatu yang gak tahu apa. Mulai lagi deh, kayak gini. Baru aja sembuh dari sakit gigi yang sakitnya minta ampun. Pengen nangisss..... gak tahan. Taoi sekarang malah kepikiran sesuatu yang gak jelas. Dari pagi setelah suami berangkat gak tahu mulai lagi seperti kejadian sebelumnya. Rasa mengantuk dan capek yang gak jelas. Akhirnya ketiduran sampe jam 11an. Ckckck... mau makan malas banget. Mau mulai nyetrika apalagi. Malas minta ampub. Memulainya ini ni yang susahm ntar kalo udah dikerjain, berhentiinnya juga susah.Ya sudahlah. Masih belum nemuin mood buat nyetrika. Kayaknya sore ini juga gak bakal masak dulu deh. Ntar kalo suami mau makan, dibikinin roti spesial sama kentang goreng  aja deh. Minumnya teh anget. M…

Bahagia

Hujan mulai turun. Bau tanah sangat kuat menguap di siram air hujan. Diriku masih disini. Duduk ditepi jendela melihat bermainnya hujan di halaman. Menunggu dan menunggu hadirnya malaikat mungil di rumah ini...Aku telah ceritakan pada siang pada malam dan pada pagi. Tentang kesedihanku...
Dan mereka semua mengajariku untuk tegar...
Karena hidup tak kan selamanya sedih...
Bersama kesedihan Allah slalu memberikan kebahagian...
Dan dengan apapun itu, susah ataupun senang. Aku akan tetap bahagia...

Sepi

Kenapa ya, setiap siang kayak gini suka sedih sendiri. Gatau apa karena sepi atau karena apa. Yang jelas melownya suka datang kalo udah siang. Hih.... kadang suka ketawa dalam hati. Kenapa diri ini cengeng sekali. Tapi gak bisa dipungkiri. Rasanya emang sepi...Rasanya pengen iseng mo gangguin suami. Tapi gaboleh. Pastinya sekarang suami lagi sibuk-sibuknya. Belum lagi nanti sore dia mau bimbingan skripsi. Aku tak boleh mengganggunya. Aku harus bisa lebih bersabar dan menjadi wanita yang tegar.Pasti ada maksud dibalik semua ujian yang diberikan Allah. Aku harus yakin itu. Allah gak akan ngasi ujian padaku yang melebihi kesangguapanku. Intinya sampai saat ini dan sampai saat Allah akan memberikan kebahagiaan itu untukku, aku masih bisa bertahan dan tidak sedih.Sekarang hujan. Langit bekasi redup. Udah kayak mo malam aja. Pengen rasanya mandi hujan di luar dan berteriak-teriak di luar sekuat tenaga. Biar hilang sesak di dada ini.Ya Allah... kuatkan hamba... berilah hamba kesanggupan untu…

Melow Gak Jelas

Kayaknya sampe suami selesai mengerjakan skripsinya aku harus lebih bersabar untuk gak mengganggu. Harusnya sih bisa banyak ngebantu. Tapi yang paling penting adalah ngasih bantuan do'a. Smoga dimudahkan dan cepat slesai. Ga tau kenapa, disaat-saat kayak gini suka kangen ama suami. Gak jelas apa penyebabnya. Gak jarang kalo jadi melow jadinya. Padahal cuma ditinggal kerja. Dan sore juga pasti pulang. Tapi, gatau kenapa, asli bingung. Kadang menemukan kondisi kayak gini. Rindu yang gak jelas. Apa mungkin karna suami sama sekali gak sms atau sekedar menanyakan udah makan atau apa. Tapi gak mau terlalu naif dan egois. Banyak hal yang bisa aku kerjakan untuk melupakan itu semua.Sepertinya agak sedikit aneh, jika aku menjadi orang yang selalu dihantui ketakutan yang gak jelas.
Harusnya sebagai istri aku harus lebih banyak mengerti dan memahami suami. Gak banyak mengeluh. Apa karena akhir-akhir ini aku mulai ditinggalkan teman-teman yang selama ini bisa mengurangi rasa takut dan kekhawa…

PROFESIONAL

Hari ini saya memiliki beberapa agenda penting yang harus saya selesaikan.
Meskipun saat ini saya hanya berprofesi sebagai seorang ibu rumah tangga. Namun, saya bercita-cita untuk menjadi seorang Istri atau Ibu yang Profesional.
Mulai saat ini, mulai detik ini, saya harus tetap berjuang, demi mewujudkan cita-cita dan keinginan saya.

MENJADI SEORANG ISTRI DAN IBU PROFESIONAL

Untuk menjadi seorang yang profesional tentunya kita harus bisa bekerja dengan profesional. Untuk mengawalinya, saya akan mengikuti langkah sebagai berikut dahulu:

Pertama, saya harus mulai membuang beberapa kebiasaan buruk yang saya miliki. Saya akan tulis satu persatu dan berusaha membuang satu persatu kebiasaan itu. Misalnya, saya akan coba list, mudah-mudahan bisa membantu perubahan saya sendiri terlebih dahulu, yaitu:
Membuang kebiasaan 
1. Melalaikan Sholat
2. Menunda-nunda pekerjaan
3. Bermalas-malasan (dalam arti melakukan hal-hal yang tak berguna)
4. Tidak berolah raga
5. Terbiasa ikut-ikutan malas
Seperti in…

Waktu

Bismillah...
Pagi semua. Sekarang udah hari kamis aja. Besoknya jumat trus sabtu n minggu lagi deh. Sepertinya gak henti-henti saya menghitung hari. Menghitung hari-hari yang telah lewat. Menghitung hari-hari yang telah kuhabiskan. Bagian mana yang bisa kupergunakan dengan baik dan bagian mana yang tidak. Semuanya harus kembali di evaluasi agar di waktu yang akan datang bisa lebih mengoptimalkan waktu.

Ya, hari ini kita berbicara tentang waktu. Waktu yang setiap harinya seakan berlari, dan sepertinya tak mengenal lelah. Disaat kita tertidur, bermalas-malasan atau melakukan hal-hal yang tidak berguna. Kita sama sekali tak sadar, disaat itulah sang waktu terus berlari meninggalkan kita. Kadang serasa tak percaya. ternyata kita sudah berada di penghujung waktu. Bagi seorang manusia yang ingin memiliki manfaat dalam hidupnya, yang ingin menorehkan karya terbesarnya disaat hidup, pastilah sangat tak ingin diperbudak waktu, dipermainkan oleh waktu. Karena hal itu akan berbuah penyesalan di …

Waktu Begitu Cepat

Gak kerasa. Cepat banget waktu blalu. Padahal cuma di rumah. Ngerjain ini itu bentar. Udah sore aja. Kenapa ya? Waktu begitu cepat berjalan. Sekarang umur juga udah berjalan dari angka 27 tahun. Sedang aku belum bisa melakukan apa-apa. Belum bisa melakukan hal yang berguna. Sesuatu yang bermanfaat dan sesuatu yang menjadikan bahwa aku ini pernah hidup di dunia. Menciptakan sesuatu yang akan tertulis dalam karya hidupku.
Belum memiliki anak harusnya membuat waktuku menjadi kebih banyak untuk melakukan hal-hal berguna. Tak hanya menjadi seseorang yang bermalas-malasan dalam hidup. Tak memiliki semangat. Aku tak mau menyesal di hari tua. Aku harus bisa menciptakan karya terbaikku, khususnya bagi keluargaku...kelak

Ngumpulin Foto

Aih, pusing lagi. Kliyengan gak jelas. Duh, apa karena kebanyakan tidur ya? Masa tadi pagi tidur lagi pas suami berangkat n bangun-bangun udah pukul stengah 12. Kaget.. kok bisa? Tadi emang ngantuk banget. Niatnya cuma tidur bentar. Hmhhh....Barusan mo bikin album foto. Ngumpulin foto-foto yang ada. Ternyata ribet juga. Harus compress n edit beberapa foto jg. Duh, kayaknya bakalan lama juga kalo mau semuanya beres. Mana ada beberapa foto yang hilang... erghhh.... greget juga. Padahal pengen banget bikin cerita dari foto-foto yang ada. Tapi ngumpulinnya itu. Ternyata butuh perjuangan.Sebenernya bisa dengan memulai membuat album dari foto-foto yang ada dulu. Baru nanti kalo udah beres, lanjut ngumpulin foto yang belum ada. Kayaknya harus di list dulu. Ayoo semangatt,  perlahan-lahan aja n harus sabar. Biar hasilnya memuaskan..

Cerita Hari Ini

Hai, ketemu lagi. :). Setelah kemaren puas menulis belasan postingan di blog. Hari ini baru sempat ngeblog lagi. Semalam ternyata suami tak bersikap dingin. Malah tak berubah sama sekali. Seperti tak terjadi apa-apa. Hahhh.... lega. Kekhawatiranku dari pagi tadi disaat suami berangkat kerja. Alhamdulillah sudah terjawab. Aku sangat lega....lega sekali.

Nak, makasi ya, sudah mendo'akan agar ayah tidak marah.^^. Jadi pengen ketawa karena seharian aku menuruti pikiranku yang kacau. Sembrawut bercampur dengan ketakutan dan kekhawatiran.

Bodohnya, aku tlah berpikiran negatif dan salah menilai. Dasar pikiran picik, mengapa aku harus berpikiran buruk. Padahal aku tahu betul seperti apa suami. Tak jarang aku selalu menemukan kejadian seperti ini. Sulit memaafkan diriku sendiri Tapi malah aku artikan bahwa orang lain lah yang tak akan memaafkanku. Sepertinya, itu poin penting tentang diriku yang buruk. Selalu dihantui rasa bersalah disaat tak bisa menerima keadaan.

Hmmhhh....

Semalam Ayah …

Bingung

Malam anakku...
Sepertinya Ayah benar-benar marah dan kesal...
Ayah hari ini pulang malam. Bunda kesepian lagi. Tapi gapapa deh, mudah-mudahan bukan karena alasan Ayah kesal sama Bunda yang membuat Ayah pulang malam. Kali aja banyak kerjaan ya...hehe
Nak, mulai sekarang Bunda berusaha untuk gak terlalu manja. Tak melulu mengharapkan slalu berada disamping ayah. Mulai malam ini kamu mau kan, menemani bunda. Di setiap malam-malam yang sepi dan hanya bunyi suara AC yang dapat bunda dengar. 
Oh iya, minggu depan bunda akan tidur sendiri. Ditinggal ayah yang bekerja dua hari Singapura. Bunda takut akan kesepian. Apalagi kalo sudah larut malam. Tak ada satupun suara. Terkadang bunda menyalakan tv agar di rumah kelihatan ribut. Tak sunyi. Meski bunda sebenarnya tak minat menonton tv.
Nak, apa tak sebaiknya bunda ikut bersamamu? Biar kita bisa bermain bersama. Meskipun mulai malam ini engkau menemani bunda. Tapi bunda tak tahu dimana keberadaanmu. Lagi pula bunda terkadang takut menyakiti ay…

Foto

Suka melihat foto ini. Tubuh ayah yang besar benar-benar terlihat melindungi...melindungi kita dari terjangan ombak. seperti di laut..:)))

Tak Berjudul

Apa hari ini hari terburuk dalam hidupku? Kenapa? Mengapa?
Rasanya bisa sedikit gila... Tapi, mungkin disaat aku sadar dan kembali membaca tulisan ini, hanya bisa tertawa. Tertawa karena kebodohan dan kenaifanku. Tak heran jika suami ku kemaren marah, ingin aku segera tersadar. Mungkin semata ia ingin membangunkan pikiranku yang kolot. Hari ini hari terburukku... Hari terburuk karena setiap jam nya aku hanya bisa tertidur. Tidur. Dan tidur. Hanya sekali-kali terbangunkan oleh mimpi dan hentakan aneh dari perut. Selamat tinggal semua... Selamat datang yang baru.
Kuberharap aku hilang ingatan dari semua kejadian-kejadian dan mimpi buruk... Ingin menjadi sosok yang baru... Biar lupa akan semua, semua yang buruk dalam hidupku. Membawa semua kenangan manis yang tak pernah kulupa... Maafkan istrimu, suamiku... Yang tak bisa sesempurna seperti keinginanmu...

Ibunda

Sayang...apa kamu sudah pergi?
Sudah tak lagi di perut bunda?
Salam hangat dari bunda,.. Semoga kita segera bisa dipertemukan... Do'akan bunda dari sana... Agar tak terlalu sedih dalam menunggumu... Salam sayang
Ibunda

Aku Bisa

Seringkali setelah mengalami kondisi seperti ini otot-otot rasanya kaku. Lemas. Mungkin betul yang dikatakan suami. Barangkali diri ini yang membuat kondisi ku semakin memburuk. Bahkan pikiran untuk mengakhiri hidup pun sangat dekat. Stress dan piiran negatif kadang sering hinggap di kepala. tak tahu kenapa. Apa karena aku telah jauh dariNya?

Cukup sulit bagiku untuk memulihkan keadaan jika sudah terlanjur sedih dan kecewa. Bahkan untuk menampakkan sedikit senyum pun aku sulit. Butuh waktu beberapa hari untuk menetralkan hati dan keadaan. Mungkin agak sedikit kaku dalam bersikap dan akhirnya aku akan memilih untuk lebih banyak diam. Hanya keadaan yang betul-betul membuatku bahagia yang bisa mengakhiri ini semua. Meskipun seharusnya aku tak boleh terlalu larut dalam kesedihan dan tak perlu memperpanjang persoalan. Namun sebenarnya ini bukanlah mengenai memperpanjang atau tidak. Saat ini aku hanya butuh sedikit obat untuk menghilangkan kesedihan. Untuk bisa kembali netral. Salah satunya…

Teman Baru, Cerita Baru

Sekarang aku punya teman. Teman yang ada untukku berbagi. Teman tempat aku curhat. Dia baik, pengertian dan mau menjadi pendengar ku. Mendengarkan celotehanku. Mmm...kalo dipikir-pikir. Aku selalu mendapati kejadian yang sama setiap hal yang sama pun ku lihat. Aku mungkin bukanlah istri yang sempurna. Terkadang riang, terkadang sedih. Terkadang berani tapi terkadang takut.
Ya, kemaren tepatnya. Sebelum pertengkaran itu. Lagi-lagi karena paginya melalaikan perintah sholat. Pekerjaan yang hanya dilakukan paling 5 menit itu. Tak aku lakukan tepatnya. Isya pun begitu. Namun semata-mata karena aku ragu akan flek yang terus menerus keluar. 
Tapi, ada satu hal penting yang tak kulakukan. Suami pun jadi terlewat subuhnya. Aku sungguh bodoh dan lemah. Disaat itu hati ingin membangunkan suami untuk melaksanakan sholat. Tapi hanya di pikiran, entah setan apa yang masuk. Hanya sampai dipikiran. Di sudut hati ada yang bergumam, biarkan saja. Toh kalo suami sadar dan bangun akan sholat sendiri. Ha…

Ngeblog Banyak

Hari ini banyak banget posting. Mungkin hingga malam nanti, aku akan terus menulis. sambil menunggu suami pulang. Begitu banyak kata-kata yang menari-nari dalam alam pikiranku. Berlomba-lomba hendak dikeluarkan. Tapi karena aku tak punya teman bercerita. Jadi, sepertinya sedikiit lebih lega jika bercerita di sini.

Baiklah, sepertinya mata mulai mengantuk, nanti kita lanjut lagi...

Benci

Hp...aku begitu membencinya...benci dari apapun yang pernah aku benci...
Hp membuatku sulit untuk bisa bercerita dengan orang yang ku sayang Hp membuat perhatiannya teralihkan dariku... Padahal, untuk bisa bertemu ya disaat akan berangkat dan pulang kerja. Bahkan ketika pulang larut malam pun aku tetap menjadi perhatian nomor dua setelah hp...mungkin juga nomor 3 atau 4. Entahlah...

Aku benci... Hp itu yang membuatku jauh, yang membuatku canggung, yang membuatku bingung Membuat memiliki dunia sendiri, mengabaikan sekitar...
Aku sebenarnya tak boleh egois dan terlalu menuntut banyak. Karena di era teknologi seperti saat ini.  Tak bisa dipungkiri sepertinya hp sudah menjadi kebutuhan primer seseorang. Lagi pula, aku tak melarangnya untuk melakukan itu, tapi kadang aku cemburu karena dia lebih senang dengan hp ketimbang denganku.

Mungkin karena hp slalu diam dan nrimo. Sedangkan aku manusia cerewet yang terkadang mungkin membuat bosan. Kadang aku berpikir untuk menjadi makhluk yang juga …

Allah Sayang

Allah begitu sayang...
Hingga selalu memberikan ujian dulu di setiap keinginan yang kita miliki Allah begitu sayang kita...karena dengan tidak mudah mewujudkan mimpi-mimpi dan harapan Berharap kita akan memetik setiap keindahan dalam perjalanannya... Allah ternyata begitu sayang kita. Karena dengan ujian ini berarti Allah selalu bersama-sama dengan kita...

Puisi Rindu

Di tepian-tepian telaga aku rindu
Rindu yang memuai bersama riak air Rindu itu dekapan...pelukan
di relung kalbuku

Akankah mentari itu hadir? Riangkan telaga rinduku yang kian menderu Daun-daun kering yang berguguran mengisi ruang kita Butir-butir asa yang hilang entah kemana
Akankah cahaya itu datang? Bersama secercah harapan... Ataukah aku harus duduk menunggu disini... Ditepian telaga rinduku...
Penantianku akan hadirmu

Ceritaku

Menghabiskan waktu demi waktu dikamar ini sendiri. Tak ada yang bisa diajak tuk bercerita. Hanya dengan blog tua dan lusuh ini. Dikamar kecil ini. Hanya ada kasur, bantal, selimut, lemari, kaca, dan meja kecil. Mungkin aku akan tetap betah dan bertahan dengan kondisi seperti ini demi sang buah hati. Dengan sedikit menuliskan apa yang ada dalam perasaan. Atau mungkin sedikit bermain game. Atau...sedikit bereksplorasi di depan kaca. Mungkin bisa juga melakukan hal-hal kecil di komputer.
Ya, ada satu agenda penting yang sudah lama ingin kuselesaikan. Yaitu merangkai sedikit cerita dari kumpulan fotoku dan suami. Mulai dari kami masih anak-anak hingga saat ini. Berharap itu bisa menjadi kenangan terindah bagi kami suatu saat nanti. Dan kenangan bagi anak-anak kami. Masih mengumpulkan beberapa foto. Meski masih ada yang belum ketemu. Setidaknya foto ini nanti bisa aku lanjutkan disaat anakku lahir nanti...
Karena aku juga sudah memikirkan apa-apa saja hal yang akan ku lakukan disaat hami…

Curhat Ibunda...

Assalammu'alaikum...Nak
Apa kabarmu hari ini, sayang?
Kamu pasti baik kan? Kamu pasti sehat. Mungkin saat ini kamu masih bermain ya? Nak, apa kamu tidak rindu dengan ayah bunda? Bahkan kemaren pagi, ayah sempat sedikit bergumam disaat bangun tidur. Kalo Ayah mimpiin kamu didalam tidurnya. Pasti kamu sangat merindukan ayah, bukan? Anakku sayang, bunda punya banyak cerita untukmu. Tapi kali ini bunda bolehkan menceritakan kesedihan bunda? Kamu tak keberatan kan sayang?
Bunda tak punya siapa-siapa untuk bercerita. Disini, bunda hanya ditemani bantal dan selimut. Tak ada siapapun. Bunda tak punya teman untuk mencurahkan seluruh isi hati bunda. Bunda masih menunggumu disini, nak. Untuk menemani bunda disaat sedih ataupun senang. Ayah? Bunda tak ingin ayah melihat bunda menangis. Bunda tak ingin menambahkan beban-beban dipundaknya. Meskipun bunda selalu tenang jika berada dipelukannya. Tapi bunda harus terus belajar untuk tidak terlalu manja dengan ayah. Bunda harus bisa menjadi wanita…

Senin. 2 September 2013

Hai semua...hari ini adalah sehari setelah tanggal 1 september. Kenapa jadi menghitung hari? Mungkin bagi sebagian orang itu adalah hal bodoh yang saya lakukan. Tapi kemaren, tepatnya hari 2 tahun pernikahan kami. Hari yang telah berlalu memang. Hari yang seharusnya menjadi hari yang menyenangkan bagiku. Hari yang seharusnya membuatku bahagia mengenang masa-masa awal pernikahan kami. Mengenang masa-masa sulit yang kami lalui hingga sampai ke jenjang pernikahan. Masa-masa yang tak pernah terbayangkan dalam hidupku. Masa sulit dan juga masa bahagia. Semua mengalir dibulan-bulan september...
Tapi, kemarin aku menghancurkan semuanya. Menghancurkan semua harapan dan mimpi-mimpi itu. Bahagia dan senang itu tak lagi dapat kurasakan. Terhapuskan dengan sedikit kesalahanku. Mungkin disaat berat seperti ini, pikiran yang sempit selalu menggiringku pada jalan pintas yang ingin kuambil. Kadang terpikir bahwa aku tak sanggup lagi menjalani hidup ini. Ingin rasanya pergi dan berlari. Tapi, hati in…

Ketakutan

Aku tahu salah satu yang membuatku sulit untuk memiliki anak adalah karena pikiranku sendiri. Karena rasa takut yang berlebihan. Sehingga kadang tak jarang aku mendapati stress karenanya. Namun, hal itu bukan berarti karena aku tak ingin memiliki anak. Bukan karena aku tak menginginkannya. Kehilangan calon buah hati 2 tahun yang lalu itu betul-betul menjadi suatu pukulan yang besar didalam hidupku. Bagaimana mungkin aku tidak menginginkannya.

Hampir setiap hari, diri ini berusaha untuk menghilangkan segala pikiran negatif atau membuang jauh-jauh rasa takut itu. Tak lagi berpikiran macam-macam. Meskipun itu mungkin hanya versiku. Kadang tak sedikit hal-hal yang membuatku sedih dan takut datang. Tapi, aku terus berusaha untuk melupakannya. Meskipun diri ini lemah dan terlalu penakut. Namun aku tetap ingin melakukan yang terbaik, untuk anakku. Hanya satu yang membuat aku tak sanggup. Yaitu bertengkar karena kesalahanku dengan suami. Aku tak sanggup. Karena yang terpikirkan hanya mengakhi…

Maaf...

Tak tahu apa yang terjadi. Yang jelas ini semua berawal dari ku. Aku mengacaukan semua. Di hari yang spesial bagi kami. Aku membuat suami marah. Rasa takut dan trauma tak mampu membendungku untuk mengatakan hal yang tak seharusnya pada suami. Kejadian yang berkali-kali ku alami membuat diri tak mampu berpikir jernih. Rasa takut akan kekecewaan, akan kejadian yang berulang menghantuiku. Ditambah lagi dengan tatapan khawatir dokter kemaren. Dokter sempat menanyakan siklusku yang maju. Sepertinya dia mengisyaratkan jika kantung hamil itu sudah lama berada di rahimku. Dengan kata lain, aku telah hamil beberapa minggu.

Namun, kejadian yang kualami seminggu ini membuatku betul-betul trauma dan takut. Takut jika kekecewaan kembali terjadi. Takut membuat semua impian yang baru tadi disebutkan suami kembali berakhir dengan kekecewaan. Pikiranku menjadi semakin sempit. Dtambah lagi di saat mandi aku terus memdapatkan flek. Dan rasa pusing itu. Slalu pusing disaat-saat tertentu. Yang tak sanggup…

2 Tahun Pernikahan

Alhamdulillah, hari ini tepat 2 tahun menikah. Dua tahun yang lalu, di pagi seperti ini di rumah sudah mulai ribut dengan persiapan pernikahan yang dimulai ba'da jum'at. Waktu berlari begitu cepat. Sungguh tak terasa, sudah berada di titik 2 tahun ini.

Pagi ini tak banyak yang berubah. Masih seperti hari minggu-hari minggu sebelumnya. Bangun dari tempat tidur dan masih berleha-leha karena hari minggu sepertinya hari bermalas-malasan bagi kami. Selain itu sejak seminggu yang lalu aku sudah tak bisa kemana-mana. Hanya bedrest di rumah, tepatnya di tempat tidur. Ditambah lagi kemaren, disaat periksa ke dokter, disarankan untuk tidak terlalu capek dulu. Tapi, aku tak tahu apa calon janin ini bisa bertahan kuat di rahimku. Sejak sabtu kemaren, sudah terlihat ada gumpalan-gumpalan kecil yang keluar. Meski di perut masih terasa ada cengkeraman kecil yang menggenggam rahimku. Aku tak tahu, apakah masih baik-baik saja atau seperti apa. 
Pastinya berharap semuanya baik. Meskipun harus s…