Langsung ke konten utama

Semangat dan Ikhtiarku untuk Kehadiran Buah Hatiku

Bismillah...

Sebelum saya memulai cerita saya yang mungkin sedikit panjang dan bisa jadi berbelit-belit. :). Perkenankan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu. (Sok formal)^^.

Sebut saja nama saya mesa, saya menikah lebih kurang 2 tahun 5 bulan yang lalu. Sebagian orang mungkin ada yang bilang, umur pernikahan yang saya jalani masih relatif muda. Tapi setiap yang bertanya apakah saya sudah punya momongan atau belum, tak sedikit juga yang berkomentar. "Lama juga ya belum dikasi momongan". Deghh.... Dalam hati kadang ada perasaan sedih, kesal, atau mungkin malu ketika diberikan berbagai macam pertanyaan seputar anak. Melihat seorang ibu menggendong anak. Melihat sekilas pemandangan keluarga kecil lengkap dengan tawa sang anak. Duhh... Rasanya ingin secara spontan tiba-tiba menggendong anak siapa aja yang saya lihat. Makin hari, terhitung bulan bahkan tahun. Ternyata saya sangat sulit memendam keinginan untuk menggendong, memeluk, mengecup dan merasakan kebahagiaan memeluk seorang bayi mungil. 

Ya, siapa yang tidak mendambakan akan hadirnya sang buah hati? Pasangan mana yang tak ingin segera memiliki malaikat kecil di rumahnya. Semua pasti ingin. Atau mungkin ada yang berura-pura tak menginginkan dengan menunda kehamilan. Tapi, percayalah, disaat mengetahui di dalam perut ini ada kehidupan yang dihuni oleh malaikat kecil yang dinantikan, pasti akan merasa sangat bahagia. 

Saya langsung saja ke inti cerita ya, takut curhatnya kepanjangan. :).
Di tahun pertama pernikahan kami. Sangat bersyukur ternyata Tuhan memberikan kesempatan untuk menjadi calon ibu di bulan kedua setelah menikah. Meskipun teramat sangat sebentar. Tuhan ternyata lebih menyayangi calon buah hati kami. Meski tak cukup bulan. Saya mengalami pendarahan di awal kehamilan. Yang saat itu saya rasakan hanyalah takut, sedih, merasa sendiri, karena tak ada keluarga dekat yang bisa memberikan ilmu tentang kehamilan. Hingga kehamilan yang sebenarnya sangat ditunggu itu berakhir di meja kuret di bulan kedua kehamilan. Berhari-hari bahkan berbulan mungkin saya merasa down, merasa penyesalan yang mendalam. Menyesal karena mengapa diri ini tak bisa menjaga amanah atau titipan dariNya. 

Penyembuhan setelah kuret yang saya jalani pun ternyata tak sama seperti teman-teman yang pernah mengalaminya. Banyak yang mencoba membahagiakan hati saya dan mengatakan bahwa, pemulihan setelah keguguran itu sebentar saja kok, bulan depan juga palingan hamil lagi. Ternyata hal itu sama sekali berbeda dengan yang saya alami. Pendarahan pasca kuret saya alami hingga 40 hari. Beberapa kali flek lagi. Dan setiap kali beraktifitas selalu pusing dan mau pingsan. Berkali-kali di tengah jalan menuju tempat kerja saya harus diantar pulang lagi oleh suami ke rumah. Kalaupun bisa sampai di sekolah, setelah itu pun saya harus memanggil taksi untuk pulang lagi ke rumah, karena posisi tempat tinggal dan tempat kerja yang sangat jauh(bekasi-priok). Belum lagi dengan aktifitas mengajar yang harus naik turun lantai 3 ke lantai 1. Tak jarang akhirnya yang awalnya niat berangkat pagi untuk bekerja pun menjadi berujung ke rumah sakit. 

Selang beberapa bulan, saya masih terus melakukan program hamil dengan dokter yang mengetahui riwayat keguguran saya. Namun, setiap dokter mengatakan berhasil. Saya telat haid, akan tetapi selalu ditandai dengan adanya flek, mules, pusing dan semacamnya. Hingga akhirnya keguguran berulang terjadi. Badan semakin lemah. Hampir 2 minggu sekali datang ke dokter, dan setiap minggu itu pun dilakukan cek usg. Hampir setiap hari minum obat. Setiap melakukan pengobatan mencoba selalu optimis. Karena kata orang, kalau pernah hamil, insyaAllah kemungkinan untuk hamil lagi itu pasti ada. 

Hingga rentetan pengobatan terus saya jalani dengan dokter pertama saya ini, beberapa kali mencoba ganti dokter, tapi tetap balik lagi ke dokter awal ini yang memang tahu bagaimana riwayat saya dari pertama. Selang setahun. Rasanya cukup lelah. Saya sempat sepakat dengan suami untuk berhenti sementara berobat. Karena saya juga capek harus minum obat terus. Harus diperiksa bagian dalam terus. Saya lelah juga rasanya setiap kali ke dokter ada aja masalah yang saya hadapi. Yang pastinya bagian bawah kewanitaan, selalu menjadi sasaran.

Bersambung.... 




Komentar

Favorit

RESONANSI JIWA... (*Cintailah Cinta”)

“Memang menyakitkan ketika Kita mencintai seseorang, namun Ia tidak membalasnya. Tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika Kita mencintai seseorang dan Kita tidak pernah dapat menumbuhkan keberanian untuk mengungkapkan perasaan Kita padanya. “***

Usai ngobrol dengan salah seorang teman yang bertanya kira-kira seperti ini, “ Apa ya kira-kira yang akan terjadi dengan kehidupan kita 10 tahun kedepan??? “Hm... lucu juga kalo kita bisa mengingat kembali masa-masa lalu yang telah di lewati. Putih, hitam, terang dan gelapnya hidup kita mewarnai setiap langkah manusia. Jadi ingat satu kata dari orang tua... “Nak ... hidup ini yaa... dijalani ajah. Jangan dipikirkan bagaimana n seperti apa kita nanti... Yang jelas kita berjuang dalam kehidupan... “ Merdekaaa... hehe(just kid) ^_*Lalu, memory otak kembali berputar, ingat kejadian saat-saat kuliah, terkesan dengan salah seorang pembicara dalam sebuah training motivasi. Pembicara tersebut menyampaikan cara dia menjalani hidup yang memang kita t…

Review Dokter di Hermina Bekasi

Nah,  kali ini sempet2in mo nulis pengalaman semalam ke hermina.  Meski udah lama banget pengen tulisin satu2 dokter yg pernah ditemui di hermina.  So far,  hampir sebagian besar saya cocok sm dokter2 yang ada di RS ini.  Meskipun Hermina sekarang udah gak kayak RS dulu yang rasanya lebih nyaman dr segi fasilitas.  Karena sejak berubah jd RS umum,  pelayanannya sepertinya sedikit menurun. Namun,  saya gak bahas soal itu.  Tapi bahas soal dokter aja deh.. Hehe.. Kalo soal dokter bagus nggak bagus sih relatif,  karena dokter itu cocok2an menurut saya.  Gak harus dokter yang bayarannya mahal itu selalu bagus,  n sebaliknya.  Yg penting kita cocok n nyaman sama dokternya,  udah gitu aja, pasti berikut2nya bakalan balik lagi sm dokter itu.  Semoga setelah dibikin review beberapa dokter berikut,  bisa membuat saya tetap mengingat jasa2 mereka...
Pertama,  dokter marly susanti. dokter kandungan. Dokter yang lewat dia saya akhirnya hamil n alhamdulillah lancar sampe lahiran. Keguguran 2x n …

Hikmah dari sebuah Bunga (cara menumbuhkan kembali bunga yang mati)

Setiap cewe pasti pengen rumahnya tampak indah dengan bunga-bunga. Begitu juga saya. Alhamdulillah akhirnya bisa nyicil rumah. Salut tak terhingga sama suami. Yang jelas kalo keinginan dan usaha kita kuat, insyaAllah pasti ada jalan :). 
Sampelah akhirnya pindah ke rumah baru. Sekitar bulan juli 2012. Inget banget saat itu lagi puasa. Dan  harus bolak balik rumah kontrakan dan rumah baru tuk mindahin barang-barang. Gak kebayang lelahnya. Tapi, alhamdulillah terbayarkan dengan leganya bisa punya rumah dan langsung tidur disana malam itu setelah pasang AC. Jadi inget, saya harus makan buat ama suami, satu bungkus nasi buat berdua. Karena ternyata beli nasinya kurang. Tukang AC nya ada 2 orang ternyata. Ditambah sama adik ipar, akhirnya kurang satu. Jadi deh, makan nasi berdua suami. So sweet banget, tapi masih laper.. Haha...
Tinggal dirumah baru pastinya harus benah-benah n rapi-rapi dulu. Setelah selesai beres-beres, ngerasa ada yang kurang. Yaitu tanaman. Untuk mempercantik dan memperi…