Langsung ke konten utama

Kuatkan hamba

Apapun yang terjadi di dalam hidup, pasti sudah tertulis dalam masing-masing catatan kita. Tapi terkadang beratnya hidup membuat kita ingin lepas dan berteriak dalam hati. Dibilang bisa gila, mungkin iya. Tapi, itulah hidup. Harus kita jalani dan nikmati.

Seorang wanita mungkin tak bisa sesabar laki-laki dalam berpikir. Kadang emosinya mendahului akal pikirannya. Seperti hari ini dan hari-hari sebelumnya. Mengapa selalu saja ada hal yang diperbuat orang lain yang menurut kita tak adil, sangat tak adil.

Tapi itulah perjuangannya bagiku. Demi kerukunan dan ketaatan pada suami. Semua ini harus bisa dijalani. Berbagi tempat tinggal dengan orang lain sangat tidaklah mudah. Untuk bisa menerima orang lain dalam kehidupan kita, bersentuhan langsung, bertatap muka, dan sebagai ya. Apalagi orang tersebut yang harusnya kita anggap sebagai keluarga sendiri sangat sering berbuat hal-hal yang membuat kita kesal. Sangat kesal. Kadang ingin menangis.

Tak hanya satu atau dua hal saja yang dilakukan orang tersebut untuk menguji hati dan kesabaran kita. Tapi berentetan dan berrulang-ulang. Haruskah kita selalu berucap sabar disaat menghadapi hal tersebut? Ya... Mungkin dengan itu Tuhan menguji kita.

Padahal sebenarnya jika dia bisa sedikit saja tidak mengulang-ulang dan bisa mengerti atau segan atau sedikit menghargai. Pasti rasa benci yang terpupuk lama ini tak kan semakin besar. Toh ada contohnya rekan yang satu lagi. Meskipun ada kesalahan dan kejengjelan yang kadang dia perbuat. Selalu dapat termaafkan dengan sikapnya dan rasa mengerti serta empatinya. Gak sampe membuat rasa membuncah di dalam jiwa. Engap rasanya kalo begini terus.

Ingin rasanya menghitung waktu yang tersisa agar bisa menata kehidupan berumah tangga tanpa diboncengi orang-orang yang tak sedikitpun mengerti kondisi keluarga ini. Plis, tolong mengerti. Harus berapa kali dan berapa banyak mesti berrucap???

Lelah, begitu lelah rasanya. Hati, pikiran, perasaan. Sangat lelah... Ingin rasanya tidur ditepian laut yang lepas. Terhampar dalam sepinya pulau tak berpenghuni. Dirasa bisa menemukan ketentraman bathin ini. 

Saat ini, hanya bisa terpengkur dalam sujud dan tangisan mendalam pada sang Pencipta. Sungguh tak kuasa rasanya jika ku tak punya Tuhan. Menjalankan ini tanpa merasa ada beban. Bagaimana bisa melepaskan pikiran dan beban di pundak. Jika hal ini masih terus terjadi.

Oh..... Tuhan..... Kuatkan hambaa... 

Komentar

Favorit

RESONANSI JIWA... (*Cintailah Cinta”)

“Memang menyakitkan ketika Kita mencintai seseorang, namun Ia tidak membalasnya. Tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika Kita mencintai seseorang dan Kita tidak pernah dapat menumbuhkan keberanian untuk mengungkapkan perasaan Kita padanya. “***

Usai ngobrol dengan salah seorang teman yang bertanya kira-kira seperti ini, “ Apa ya kira-kira yang akan terjadi dengan kehidupan kita 10 tahun kedepan??? “Hm... lucu juga kalo kita bisa mengingat kembali masa-masa lalu yang telah di lewati. Putih, hitam, terang dan gelapnya hidup kita mewarnai setiap langkah manusia. Jadi ingat satu kata dari orang tua... “Nak ... hidup ini yaa... dijalani ajah. Jangan dipikirkan bagaimana n seperti apa kita nanti... Yang jelas kita berjuang dalam kehidupan... “ Merdekaaa... hehe(just kid) ^_*Lalu, memory otak kembali berputar, ingat kejadian saat-saat kuliah, terkesan dengan salah seorang pembicara dalam sebuah training motivasi. Pembicara tersebut menyampaikan cara dia menjalani hidup yang memang kita t…

Review Dokter di Hermina Bekasi

Nah,  kali ini sempet2in mo nulis pengalaman semalam ke hermina.  Meski udah lama banget pengen tulisin satu2 dokter yg pernah ditemui di hermina.  So far,  hampir sebagian besar saya cocok sm dokter2 yang ada di RS ini.  Meskipun Hermina sekarang udah gak kayak RS dulu yang rasanya lebih nyaman dr segi fasilitas.  Karena sejak berubah jd RS umum,  pelayanannya sepertinya sedikit menurun. Namun,  saya gak bahas soal itu.  Tapi bahas soal dokter aja deh.. Hehe.. Kalo soal dokter bagus nggak bagus sih relatif,  karena dokter itu cocok2an menurut saya.  Gak harus dokter yang bayarannya mahal itu selalu bagus,  n sebaliknya.  Yg penting kita cocok n nyaman sama dokternya,  udah gitu aja, pasti berikut2nya bakalan balik lagi sm dokter itu.  Semoga setelah dibikin review beberapa dokter berikut,  bisa membuat saya tetap mengingat jasa2 mereka...
Pertama,  dokter marly susanti. dokter kandungan. Dokter yang lewat dia saya akhirnya hamil n alhamdulillah lancar sampe lahiran. Keguguran 2x n …

Hikmah dari sebuah Bunga (cara menumbuhkan kembali bunga yang mati)

Setiap cewe pasti pengen rumahnya tampak indah dengan bunga-bunga. Begitu juga saya. Alhamdulillah akhirnya bisa nyicil rumah. Salut tak terhingga sama suami. Yang jelas kalo keinginan dan usaha kita kuat, insyaAllah pasti ada jalan :). 
Sampelah akhirnya pindah ke rumah baru. Sekitar bulan juli 2012. Inget banget saat itu lagi puasa. Dan  harus bolak balik rumah kontrakan dan rumah baru tuk mindahin barang-barang. Gak kebayang lelahnya. Tapi, alhamdulillah terbayarkan dengan leganya bisa punya rumah dan langsung tidur disana malam itu setelah pasang AC. Jadi inget, saya harus makan buat ama suami, satu bungkus nasi buat berdua. Karena ternyata beli nasinya kurang. Tukang AC nya ada 2 orang ternyata. Ditambah sama adik ipar, akhirnya kurang satu. Jadi deh, makan nasi berdua suami. So sweet banget, tapi masih laper.. Haha...
Tinggal dirumah baru pastinya harus benah-benah n rapi-rapi dulu. Setelah selesai beres-beres, ngerasa ada yang kurang. Yaitu tanaman. Untuk mempercantik dan memperi…