Langsung ke konten utama

Nikmat Tuhan

Dan ternyata ketika mereka sibuk mengurusi diri mereka sendiri, tak ada waktu sebenarnya bagi kita untuk memikirkan mereka. Toh, hidup ini punya kita, kita yang punya. Tujuan hidup, ya kita yang bikin. Kita yang berusaha raih dan kita yang capai. Ngapain harus bersibuk-sibuk diri dalam mengurusi orang lain?

Kita hanya seorang manusia yang punya nilai baik dan kurangnya. Tergantung bagaimana kita mengasah bagian baik dan buruk dalam diri kita tersebut. Mau menjadi baikkah? Atau menjadi buruk. 
Manusia layaknya hanya seperti seonggok daging yang diberi kemampuan berbicara, berpikir dan bertindak. Ya, kita diberikan nikmat berupa akal agar mampu berpikir. Agar mampu melakukan hal-hal yang menurut kita baik, dan menjauhkan sgala tindakan yang buruk. Toh, binatang saja yang tidak diberikan akal pikiran saja masih tahu bagaimana bersikap pada TuhanNya. Masih tahu bagaimana harus bersikap sebagai binatang. Sedangkan manusia?

Segala sesuatunya mutlak diberikan oleh Allah secara gratis. Baik udara, air, tumbuhan untuk menjadi makanan. Dan sebagainya yang kita sendiri ternyata sering lupa untuk mensyukuri nikmatNya. Bukan kita, tapi saya. Terlalu sering mengeluhkan sgala sesuatu dan menangisi segala sesuatu yang belum kita punya. Padahal, sangat banyak nikmatNya yang belum sempat kita syukuri. 

"Bukan nikmat Allah yang kurang banyak, tapi diri kita yang kurang bersyukur dengan nikmatNya"

Komentar

Favorit

RESONANSI JIWA... (*Cintailah Cinta”)

“Memang menyakitkan ketika Kita mencintai seseorang, namun Ia tidak membalasnya. Tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika Kita mencintai seseorang dan Kita tidak pernah dapat menumbuhkan keberanian untuk mengungkapkan perasaan Kita padanya. “***

Usai ngobrol dengan salah seorang teman yang bertanya kira-kira seperti ini, “ Apa ya kira-kira yang akan terjadi dengan kehidupan kita 10 tahun kedepan??? “Hm... lucu juga kalo kita bisa mengingat kembali masa-masa lalu yang telah di lewati. Putih, hitam, terang dan gelapnya hidup kita mewarnai setiap langkah manusia. Jadi ingat satu kata dari orang tua... “Nak ... hidup ini yaa... dijalani ajah. Jangan dipikirkan bagaimana n seperti apa kita nanti... Yang jelas kita berjuang dalam kehidupan... “ Merdekaaa... hehe(just kid) ^_*Lalu, memory otak kembali berputar, ingat kejadian saat-saat kuliah, terkesan dengan salah seorang pembicara dalam sebuah training motivasi. Pembicara tersebut menyampaikan cara dia menjalani hidup yang memang kita t…

Review Dokter di Hermina Bekasi

Nah,  kali ini sempet2in mo nulis pengalaman semalam ke hermina.  Meski udah lama banget pengen tulisin satu2 dokter yg pernah ditemui di hermina.  So far,  hampir sebagian besar saya cocok sm dokter2 yang ada di RS ini.  Meskipun Hermina sekarang udah gak kayak RS dulu yang rasanya lebih nyaman dr segi fasilitas.  Karena sejak berubah jd RS umum,  pelayanannya sepertinya sedikit menurun. Namun,  saya gak bahas soal itu.  Tapi bahas soal dokter aja deh.. Hehe.. Kalo soal dokter bagus nggak bagus sih relatif,  karena dokter itu cocok2an menurut saya.  Gak harus dokter yang bayarannya mahal itu selalu bagus,  n sebaliknya.  Yg penting kita cocok n nyaman sama dokternya,  udah gitu aja, pasti berikut2nya bakalan balik lagi sm dokter itu.  Semoga setelah dibikin review beberapa dokter berikut,  bisa membuat saya tetap mengingat jasa2 mereka...
Pertama,  dokter marly susanti. dokter kandungan. Dokter yang lewat dia saya akhirnya hamil n alhamdulillah lancar sampe lahiran. Keguguran 2x n …

Hikmah dari sebuah Bunga (cara menumbuhkan kembali bunga yang mati)

Setiap cewe pasti pengen rumahnya tampak indah dengan bunga-bunga. Begitu juga saya. Alhamdulillah akhirnya bisa nyicil rumah. Salut tak terhingga sama suami. Yang jelas kalo keinginan dan usaha kita kuat, insyaAllah pasti ada jalan :). 
Sampelah akhirnya pindah ke rumah baru. Sekitar bulan juli 2012. Inget banget saat itu lagi puasa. Dan  harus bolak balik rumah kontrakan dan rumah baru tuk mindahin barang-barang. Gak kebayang lelahnya. Tapi, alhamdulillah terbayarkan dengan leganya bisa punya rumah dan langsung tidur disana malam itu setelah pasang AC. Jadi inget, saya harus makan buat ama suami, satu bungkus nasi buat berdua. Karena ternyata beli nasinya kurang. Tukang AC nya ada 2 orang ternyata. Ditambah sama adik ipar, akhirnya kurang satu. Jadi deh, makan nasi berdua suami. So sweet banget, tapi masih laper.. Haha...
Tinggal dirumah baru pastinya harus benah-benah n rapi-rapi dulu. Setelah selesai beres-beres, ngerasa ada yang kurang. Yaitu tanaman. Untuk mempercantik dan memperi…