Langsung ke konten utama

Benci

Hp...aku begitu membencinya...benci dari apapun yang pernah aku benci...
Hp membuatku sulit untuk bisa bercerita dengan orang yang ku sayang
Hp membuat perhatiannya teralihkan dariku...
Padahal, untuk bisa bertemu ya disaat akan berangkat dan pulang kerja. Bahkan ketika pulang larut malam pun aku tetap menjadi perhatian nomor dua setelah hp...mungkin juga nomor 3 atau 4. Entahlah...

Aku benci...
Hp itu yang membuatku jauh, yang membuatku canggung, yang membuatku bingung
Membuat memiliki dunia sendiri, mengabaikan sekitar...

Aku sebenarnya tak boleh egois dan terlalu menuntut banyak.
Karena di era teknologi seperti saat ini.  Tak bisa dipungkiri sepertinya hp sudah menjadi kebutuhan primer seseorang. Lagi pula, aku tak melarangnya untuk melakukan itu, tapi kadang aku cemburu karena dia lebih senang dengan hp ketimbang denganku.

Mungkin karena hp slalu diam dan nrimo. Sedangkan aku manusia cerewet yang terkadang mungkin membuat bosan. Kadang aku berpikir untuk menjadi makhluk yang juga pendiam. Tak mengeluarkan suara. Kalo bisa, di wajahku pengen ada games, biar suami lihat wajahku aja sambil senyum-senyum ketimbang ngelihat hp. Mhh.. Aku harus lebih sabar. Sabar menerima apapun. Sebaiknya diam saja...

Aku sama sekali tak melarang hal itu. Tapi hanya ingin dinomor satukan ketika sampai di rumah saat bertemu denganku. Hanya beberapa menit awal. Aku tak menuntut banyak waktu untuk diperhatikan. Karena pasti gak asik juga kalo terlalu seperti itu. hehe, labil ya...

Bukan dengan memperlihatkan rasa perhatiannya pada hp disaat pulang sedangkan aku hanya bisa memandangnya. Semua ada waktunya dan semua ada takarannya. Aku juga tak ingin slalu menjadi nomor satu. Karena itu sangat menjengkelkan. Sangat egois menurutku. 

Sepertinya aku ingin membuat gerakan untuk meninggalkan hp saat drumah, saat kumpul keluarga. Agar bisa memenuhi hak dan kewajiban masing-masing. Kalaupun ada, cukup luangkan sedikit waktu untuk autis dengan hp atau gadget. Dan kembali dengan kehidupan yang nyata...

Komentar

Favorit

RESONANSI JIWA... (*Cintailah Cinta”)

“Memang menyakitkan ketika Kita mencintai seseorang, namun Ia tidak membalasnya. Tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika Kita mencintai seseorang dan Kita tidak pernah dapat menumbuhkan keberanian untuk mengungkapkan perasaan Kita padanya. “***

Usai ngobrol dengan salah seorang teman yang bertanya kira-kira seperti ini, “ Apa ya kira-kira yang akan terjadi dengan kehidupan kita 10 tahun kedepan??? “Hm... lucu juga kalo kita bisa mengingat kembali masa-masa lalu yang telah di lewati. Putih, hitam, terang dan gelapnya hidup kita mewarnai setiap langkah manusia. Jadi ingat satu kata dari orang tua... “Nak ... hidup ini yaa... dijalani ajah. Jangan dipikirkan bagaimana n seperti apa kita nanti... Yang jelas kita berjuang dalam kehidupan... “ Merdekaaa... hehe(just kid) ^_*Lalu, memory otak kembali berputar, ingat kejadian saat-saat kuliah, terkesan dengan salah seorang pembicara dalam sebuah training motivasi. Pembicara tersebut menyampaikan cara dia menjalani hidup yang memang kita t…

Review Dokter di Hermina Bekasi

Nah,  kali ini sempet2in mo nulis pengalaman semalam ke hermina.  Meski udah lama banget pengen tulisin satu2 dokter yg pernah ditemui di hermina.  So far,  hampir sebagian besar saya cocok sm dokter2 yang ada di RS ini.  Meskipun Hermina sekarang udah gak kayak RS dulu yang rasanya lebih nyaman dr segi fasilitas.  Karena sejak berubah jd RS umum,  pelayanannya sepertinya sedikit menurun. Namun,  saya gak bahas soal itu.  Tapi bahas soal dokter aja deh.. Hehe.. Kalo soal dokter bagus nggak bagus sih relatif,  karena dokter itu cocok2an menurut saya.  Gak harus dokter yang bayarannya mahal itu selalu bagus,  n sebaliknya.  Yg penting kita cocok n nyaman sama dokternya,  udah gitu aja, pasti berikut2nya bakalan balik lagi sm dokter itu.  Semoga setelah dibikin review beberapa dokter berikut,  bisa membuat saya tetap mengingat jasa2 mereka...
Pertama,  dokter marly susanti. dokter kandungan. Dokter yang lewat dia saya akhirnya hamil n alhamdulillah lancar sampe lahiran. Keguguran 2x n …

Hikmah dari sebuah Bunga (cara menumbuhkan kembali bunga yang mati)

Setiap cewe pasti pengen rumahnya tampak indah dengan bunga-bunga. Begitu juga saya. Alhamdulillah akhirnya bisa nyicil rumah. Salut tak terhingga sama suami. Yang jelas kalo keinginan dan usaha kita kuat, insyaAllah pasti ada jalan :). 
Sampelah akhirnya pindah ke rumah baru. Sekitar bulan juli 2012. Inget banget saat itu lagi puasa. Dan  harus bolak balik rumah kontrakan dan rumah baru tuk mindahin barang-barang. Gak kebayang lelahnya. Tapi, alhamdulillah terbayarkan dengan leganya bisa punya rumah dan langsung tidur disana malam itu setelah pasang AC. Jadi inget, saya harus makan buat ama suami, satu bungkus nasi buat berdua. Karena ternyata beli nasinya kurang. Tukang AC nya ada 2 orang ternyata. Ditambah sama adik ipar, akhirnya kurang satu. Jadi deh, makan nasi berdua suami. So sweet banget, tapi masih laper.. Haha...
Tinggal dirumah baru pastinya harus benah-benah n rapi-rapi dulu. Setelah selesai beres-beres, ngerasa ada yang kurang. Yaitu tanaman. Untuk mempercantik dan memperi…